Jumat , 18 Juni 2021
Beranda » Humaniora » Aipda Dwi Cipto: PSM Harus Peka dengan Masalah Keamanan di Wilayah
Aipda Dwi Cipto ketika berbicara di depan pengurus IPSM Kelurahan Tegalpanggung. (Sea)

Aipda Dwi Cipto: PSM Harus Peka dengan Masalah Keamanan di Wilayah

BHABINKAMTIBMAS Kelurahan Tegalpanggung, Aipda Dwi Cipto, meminta anggota Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) tidak hanya menaruh kepedulian, tanggap dan peka pada persoalan sosial saja. Tetapi PSM juga harus tanggap dan peka terhadap masalah-masalah hukum atau keamanan yang muncul di masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Aipda Dwi Cipto selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Tegalpanggung di depan pengurus IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat) Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Yogyakarta, periode 2021-2024, yang dikukuhkan Rabu, 19 Mei 2021. Pengukuhan dilakukan PLT Lurah Tegalpanggung, May Christianti Sudarmono, SH, di Kantor Kelurahan setempat.

Menurut Aipda Dwi Cipto, permintaan dan harapan agar PSM juga tanggap dan peka pada masalah-masalah keamanan atau hukum di masyarakat bukanlah sesuatu yang berlebihan. Permintaan itu wajar disampaikan mengingat selama ini PSM sering bertemu atau berada di tengah-tengah masyarakat, terutama ketika sedang menjalankan tugas serta kerja sosialnya.

Harus Punya Kepedulian
Dikemukakan Aipda Dwi Cipto, disamping persoalan-persoalan sosial, di tengah-tengah masyarakat, seperti halnya di wilayah Kelurahan Tegalpanggung, juga sering muncul persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah hukum atau keamanan.

Simak juga:  Valentine Ambyar di Sastra Bulan Purnama

“Masalah-masalah hukum atau keamanan yang muncul di wilayah itu di antaranya penyalahgunaan narkoba, KDRT, pelecehan, tindak kekerasan seperti penganiayaan atau tawuran, perjudian, dan lainnya lagi. Nah, PSM khususnya di Kelurahan Tegalpanggung harus punya kepedulian terhadap hal-hal pelanggaran hukum atau perbuatan melawan hukum tersebut. Harus tanggap dan peka,” ujar Aipda Dwi Cipto.

Jika menemukan hal-hal seperti itu, ia meminta agar PSM segera melakukan langkah-langkah positif dan taktis. Setidaknya PSM harus melaporkan hal itu ke aparat keamanan atau Bhabinkamtibmas, agar segera diselesaikan atau ditangani secara hukum.

 

Ingatkan atau Laporkan
“Jadi, sebagai langkah preventif, PSM bisa dan berhak mengingatkan warga masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar atau bertentangan dengan hukum. Tapi bila tidak bisa diingatkan, atau bahkan perbuatan melawan hukum itu tetap terjadi, ya laporkan saja ke aparat berwenang. Bisa ke saya selalu Bhabinkamtibmas, atau ke Polsek,” pinta Aipda Dwi Cipto.

Dua hal yang setidaknya bisa dilakukan PSM bila menemukan persoalan hukum di wilayah, yaitu mengingatkan dan melaporkan.

Simak juga:  May Christianti, SH: PSM Mitra Kerja Pemerintah Dalam Tangani Masalah Sosial

“Bila ternyata memang tak bisa diingatkan, ya, laporkan. Pokoknya PSM tak boleh diam bila menemukan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan hukum tersebut,” katanya lagi.

Dikatakan Aipda Dwi Cipto, bila semua pihak, semua lembaga termasuk PSM, di Kelurahan Tegalpanggung saling bahu-membahu, saling bekerjasama dalam mengatasi berbagai persoalan hukum dan sosial yang ada di masyarakat, maka tatanan kehidupan masyarakat yang nyaman dan aman pasti akan terwujud.

“Saya berharap PSM bisa menjadi mitra Bhabinkamtibmas, mitra polisi, dan mitra aparat lainnya, dalam mewujudkan kondisi yang nyaman dan aman di Kelurahan Tegalpanggung,” pinta Aipda Dwi Cipto lagi. * (Sutirman Eka Ardhana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x