Jumat , 18 Juni 2021
Beranda » Humaniora » Prinsip Dasar Manajemen Media Massa
Ilustrasi koran, tv dan radio. (Diskominfo Kab. Natuna)

Prinsip Dasar Manajemen Media Massa

DI dalam “Kamus Bahasa Indonesia Lengkap” disebutkan, manajemen adalah proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. (Lihat: Drs. Soeharso, Dra. Ana Retnoningsih, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, Grandmedia Pustaka, 2007).
Tetapi Henry Fayol telah memberi definisi manajemen yang lebih jelas dan lengkap. Menurut Fayol, manajemen adalah proses menginterpretasikan, mengkoordinasikan sumber daya, sumber dana, dan sumber-sumber lainnya untuk mencapai tujuan dan sasaran melalui tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan penilaian. (Lihat: Drs. Totok Djuroto, M.Si, Manajemen Penerbitan Pers, Rosda, 2000).

Fayol mengemukakan adanya 24 azas dalam manajemen. Ke-24 azas itu meliputi:
1. Pembagian tugas.
2. Wewenang dan tanggung jawab.
3. Disiplin.
4. Kesatuan perintah.
5. Kesatuan pengarahan.
6. Ketertiban.
7. Keadilan.
8. Prakarsa.
9. Stabilitas masa jabatan.
10. Kesatuan.
11. Jenjang kepangkatan.
12. Penggantian wewenang.
13. Pemindahan wewenang.
14. Pengutamaan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.

 

POAC dan POSDCORB
Untuk mempermudah pencapaian target manajemen itu, ke-14 azas tersebut kemudian diringkas oleh Fayol menjadi empat fungsi manajemen, yang disingkat POAC, yakni Planning, Organizing, Acting dan Controlling.
Planning, merupakan penetapan tujuan, penetapan aturan, penyusunan rencana dan sebagainya.
Organizing, merupakan pembentukan bagian-bagian, pembagian tugas, pengelompokan pegawai, dan lain-lain.
Acting, merupakan aktivitas melaksanakan tugas, memproduksi, mengemas produk, menjual produk, dan lainnya.
Controlling, merupakan aktivitas melihat pelaksanaan tugas, menyeleksi produk, mengevaluasi penjualan, dan sebagainya.

Tetapi POAC yang dikenalkan Henry Fayol itu dipandang belum lengkap oleh Luther Gulick. Gulick kemudian melengkapi fungsi manajemen itu dengan Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan Budgeting, yang disingkat POSDCORB.
Planning, artinya merencanakan pekerjaan. Organizing, artinya mengorganisasikan pekerjaan. Staffing, mengisi pegawai atau tenaga kerja. Directing, memberikan wewenang kepada orang-orang tertentu untuk memimpin perusahaan. Coordinating, menyatukan persepsi atau pengertian (pemahaman) antar bagian dalam suatu pekerjaan terhadap langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai sasaran atau produk. Reporting, membuat laporan tentang hasil pekerjaan. Budgeting, menentukan pembiayaan yang diperlukan dalam mengoperasionalkan pekerjaan. (Totok Djuroto, 2000).

Proses kerja Manajemen Media Massa memberlakukan prinsip-prinsip manajemen seperti yang dikemukakan Henry Fayol maupun Luther Gulick tersebut. Jadi, baik POAC yang dikemukakan Henry Fayol atau pun POSDCORB dari Luther Gulick, telah digunakan dalam proses kerja Manajemen Media Massa.

Simak juga:  Suatu Ketika, Perjalanan ke Merbabu

 

Media Sebagai Industri Bisnis
Prinsip dasar Manajemen Media Massa dewasa ini tidak bisa lepas dari konsep dasar manajemen seperti yang dikemukakan Henry Fayol dan Luther Gulick tersebut. Apalagi dalam beberapa dasawarsa terakhir, media massa di Indonesia telah berkembang pesat sebagai usaha atau industri bisnis.
Dewasa ini media massa tidak lagi bisa dikelola dengan manajemen sederhana atau manajemen apa adanya. Di era bisnis, media massa merupakan usaha bermodal besar. Sebagai usaha bermodal besar, maka media massa haruslah dikelola atau dimenej dengan tatanan kerja yang profesional. Bila ingin berhasil, maka media massa tidak hanya dikelola secara profesional saja, tetapi juga dimenej dengan manajemen modern sesuai era perkembangan teknologi digital yang pesat.

Idealisme sebagai Pers Perjuangan yang ada pada pra dan pasca kemerdekaan, kemudian di era Orde Baru beralih ke Pers Pembangunan telah tergusur dengan mengemukanya kepentingan bisnis. Media massa kemudian ramai-ramai bersaing di ranah industri atau bisnis. Dan yang terjadi kemudian, bisnis seakan menjadi pilihan utama dibanding fungsi-fungsi media massa lainnya.
Bersaing di ranah bisnis bagi media massa atau media pers di Indonesia sekarang adalah suatu keharusan bila ingin berhasil atau survive. Karena media massa atau media pers di Indonesia sekarang tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan alat kontrol sosial, tetapi juga berfungsi sebagai lembaga ekonomi, sosial dan budaya.
Penegasan sebagai lembaga ekonomi, sosial dan budaya itu terdapat di dalam UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dan UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran.

Pasal 3 UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers itu misalnya, menyebutkan:
(1) Pers Nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial.
(2) Disamping fungsi-fungsi tersebut ayat (1), Pers Nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.
Ketika media massa atau media pers berubah menjadi industri atau usaha bisnis, maka media massa tidak lagi bisa dimenej dengan model manajemen sederhana. Media massa harus dikelola dengan manajemen profesional dan berkualitas atau tertata, sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen dalam usaha bisnis modern lainnya.

Simak juga:  Jurnalisme Corong (2) : Jurnalisme Saling Serang

 

Target Bisnis Media Massa
Manajemen Media Massa adalah merupakan cara, langkah dan strategi dalam mengelola, mengembangkan, menegakkan dan merancang media massa untuk meraih atau mencapai target serta sasaran yang ingin diraih.
Ada tiga hal utama yang menjadi bidang garap Manajemen Media Massa. Ketiga bidang garap Manajemen Media Massa tersebut meliputi:
1. Manajemen Redaksi (meliputi Sumber Daya Manusia dan manajemen kerja).
2. Manajemen Produksi (meliputi isian atau tayangan).
3. Manajemen Usaha (meliputi promosi, sirkulasi, iklan, pemasaran, dan lain-lain).

Prinsip Manajemen Media Massa, baik itu media massa cetak maupun media elektronika (penyiaran) dewasa ini adalah menciptakan atau melaksanakan suatu tatanan dan proses mekanisme kerja dalam meraih keberhasilan bisnis.
Keberhasilan di sisi bisnis akan menjadi kekuatan utama bagi media massa dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya.
Bagi media massa cetak, keberhasilan bisnis itu akan tercapai bila:
1. Oplaghnya (jumlah yang diproduksi) besar, dan tingkat penjualannya tinggi, tuturnya kecil.
2. Pelanggan dan pembacanya banyak.
3. Iklannya banyak.
4. Sirkulasi lancar
5. Keuntungan besar atau tinggi.

Sedang bagi media massa elektronika atau penyiaran, keberhasilan bisnis itu akan tercapai bila:
1. Tayangan-tayangan atau produksi-produksi acaranya disukai publik, banyak ditonton, dan ratingnya tinggi.
2. Iklan dan sponsor-sponsor tayangannya banyak.

Oleh karena itu prinsip Manajemen Media Massa Cetak tidak pernah bergeser dari target atau keinginan:
1. Meraih oplagh besar.
2. Meraih tingkat penjualan yang tinggi.
3. Meraih pelanggan dan pembaca sebanyak-banyaknya.
4. Meraih iklan yang banyak atau besar.
5. Meluasnya wilayah edar atau wilayah pemasaran.
6. Kelancaran sirkulasi.
7. Mendapatkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat.
Demikian pula Manajemen Media Massa Penyiaran tidak pernah bergeser dari target atau keinginan:
1. Menghasilkan tayangan-tayangan atau memproduksi acara-acara yang digemari publik, sehingga mendapatkan rating tinggi.
2. Meraih atau mendapatkan iklan dan sponsor-sponsor tayangan sebanyak mungkin.
3. Meluasnya wilayah pancaran siaran.
4. Mendapatkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat.

Bila semua hal itu tercapai, maka media massa akan mendapatkan atau memiliki eksistensi yang berharga di publik atau masyarakat. * (Sutirman Eka Ardhana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x