Kamis , 20 Juni 2024
Bebaskan anak-anak dari penjara digital, agar mereka bisa mencintai buku. (Ist)

Penjara Digital untuk Anak

ERA digital adalah satu era atau zaman yang di dalamnya sudah memiliki kondisi perkembangan begitu maju hingga semua kegiatan penting bisa dilakukan secara digital.

Perkembangan era digital juga semakin lama semakin berjalan begitu cepat hingga tak bisa dihentikan oleh manusia. Hal ini tak lain karena kita sebagai manusia sendirilah yang pada akhirnya menuntut dan meminta berbagai macam hal secara lebih efisien serta praktis.

Namun demikian tidak semua orang apalagi anak di usia Sekolah Dasar, mampu menjadikan kemajuan digital sebagai sarana pendukung untuk belajar.

Di Era digital yang seharusnya mampu memberikan banyak kemudahan untuk kita bisa belajar, ternyata justru membuat kehidupan kita seperti tidak berjalan maju ke depan, bahkan stagnan tanpa adanya peningkatan kwalitas diri.

Di Era digital ini, semakin terlihat bahwasananya kebebasan hidup semakin terkekang dan terpenjara, sekalipun terlihat menyenangkan ketika alat digital itu menemani kehidupannya dalam satu tempat atau ruang sempit bahkan dalam kesendirian di lingkungan yang terbuka sekalipun.

Simak juga:  Indonesia Harus Jadi Bagian Dinamika Teknologi Digital

Ada sebuah fenomena kehidupan dalam pergaulan ini, dimana anak-anak zaman sekarang lebih senang diam sendiri walaupun dalam keramaian di sebuah tempat atau ruang, semuanya terfokus pada alat digital masing masing yang dibawanya.

Kehidupan yang dirasakan ini, tidak jauh berbeda dengan kehidupan orang yang ada didalam penjara, hilang rasa kebebasannya.

Melupakan Waktu
Alat Digital menjadi sebuah penjara bagi anak yang menyenangkan, sehingga melupakan banyak waktu dan juga kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya.

Mata, telinga dan seluruh panca indera seperti tidak memiliki fungsinya lagi untuk bisa bebas melihat, mendengar dan juga merasa atas keadaan yang ada di sekitarnya ini dengan bebas.

Mereka seperti tertahan tanpa bisa berpergian ke mana-mana, semuanya seperti mematung fokus pada benda digital yang sedang dipegangnya. Mereka terpenjara dengan alat tersebut yang membuat mereka menjadi terlena dan asyik menikmati hiburan yang ada di Hpnya itu tanpa mau memperhatikan dan peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Inilah yang menjadikan banyak anak-anak kita tanpa kita sadari bahkan orang tuanya sekalipun, bahwasannya anak-anak sedang terpenjara oleh alat digital yang dipegangnya.

Simak juga:  Detektif Kecil (Cernak: 2)

Jika tidak segera kita bebaskan, maka bisa jadi penjara digital ini akan menjadikan masa depan anak semakin suram dan semakin kehilangan arah tujuan hidupnya.

Mari kita jaga dan lindungi anak-anak kita , dari penjara digital ini, jangan biarkan HP yang diberikan justru menjadikan kebebasan hidupnya semakin hilang.

Mari kita bantu anak-anak kita agar bisa terbebas dari penjara digital ini. Didik dan ajarkan mereka pengetahuan, dan tunjukkan kepada anak-anak kita, bahwa dunia tidak selebar HP.

Masih ada ruang bebas untuk bisa kita berikan kepada anak-anak, yaitu dengan mengajak mereka bermain, belajar di alam bebas.

Yogyakarta, 21 Mei 2024

(AGUNG NUGROHO)

* Agung Nugroho, guru SD, pegiat literasi di Yogyakarta dan pengelola TBM Keliling “Adil”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *