Selasa , 28 September 2021
Beranda » Humaniora » Taming Sari Bukan Keris dari Majapahit
Ini bukan Keris Taming Sari. Tapi keris ini bermotif seperti Keris Melayu. (SEA)

Taming Sari Bukan Keris dari Majapahit

TAMING SARI merupakan nama keris yang populer di Malaysia dan juga sebagian kawasan Melayu lainnya di Indonesia, seperti Riau dan Kepulauan Riau. Kepopuleran Keris Taming Sari tak bisa lepas dari kepopuleran Hang Tuah, seorang tokoh hebat di Kerajaan Melaka dulu. Karena keris itu merupakan keris yang sempat dimiliki oleh Hang Tuah. HanHg Tuah adalah tokoh kepercayaan Raja Melaka, yang menjabat sebagai panglima atau Laksamana.

Di dalam Hikayat Hang Tuah yang pertama kali ditulis pada abad ke-17 disebutkan, bahwa keris itu dimiliki Hang Tuah setelah ia berhasil mengalahkan seorang lelaki yang mengaku sebagai kesatria Majapahit bernama Taming Sari. Keris milik lelaki yang tewas setelah dikalahkannya tersebut kemudian menjadi milik Hang Tuah. Dan kemudian keris itu diberi nama sesuai nama pemiliknya semula, Taming Sari.

Dikisahkan di dalam Hikayat Hang Tuah, ketika Hang Tuah datang ke Majapahit bersama Raja Melaka untuk menjemput Putri Raja Majapahit, ia dan rombongannya telah dihadang serombongan pengacau bersenjata. Dari Hikayat Hang Tuah itu tersirat jelas, bila orang-orang yang membuat kekacauan itu memang sengaja ingin melukai atau bahkan membunuh Hang Tuah. Disebutkan, di antara sekian orang yang menghadang kedatangan Hang Tuah terdapat seseorang bernama Taming Sari. Dikesankan, Taming Sari memang seseorang punggawa Kerajaan Majapahit yang disiapkan oleh Gajah Mada untuk membuat kekacauan dan menghadang kedatangan Hang Tuah. Tak hanya sekadar menghadang dan membuat keributan, tapi juga membunuh Hang Tuah.

Konon penghadangan itu memang sudah direncanakan oleh Gajah Mada, Mahapatih Kerajaan Majapahit kala itu. Gajah Mada merencanakan penghadangan itu untuk mengetahui atau mencoba kehebatan Hang Tuah. Untuk mewujudkan rencana itu maka kemudian disiapkanlah oleh Gajah Mada sekelompok prajurit Majapahit, di antaranya seorang perkasa bernama Taming Sari.

Disebutkan di dalam Hikayat Hang Tuah, ketika Hang Tuah datang ke Majapahit, sekelompok orang telah menghadangnya. Termasuk Taming Sari yang benar-benar menghadang langkah Hang Tuah dan rombongannya ketika menjelang sampai di Istana Majapahit. Tapi ternyata kemudian Taming Sari berhasil dibunuh Hang Tuah. Dan keris sakti milik Taming Sari itu pun diberikan Raja Majapahit kepada Hang Tuah. Keris itu pun diberi nama Keris Taming Sari.

Simak juga:  Gelar Akademik Bisa Dicabut Bila Terbukti Lakukan Plagiarisme

 

Bukan Produk Majapahit
Di dalam Hikayat Hang Tuah jelas disebutkan bahwa Keris Taming Sari itu berasal dari Majapahit. Dengan kata lain, keris yang di dalam Hikayat Hang Tuah disebutkan sebagai keris sakti itu merupakan buatan dari Mpu-mpu keris di Majapahit. Pertanyaan yang muncul, benarkah Keris Taming Sari itu berasal dari Majapahit? Benarkah keris tersebut merupakan hasil karya dari Mpu-mpu pembuat keris di Majapahit? Atau bahkan tentang keberadaan keris itu sebagai sesuatu yang fiktif saja?

Dari referensi tentang perkerisan tidak ditemukan seorang Mpu di Majapahit sebagai pembuat keris yang kemudian dikenal dengan nama Taming Sari itu.

Semasa jayanya, di Kerajaan Majapahit terdapat setidaknya tujuh orang Mpu pembuat keris yang ternama. Ketujuh Mpu keris yang ternama itu meliputi Mpu Domas, Mpu Suradriya, Mpu Pujadewa, Nou Pujasekti, Mpu Supadriya, Mpu Sapangrani dan Mpu Sapahadi. (Lihat: Koesni, Pakem Pengetahuan tentang Keris, Aneka, Semarang, 1979.)
Keris-keris pusaka atau keris-keris sakti yang ada di Majapahit kala itu semuanya merupakan produk atau hasil karya dari ketujuh Mpu keris tersebut.

Nah, dari ketujuh Mpu kenamaan Majapahit itu tidak seorang pun diketahui sebagai pembuat Keris Taming Sari, atau keris yang semula dimiliki oleh lelaki bernama Taming Sari tersebut.

