Kamis , 20 Juni 2024
Tepriyono. (Ist)

Puisi-puisi Tepriyono

JALAN PULANG

bagi: Jokpin

usai pemberkatan minyak suci
secarik sinar menuntun ruh mu
mengenali kembali
jalan pulang ke rumah bapa
meski lorong lorong kampung di kota Jogja
seperti map dalam jejakmu
tapi jalan pulang ke rumah bapa
tak butuh kata-kata juga puisimu
seusai pemberkatan minyak suci
kau kembali jernih menatap lorong yang kau lewati 61 tahun lalu
dan itu jalan pulangmu

Pajangan 27/4/2024

 

OBROLAN TENTANG CEKER

ceker ayam menu mewah bagi kaum bawah
bagi mereka yang tak mampu menggigit paha dan dada ayam montok di gerai gemerlap
kaum bawah cuma bisa menikmati ceker di tenda gelap remang remang, angkringan
mesti cuma ceker katamu, sudah memenuhi kesempurnaan nikmat ayam
jika tak mampu membeli mobil, cukup menjadi tukang parkir menjaga puluhan mobil
begitu indah tak usah dipaksakan, katamu itu hanya menyesakan menghambat gembiranya hidup.

Pajangan, 27/4/2024

 

SEPOTONG ROTI DI MEJA TAMU

rangkaian kata dalam sajak sajakmu
memberi rasa nikmat luruhkan rasa lapar juga dahaga
obrolan kecil di ruang tamu
seperti menggambarkan nikmatnya sepotong roti beraroma coklat pekat di meja ruang tamu
kata kata lebih nikmat dari apa pun juga dari lapar yang ganas
kata kata tak bisa menjadikan orang gemuk, tapi cukup menentramkan hati dari lapar yang menggigit.

Simak juga:  Maaf, Aku Terpaksa Jadi Pelacur (26)

Pajangan, 27/4/2024

 

 

DATA DIRI:

Tepriyono adalah nama pena Teguh Priyono. Pria kelahiran Yogyakarta 58 tahun lalu ini menulis puisi cerita pendek dan naskah drama sejak duduk di bangku SMP. Lapar menulis membuatnya menekuni dunia jurnalistik menimba ilmu di Akademi Komunikasi Yogyakarta. Pernah berhikmat di majalah Suara Aisyisyah, sebelumnya menjadi penulis lepas di sejumlah media, Kedaulatan Rakyat, Mekar Sari, Yogya Post, kemudian di Minggu Pagi dan hingga kini menulis untuk Koran Merapi.
Naskah drama Perempuan Perempuan menjadi nominator pada penulisan naskah drama Napi tahun 1993. Selain itu dia juga menulis naskah sandiwara bahasa Jawa untuk radio Kota Perak (1998-2003) juga menjadi penulis berita info Kotaperak. Pengalaman sebagai editor buku untuk penerbit Gama Media dan sekretaris
eksekutif pada Lembaga Studi Ketuhanan Adikarto Yogyakarta (2007). Saat ini selain masih aktif sebagai reporter di Koran Merapi juga berhikmat sebagai abdi dalem di Kadipaten Pakualaman. Bersama istri Wajilah A.Md, dan dua anaknya, tinggal di Kayuhan Wetan, Triwidadi, Pajangan. Bantul. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *