Senin , 10 Agustus 2020
Beranda » Essai EAN (halaman 30)

Essai EAN

Beri Daku Pancasila

“Saya ingin di masa yang akan datang ada Negeri yang ber-Pancasila, dan saya akan riang gembira menjadi rakyatnya. Saya ingin menjadi warga suatu Negara di mana Pancasila menjadi keutamaan pandangan hidupnya, prinsip mendasar perjuangannya dan panduan primer …

Selengkapnya »

Meskipun Kulempar Matahari

Kasihan Gentoling dan teman-temannya. Usia masih muda belia tetapi Pakde-Pakde mereka mempengaruhkan sesuatu yang tidak produktif untuk hidup mereka. Generasi muda harapan bangsa yang sedang giat-giatnya membangunkan jiwanya dipenuhi oleh hal-hal yang menyangkut ke-Tuhan-an, nilai-nilai rohani, monomor-satukan …

Selengkapnya »

Pesta Kambing Gembira

Apa ini? Kisah-kisah kepahlawanan kelas kacang? Aslinya Toling sudah sangat tidak tahan mendengar cerita-cerita Pakde Tarmihim. Tapi ia coba tetap bertahan. Siang hari bolong Markesot mendadak mendapat tamu aneh. Seorang Boss toko komputer besar, dengan beberapa stafnya, …

Selengkapnya »

Indah dan Menggembirakan

Belum sempat menyentuh makanan pesanannya di area warung lesehan terkenal, Markesot tiba-tiba mendengar suara gedebug-gedebug. Ketika ia spontan menoleh ke arah itu, dilihatnya seseorang memukul wajah seseorang lainnya sehingga jatuh terkapar. Markesot langsung melompat dan menjatuhkan diri …

Selengkapnya »

Ango`an Potèh Tolang, Setnov

Andaikan Markesot dikenal oleh Setya Novanto dan ditanya tentang keadaannya hari-hari ini, mestinya Markesot menjawab begini: “Etembang potèh mata, ango`an potèh tolang, ta`iye!“. Daripada mata tinggal putihnya karena malu dan terhina, lebih baik mati badan tercabik-cabik tinggal …

Selengkapnya »

Kegembiraan Bersedekah

Sebab bergembira dan dengan kegembiraan, seseorang menggembirakan 13.250 keluarga dengan menyedekahkan tak kurang dari 7 (tujuh) triliun rupiah untuk membangun rumah-rumah mereka. Sekitar 50.000-an jiwa atau anggota keluarga itu rumah-rumahnya tenggelam oleh luapan air kental keruh dari …

Selengkapnya »

Yang Maha Gembira

“Ketika Tuhan tersenyum, terciptalah Pasundan”. Begitu seorang komponis keindahan memilih bentuk ungkapan rasa syukurnya. Gembira atas anugerah tanah Pasundan nan indah dan kaya raya. Bangga dijadikan manusia Sunda dengan kehalusan jiwanya. Orang Madura boleh tak mau kalah. …

Selengkapnya »

Dibubarkan, dan Foto Bareng

Di tahun 1991 sesudah hampir dua puluh tahun tidak ada demonstrasi mahasiswa, sahabat-sahabat muda Mbah Markesot bikin acara demo besar di Boulevard Universitas Gadjah Mada, yang diberi judul “Anti Kekerasan”. Ada sesi pembakaran patung Pak Harto. Orator …

Selengkapnya »

Bermacam Cara Pembubaran

“Bukan perkara pelik untuk melawan penguasa lalim, kalau benar-benar penguasa lalim dan rakyat tidak salah persepsi bahwa mereka adalah penguasa lalim. Itu spektrumnya sebatas Ilmu Katon yang kasat mata. Ilmu Katon tidak susah-susah amat meskipun sangat berbahaya dan “ngemu …

Selengkapnya »