Senin , 26 Februari 2024
Beranda » Humaniora » Dr. Satrio Arismunandar: Tutupnya Koran Sindo Tunjukkan Kegagalan Media Cetak Atasi Tantangan Era Internet
Dr. Satrio Arismunandar. (Ist)

Dr. Satrio Arismunandar: Tutupnya Koran Sindo Tunjukkan Kegagalan Media Cetak Atasi Tantangan Era Internet

JAKARTA – Ditutupnya Koran SINDO versi cetak dan versi e-print pada 17 April 2023 sekali lagi menunjukkan beratnya problem dan tantangan yang dihadapi media cetak di era Internet.

Hal itu dikatakan wartawan senior dan praktisi media Dr Satrio Arismunandar, di Jakarta, Selasa (18/4). Ditambahkannya, kegagalan dalam mengatasi tantangan itu pada akhirnya berujung ke penghentian penerbitan.

Menurut Satrio Arismunandar –yang pernah cukup lama bekerja di suratkabar dan majalah versi cetak- industri media cetak memang menghadapi beberapa masalah dan tantangan di era internet. Masalah itu sebagai berikut:

Pertama, penurunan jumlah pembaca. “Munculnya internet telah menyebabkan penurunan jumlah pembaca media cetak, karena lebih banyak orang beralih ke sumber online untuk berita dan informasi,” ujar Satrio, yang kini mengelola media online.

Kedua, kehilangan pendapatan. Dengan peralihan ke media digital, outlet media cetak mengalami kerugian pendapatan yang signifikan akibat penurunan pendapatan iklan dan langganan.

Persaingan Meningkat
Ketiga, persaingan yang meningkat. “Munculnya media online telah meningkatkan persaingan untuk outlet media cetak, karena platform digital lebih mudah diakses dan hemat biaya bagi pengiklan,” ucap Satrio.

Simak juga:  Memahami Jurnalistik Televisi

Keempat, kesulitan dalam memonetisasi konten. Media cetak kesulitan memonetisasi konten mereka secara online.

“Hal ini karena pendapatan iklan online lebih rendah daripada pendapatan iklan cetak, dan banyak orang enggan membayar konten online,” lanjut Satrio, yang juga adalah Sekjen Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA.

Kelima, jangkauan yang terbatas. “Outlet media cetak memiliki jangkauan yang terbatas dibandingkan dengan media online, karena terbatas pada lokasi geografis dan jaringan distribusinya,” jelas Satrio.

Keenam, kemampuan terbatas untuk menanggapi berita terkini. “Media cetak memiliki kemampuan terbatas untuk menanggapi berita terkini dengan cepat, karena mereka terikat oleh jadwal pencetakan dan jadwal distribusi,” tambah Satrio.

Menurut Satrio, yang pernah menjadi dosen ilmu komunikasi di FISIP UI dan beberapa kampus swasta, tantangan-tantangan ini mempersulit outlet media cetak untuk beradaptasi dan berkembang di era internet. Banyak yang harus ditutup atau beralih ke format digital saja. ** (Rls/SEA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *