Rabu , 26 September 2018
Beranda » Arsip Menandai: Mahabharata

Arsip Menandai: Mahabharata

Bhima Diracuni oleh Sengkuni

Setelah kehadiran Guru Drona kala para pangeran bermain bola tangan. Arjuna paling kagum terhadap Guru Drona, ia pun meminta diajari. Guru Drona lalu bilang agar Arjuna menunjukkan ranting rumput yang dibuat Drona untuk mengambil bola pada Kakek …

Selengkapnya »

Kecerdasan Yudhistira Teruji

Saat acara makan para pangeran dimana Bhisma membuat peraturan semua pangeran dilarang menekuk siku saat makan. Semua pangeran pun bingung karena bagaimana mereka bisa makan jika siku tidak ditekuk. Bhisma sengaja menguji kecerdasan para pangeran dinasti Kuru. …

Selengkapnya »

Sengkuni dan Duryudhana Kecil

Dhritarashtra diruangannya bersama arsitek bangunan Hastinapura. Ternyata Dhritarashtra ingin agar istana 2 dan para Pandawa dibangun lebih rendah dari istana yang lain. Dhritarashtra rupanya sudah terpengaruh oleh Sengkuni. Ia 2 membenci anak-anak dan istri Pandu. Kemudian Duryudana …

Selengkapnya »

Pandawa Kecil

Para pandawa kecil yang sedang bermain di hutan. Arjuna meloncat memainkan panahnya, ia berhasil memanah tetesan air. Arjuna memang kelak dikenal sebagai kesatria ahli panah. Sementara Sadewa diatas pohon kemudian turun menemui Arjuna. Ternyata mereka mencari Bhima …

Selengkapnya »

Karna Muda

Langsung menuju 15 tahun kemudian. Kala itu ada perlombaan kereta kuda di Hastinapura. . Tiba-tiba kereta seorang kesatria tergelincir dan rodanya terperosok ke lumpur. Kesatria itu meminta kusir untuk segera mengangkat roda kereta. Kusir itu adalah Karna. …

Selengkapnya »

Duryudhana

Sementara itu di Hastinapura tiba-tiba langit menjadi gelap dan pertir menyambar-nyambar. Sedangkan Gandari yang ada di gua Resi Wiyasa tersenyum senang karena ia mulai merasakan gerakan dari bayinya. Bhisma bersama Widura kemudian menemui Mahaguru Kripa. Dan semua …

Selengkapnya »

Kunti dan Bayi Bhima

Sementara itu Pandu kemudian mengatakan kabar Gandari kepada Kunti dan Madri di tempat singgahnya dalam hutan. Hari berganti pagi, Dhritarashtra dengan emosi mau pergi dengan keretanya. Namun ia dihadang oleh Bhisma dan Widura. Karena Dhritarashtra tetap kukuh …

Selengkapnya »

Gandari di Kuil Siwa

Dimulai ketika Pandu melepaskan mahkotanya dan diberikan ke Dhritarashtra. Ia juga melepaskan semua perhiasan di tubuhnya. Madri dan Kunti juga Madri juga melakukan hal yang sama. Setelah itu berbekal busur Pandu, Kunti, dan Madri berangkat ke hutan. …

Selengkapnya »