Mpu Domas misalnya, salah satu keris kenamaan hasil buatan atau tempaannya bernama Kyai Gajah. Mpu Suradriya menghasilkan sejumlah keris, tapi tak ada yang kemudian dikenal dengan nama Taming Sari. Mpu Pujadewa membuat dua keris kenamaan, yakni Keris Kyai Gagakngore dan Keris Kyai Ganjawisa.

Kemudian Mpu Pujasekti menghasilkan keris pusaka yang bernama Kyai Keblabak. Mpu Supadriya membuat keris bernama Kyai Ganjawisa. Mpu Sapangrani di masa kejayaan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada telah membuat dua keris pusaka, Kyai Tohjiwa dan Kyai Wungkul. Sedangkan Mpu Sapahadi telah menghasilkan dua keris pusaka kenamaan, yakni Keris Kyai Blawong dan Keris Kyai Buntu.

Dari referensi keris-keris di Jawa, dari masa Majapahit hingga kini, sepertinya tidak pernah ditemukan adanya keris bernama Taming Sari yang berasal dari Majapahit. Juga tidak ada referensi tentang kenyataan bahwa Keris Taming Sari merupakan hasil karya Mpu di Majapahit.

Simak juga:  Gula Jawa, Penyambung Kehidupan di Wates, Matren, Pacitan

Ki Juru Bangunjiwa, seorang pengamat dan pakar perkerisan di Yogyakarta, ketika bertemu penulis belum lama ini juga menyatakan keraguannya bahwa Keris Taming Sari itu berasal dari Majapahit.

Ki Juru Bangunjiwa yang telah menulis sejumlah buku tentang keris, di antaranya “Keris Tosan Aji Jimat Ngucap Pusaka Kandha”, “Misteri Pusaka-pusaka Soeharto”, “Keris Gagrak Keraton Ngayogyakarta”, dan “Kitab Lengkap Keris Jawa, Dimensi Spiritual Nusantara” itu menyatakan, di dalam referensi keris-keris di Jawa tidak ditemukan nama Keris Taming Sari berasal dari Majapahit. Dan, ia membenarkan bahwa pernyataan yang menyebutkan Keris Taming Sari itu berasal dari Majapahit memang hanya ada di dalam buku Hikayat Hang Tuah saja.

 

Hanya Dalam Legenda
Pernyataan yang menyebutkan Keris Taming Sari berasal dari Majapahit, hanya ada di dalam legenda kisah Hang Tuah atau dalam Hikayat Hang Tuah.
Hikayat Hang Tuah disebut sebagai roman sejarah atau kisah legenda yang menampilkan ketokohan seseorang bernama Hang Tuah.

Kisah legenda atau hikayat apa pun memang sering mencampuradukkan antara sejarah, mitos, kisah-kisah fiktif, dan semacamnya. Tekanan pada keinginan untuk melebih-lebihkan, membesar-besarkan, dan mendramatisir kehebatan seorang tokoh akan banyak ditemukan pada kisah-kisah legenda atau hikayat. Termasuk di antaranya Hikayat Hang Tuah.

Dapat diduga, penyebutan bahwa Keris Taming Sari itu berasal dari Majapahit di dalam Hikayat Hang Tuah oleh penulisnya bukanlah tanpa alasan. Setidaknya ada dua alasan. Pertama, untuk menunjukkan kehebatan Hang Tuah yang sudah berhasil mengalahkan seseorang bernama Taming Sari yang mengaku sebagai kesatria Majapahit, dan kemudian memiliki keris tersebut. Kedua, untuk menunjukkan betapa hebat dan saktinya Keris Taming Sari.

Majapahit merupakan kerajaan besar yang menguasai Nusantara. Sebagai kerajaan besar dan berpengaruh tentulah Majapahit memiliki senjata-senjata pusaka yang sakti-sakti dan terkenal kehebatannya, di antaranya Keris Taming Sari itu. Karena keris itu berasal dari Majapahit, maka dapat dipastikan keris tersebut memiliki kesaktian dan kehebatan yang dahsyat. * (Sutirman Eka Ardhana)

1 komentar

  1. Ini tulisan maunya apa ? di akhir tulisan menyebutkan Keris hanya ada dalam legenda Hang Tuah. Ya sudah, Ada. Malaysia dan Indonesia itu serumpun, Hang Tuah dan Taming Sari pun membuktikan ada ikatan yang erat.

    Jangan di campuradukkan cerita2 patih Gajah Mada menghadang tamu. Dengan mengikat tali pernikahan antara Melaka dan Majapahit bukankah termasuk dalam cita2 Gajah Mada ingin menyatukan Nusantara ?

    Masih ada Adat di Nusantara/Indonesia kalau orang ingin meminang (Sekedar adat), musti mengalahkan jagoan di kampung nya dulu. Pertarungan seperti itu memang untuk unjuk kesaktian.

    Trus bukti cerita/mitos/legenda yang mengatakan Taming Sari itu buatan Melaka atau Hang Tuah, mana ?
    Bikin tulisan musti banyak referensi, bung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *