Senin , 26 Februari 2024
Beranda » Sastra » Puisi Kebangsaan » Puisi Oka Swastika Mahendra
Oka Swastika Mahendra (Ist)

Puisi Oka Swastika Mahendra

PALU GODAM

Palu godam pemukul
Bukit bukit cadas
Kekerasan hancur tuntas
Doa yang berkali kali
Memohon rahmat damai
Mendamaikan nafsu diri
Aturan Tuhan ditaati

Palu godam geram
Para pembelok sejarah
Rakyat bingung resah
Kebenaran dipuntir dipelintir
Negeri gemah ripah dinyinyir
Rakyat lelah dihela saling curiga
Dikotak kotak dibeda beda

Palu godam was was
Saling awas mengintip cerdas
Calon presiden ditimang timang
Baik buruk ditimbang timbang
Sembako kaos janji janji rakyat dikadali
Duar duar duar polisi menembak polisi
Adu strategi persidangan penuh oli

Jogjakarta 7 Januari 2023

 

TITIK API

Semua menuju satu
Dalam berbagai cara
Dari berbagai belahan dunia
Macam macam tingkah perjalanan
Seringkali sikut sikutan
Berdebat titik api yang sama
Merasa yang paling dekatNya

Titik api tidak berkata kata
Hanya memberi daya
Persembahkan laku hebat bisa
Berlaku biasa biasa saja diterima
Semua tersedia ada
Orang orang bumi berdebat titik api
Merasa pemilik sah titik api
Orang orang beda dibenci

Tunduk tafakur
Tawaduk terukur
Kurangi jam tidur
Setiap hari bersyukur
Nafsu keji dihancur
Hindari laku kufur
Jaga lisan di majelis luhur

Ya yang kusembah
Ya yang kutaat
Ya empunya malaikat
Ya pengutus rosul rosul
Ya pengadil hari akhir
Ya pencipta segala

Titik api
Tetap menyala
Meski lebur dunia
Titi api
Tetap ada
Abadi

Jogjakarta 8 Januari 2023

 

BUNYI

Bunyi ada jika telinga ada
Firman tulisan dari perkataan Tuhan
Tuhan ada dari terdengar bunyiNya di hati
Sendengkan telinga jiwa mendengarkan suara
Bedakan bisikan setan di celah kehidupan
Menyelinap di nafsu diri, iri, dengki dan membenci
Bunyi firman selalu merdu mengajarkan

Simak juga:  Syawalan Sastra(wan) Negeri Awan Di Tembi

Mendengar tidak hanya telinga
Pesan alam selalu ada maknanya
Demikian pun matahari pagi dengarkan sinarnya
Ombak pantai deburnya bercerita
Desau angin hutan cemara pesan dari riung gunung
Rumput lapangan berbicara
Dengarkan butir embun diujungnya

Diam adalah bunyi dalam penghayatan tinggi
Bercakap cakap hati dengan hati
Tuhan mengerti bunyi suara hati
Jangan perdengarkan tipuan jiwa
Detak jantungmu terdeteksi dimana sembunyi
Karena bunyi jelas terdengar dari kesediaan sendengkan telinga
Oleh bunyi orang bisa ditembak mati
Karena bunyi lantas korupsi
Sebab bunyi menjadi dusta diri

Maka keselamatan
Dengarkan bunyi firman
Taati dalam laku diri
Bunyikan doa doa bagi sesama
Kuatkan negara dengan bunyi doa negeri

Jogjakarta 14 Januari 2023

 

BIARKAN SAJA

Biarkan saja semua berjalan
Meski mungkin kita simpan kemarahan
Ini sudah sampai akhir pertunjukan
Layar panggung siap digulung
Lakon dimainkan aktor kawakan
Ekspresi dingin berkata yakin
Alibi dibuat bersih diri
Perbuatan diingkari dengan diplomasi

Semua terdakwa mengaku berbuat
Hanya sedikit cuma sekilas
Selebihnya tidak tahu dan lupa
Semua menjadi insomnia
Penyakit para pemuja dusta
Yang telah mati dicari cari dosanya
Mulutnya meminta maaf telah khilaf
Sulit membedakan khilaf dan mata gelap

Hakim pusing tujuh keliling
Memilah pengakuan dusta dan fakta
Semua terdakwa banyak yang lupa
Ini pasti tidak memuaskan
Semua tutup mulut demi selamat
Tetapi mari biarkan saja lakon sedang akhir pertunjukan
Episode yang menampilkan wajah kebenaran
Keadilan menjadi bulan bulanan atau
Kita sedang menjadi pungguk rindukan bulan

Jogjakarta 19 Januari 2023

 

Biodata:

Oka Swastika Mahendra, ini nama di dunia seni. Sedang nama di KTP, Purwoputranto W. Lahir di Yogyakarta 22 November 1958. Bersama istrinya Anastasia Sri Hestutiningsih tinggak di Jalan Jragem Gang V, No. 39 Nandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
Syah tiga orang anak, dan kakek empat cucu ini menyukai penulisan sastra puisi sejak 1977
Pensiunan ASN 2018 yang sebelumnya sempat bertugas di SMA Negeri 6 Yogyakarta 1990-2008, SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta; 2009-2018.
Karya buku di antaranya:
1. Proyek Penulisan Buku Nasional: Buku Geografi SMP Kelas 1, 2, 3 (3 buku), Penerbit Percetakan Kanisius Tahun 1997
2. Proyek Penulisan Buku Nasional: Buku Guru Geografi SMP Kelas 1, 2,3 (3 buku), Penerbit Percetakan Kanisius Tahun 1997
3. Buku Teks Sosiologi SMA, Penerbit Percetakan Kanisius Tahun 2000

Simak juga:  Malioboro 2057, Yogya di Mata Penyair Sutirman Eka Ardhana

Antologi puisi, di antaranya:
1. Demonstrasi (1977)
2. Aku Melihat Bumi dari Langit (2021)
3. Membaca Bali (2022)
4. Banyuwangi Puisi (2022)
5. Geguritan (2022)

Organisasi seni tercatat sebagai anggota Teater Alam.
Prestasi yang pernah diraih di antaranya:
1. Juara 2 Karya Tulis Sosiologi (Proyek Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, Yogyakarta, 2000)
2. Juara 1 sekaligus juawa 3 Karya Tulis Sosiologi (Proyek Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, Yogyakarta, 2001)
3. Juara 2 Lomba Cipta Puisi,Tingkat Nasional, Sarjana Wiyata Tamansiswa, Yogyakarta 1998

Juga menjadi Trainer:
1. Penulisan Buku Teks Sekolah (Alumnus Training of Trainer Textbook Writer, RECSAM, Penang, Malaysia 2009)
2. Pengajar Bimbingan Belajar Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan Kedinasan, Logic biSolution Yogyakarta
3. Anggota Tim Penilai Kelayakan Buku Teks Nasional (Tahun 2010 dan 2015), Pusat Perbukuan Nasional. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *