Sabtu , 16 Oktober 2021
Beranda » Humaniora » Podcast, Pilihan Jitu Sebagai Dakwah Kreatif di Tengah Pandemi
LIM Podcast Ponpes Lirboyo. (Ist)

Podcast, Pilihan Jitu Sebagai Dakwah Kreatif di Tengah Pandemi

MASA pandemi ini mendorong urgensi pendakwah untuk segera mangambil langkah start memasuki era digital, memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi secara optimal, menjadi alternatif pergeseran pola dakwah. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para da’i yang baru memulai melakukan syiar agama secara virtual. Namun, di satu sisi merupakan peluang besar dalam memperluas jangkaun jamaah lintas daerah di Indonesia.

Dakwah secara virtual menjadi pilihan media yang terbaik saat ini, untuk mencegah penularan Virus Covid-19 yang lebih meluas. Dakwah ini tidak seperti umumnya yang biasa menggunakan tempat yang luas dan membutuhkan biaya yang besar. Dakwah virtual cukup menggunakan platform media sosial dan yang terbaik saat ini adalah melalui channel Youtube. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Selalu ada hikmah yang dipetik, dibalik semua musibah yang terjadi. Ketika segala akses dakwah lama dibatasi, para da’i-da’i muda terus mendobrak gagasan cemerlang agar tetap menyiarkan ajaran agama Islam. Lembaga Ittihadul Mubalighin (LIM) Pondok Pesantren Lirboyo akhirnya menuai terobosan baru untuk syiar agama, mereka mencoba berdakwah melalui podcast.

 

Apa itu Podcast?

Podcast ialah rekaman diskusi audio tentang beragam topik menarik, seperti perjalan,  biografi, pendidikan, ekonomi dan masih banyak lagi, yang dapat didengarkan. Podcast berbentuk siaran radio, biasanya sering ditemukan di aplikasi Spotify dan Itunes. Tapi akhir-akhir ini podcast merambah di channel Youtube.

Podcast sekarang tidak hanya untuk sekadar hiburan semata, tetapi juga bisa dijadikan alternatif media berdakwah ditengah keterbatasan akses sosial keagamaan saat ini. Seperti terobosan baru yang dilakukan oleh Lembaga Ittihadul Mubalighin (LIM) yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang bergerak di bidang kegamaan. Tempat ini berada di lantai dua rusunawa Lirboyo.

Simak juga:  Keris Taming Sari Benarkah Berasal Dari Majapahit?

Pada mulanya, ide menggunakan podcast muncul karena melihat adanya pandemi yang berbulan-bulan membatasi akses mobilitas manusia saat ini. Para pendakwah tidak memungkinkan lagi untuk melaksanakan syiar agama dengan metode lama yang berpotensi mengumpulkan massa yang banyak. Akhirnya satu-satunya cara agar dakwah tetap berjalan lewat media yaitu melalui podcast di channel Youtube.

Lembaga Ittihadul Mubalighin (LIM) berdiri sejak tahun 2003, yang pastinya ilmu keagamaanya sudah sangat mumpuni dan dijamin kredibilitasnya. Lembaga ini juga telah banyak berkontribusi kepada masyarakat dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Peluncuran media podcast ini membuat stigma bahwa santri juga bisa bersaing dan kompeten di era industri digital 4.0.

Setelah ide pembuatan media dakwah kreatif terumus oleh 11 santri, selanjutnya mereka mulai menyiapkan peralatan dan tempat studio untuk rekaman, seperti kamera, mikrofon, dan mixer audio. Setelah siap semua, mulailah mereka meluncurkan channel Youtube yang bernama LIM Production dan tayangan podcast dakwah bisa ditonton di channel tersebut.

Hingga sampai sekarang sudah ada 44 konten video yang sudah diupload oleh mereka. Pertama kali tayang pada bulan Mei 2020,  sudah banyak yang menonton sekitar 2000 sampai dengan 3000 view dan subcriber ada 1500, ini angka sangat fantastis melihat banyak penonton antusias belajar di chanel LIM production.

Pada proses awal pengambilan gambar, masih ada beberapa kendala yang terjadi, seperti perasaan grogi saat berbicara di depan kamera. Hal ini maklum karena mereka masih baru pertama kali akting. Tapi setelah berulang-ulang kali latihan mereka menjadi terbiasa.

 

Kenapa Tidak Media Lain?

Kenapa harus podcast? Kenapa tidak media lain? Hal ini tentu sudah banyak pertimbangan sebelumnya. Alasannya yang paling mendasar karena sasarannya adalah anak- anak muda, kemana-mana pasti mereka selalu membawa smartphone dan menonton aplikasi Youtube. Di situlah awal ide pembuatan podcast muncul.

Simak juga:  Lurah Tegalpanggung Sapa Warga Demi Jauhkan Virus Covid-19

Media podcast dipilih karena ini adalah metode terbaik untuk saat ini, para penonton akan merasa diajak berdiskusi dan berpikir lebih kritis tentang keagamaan. Tidak seperti kultum pada biasanya, yang cenderung pembicaraannya satu arah. Topik pembahasan di dalamnya beragam, mulai dari fiqih ibadah hingga problematika kehidupan sehari-hari. Karena membawa nama baik Pondok Pesantren Lirboyo, narasumber yang diundang Tim LIM Production sangat berkompeten bidangnya, seperti Gus Abdurrahman Kafabih, Gus Vawrak Tsabat, Gus Adibussholeh  Anwar dan masih banyak lagi. Beberapa judul yang dibawakan seperti  “Nikah dulu atau sukses dulu”, “Hikmah di balik wabah”, “Memilih jodoh” dan lain-lain. Tantangan terbesar dalam membuat sebuah konten dakwah ialah meraih viewer. Dari sisi ini, video mereka masih kalah dengan konten yang bersifat hiburan dan kontroversial.

Terobosan baru yang diaktualisasikan Lembaga Ittihadul Mubalighin (LIM) Pondok Pesantren Lirboyo menuai banyak respon positif, dan para penonton juga merasa antusias atas peluncuran podcast dakwah ini. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu penonton dengan akun bernama Syarif Hakim yang menulis di kolom komentar, “Sangat menginspirasi”.

Semoga apa yang dilakukan oleh Lembaga Ittihadul Mubalighin (LIM) Pondok Pesantren Lirboyo dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, untuk hadir lebih dekat kepada umat dalam mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin melalui media sosial.  *** [Rizki Okta Pradana]

 

         * Rizki Okta Pradana, lahir di Jember, Jawa Timur, 19 Oktober 1998. Kini sedang menuntut ilmu di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam [KPI] Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Motto hidup: Urip iku urup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *