Selasa , 28 September 2021
Beranda » Humaniora » Usel, Bermula dari Pertanyaan Seorang Belanda
Di Kebumen, makanan ini disebut usel. (Ken)

Usel, Bermula dari Pertanyaan Seorang Belanda

DI daerah Jawa makanan ini sangat familiar. Orang Solo menyebutnya Klenyem, di Jawa timur disebutnya Jemblem.
Di Kebumen sendiri makanan ini disebut srudut, plokcorot dan usel. Khusus daerah yang banyak menanam singkong menyebut usel. Usel adalah makanan ringan yang terbuat dari singkong parut dan di dalamnya diisi dengan parutan gula merah . Orang Sunda menyebutnya “Misro” yaitu kepanjangan “aMIS di jeRO” alias manis di dalam. Mungkin masih banyak lagi namanya sesuai daerah masing-masing. Atau bisa juga zaman kekinian membuat istilah baru untuk makanan ini biar kelihatan gaul, misal Kue Malam Jumat (MAnis di daLAM JUjur nikMAT). Bisa juga istilah yg kekulon-kulonan kue “Sweet inside”…sah-sah saja, selama itu untuk kepentingan promosi dan melestarikan makanan tradisional dari serbuan kuliner-kuliner luar.

 

Istilah Usel
Diceritakan di sebuah dokumen Belanda, (dokumen tidak saya uplod karena panjang banget). Pada waktu itu di tahun 1939, di Rowokele yang masih masuk Kecamatan Gombong, Kebumen, saat di Jawa dilanda kekurangan pangan, khususnya di Jawa tengah, masyarakat sudah kesulitan memakan beras. Untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat mengolah makanan dari singkong.
Suatu hari rombongan pejabat Belanda dari Gombong meninjau Desa Rowokele untuk melihat langsung masyarakat yang kekurangan pangan, dan memakan singkong. Rombongan Belanda menemukan penduduk yang sedang makan makanan semacam gethuk tapi di dalamnya ada gula.

Simak juga:  CUCU HB X RESAH INI ALASANNYA

Seorang pejabat Belanda pun bertanya, “Dit is voedsel (vodsel = makanan ).”
Penduduk setempat spontan menjawab, “Vodsel.” Sejak saat itu orang Belanda dan masyarakat menyebut makanan dari singkong yang di dalamnya ada gula itu “voedsel”.
Karena kebiasaan orang Jawa menggampangkan pengucapan mengikuti lidah agar lebih familier, voedsel menjadi “Oesel atau Usel”.
Dan itu di akui oleh Belanda dalam dokumen lain bahwa “Kedu secara tradisional dihuni oleh orang-orang terpelajar, dan daerah ini dapat dianggap sebagai tempat lahirnya kreatifitas budaya tinggi.”
Kira-kira begitu inti ceritanya. * (Ken Abimanyu)

* Ken Abimanyu, yang sering menyebut dirinya Inlander Krakal ini kelahiran Krakal, Kebumen. Kini membangun kreativitas dirinya di ibukota negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *