Selasa , 28 September 2021
Beranda » Peristiwa » RUA Satupena Lancar, Kepengurusan Akan Disusun Formatur
Penyair Sutardji Calzoum Bachri semarakkan RUA Satupena dengan membaca puisi. (Ist)

RUA Satupena Lancar, Kepengurusan Akan Disusun Formatur

ACARA Rapat Umum Anggota (RUA) Satupena secara virtual berlangsung lancar dan khidmat. Diikuti lebih 200 anggota, RUA yang berlangsung Minggu, 15 Agustus itu membahas masalah Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Satupena pimpinan Ketum Nasir Tamara, Perubahan AD, Pembentukan Dewan Formatur dan Pengumuman 12 Penulis Penerima Anugerah Satupena.
Acara turut dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoim Bachri yang sangat memukau peserta.

Ketum Satupena Nasir Tamara membuka acara RUA dengan perasaan bangga karena telah dapat mengantarkan perjalanan Satupena selama 4 tahun ini, sampai pada masa akhir kepemimpinannya pada acara RUA yang menjadi tonggak pergantian pengurus dan regenerasi di tubuh Satupena.

Pada kesempatan yang sama, Nasir Tamara menyampaikan pertanggungjawaban Pengurus Satupena yang diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta. Berbagai capaian keberhasilan disampaikan Nasir antara lain mendaftarkan organisasi Satupena di Kemkumhan, pengesahan AD/ AR, kerjasama dengan sejumlah lembaga seperti Perpusnas dan lainnya, upaya pemberantasan pembajakan buku, upaya pembebasan pajak penulis yang dijanjikan Menkeu Sri Mulyani disamakan dengan UMKM.

Simak juga:  DENNY JA: Para Penulis, Dari Aceh Hingga Papua, Berhimpunlah!

“Masih ada program yang belum berhasil diwujudkan karena adanya pandemi Covid-19 yakni mendirikan lembaga pendidikan tinggi kepenulisan yang rencananya dibangun di Yogyakarta,” kata Nasir.


Perubahan Anggaran Dasar

Dalam acara RUA dengan pimpinan sidang Ajisatria Suleiman ini disampaikan hasil kerja Tim Evaluasi AD. Pembahasa soal ini berjalan cukup ketat dan hangat karena banyak peserta yang menanggapi isi AD tersebut. Hampir satu jam pembahasan AD ini berlangsung akhirnya dapat mengambil keputusan yakni Pengurus dipilih oleh Dewan Formatur dan angggota formatur dapat menjadi pengurus (namun tidak wajib). Selain itu jumlah anggota formatur sekurang-kurangnya 5 orang dan sebanyak-banyaknya 9 orang.

Dalam AD ditetapkan masa jabatan Ketum 5 tahun dan dapat dipilih sebanyak dua kali. Begitu pula istilah Rapat Umum Anggota diganti menjadi Kongres, dengan fungsi mengganti pengurus dan perubahan AD. Sedangkan Rapat Anggota Tahunan, diganti dengan istilah Rapat Kerja Nasional dengan fungsi menyusun program kerja tahunan.

Selanjutnya disepakati istilah Dewan Pembina diganti menjadi Dewan Penasehat. Terakhir, Badan Pengurus dapat menetapkan perwakilan atau koordinator di daerah.

Simak juga:  TVRI dan Asian Games

 

Dewan Formatur
Guna keberlangsungan kepengurusan, RUA berhasil membentuk Dewan Formatur yang bertugas dalam menyusun kepengurusan Satupena periode 2021-2026. Dewan Formatur beranggotakan sejumlah sembilan orang yakni Nasir Tamara, Denny JA, Chappy Hakim, Ilham Bintang, Wina Armada, Prof. Azyumardi Azra, Inda C. Noerhadi, Prof Didin Damanhuri dan Swary Utami Dewi.

Dewan Formatur ini telah mencerminkan keterwakilan wilayah, gender, senioritas-yunioritas dan aspek lainnya. Masa kerja Dewan Formatur ditetapkan selama seminggu untuk menghasilkan susunan kepengurusan Satupena yang baru.

Pada RUA tadi dilakukan serah terima kepengurusan sementara dari Ketum lama Nasir Tamara kepada Dewan Formatur yang diwakili oleh Chappy Hakim. * (SEA/R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *