Minggu , 25 Juli 2021
Beranda » Kesehatan » Pejuang Garda Terdepan Kala Pandemi
Para pejuang garda terdepan melawan pandemi. (beritasatu.com)

Pejuang Garda Terdepan Kala Pandemi

PANDEMI Covid-19 yang melanda dunia membawa banyak kecemasan terhadap masyarakat. Banyak yang merasa takut akan penularannya. Ditambah lagi dengan adanya berita yang simpang siur datang di depan mata. Situasi yang tidak menentu mejadikan keadaan semakin mencekam serta bertambahnya rasa takut yang menghampiri jiwa setiap orang.

Di tengah situasi yang begitu rumit, tenaga medis menjadi pejuang di garda terdepan. Urusan pribadi mereka kesampingan demi kepentingan orang lain. Keluarga untuk sementara mereka tinggalkan demi orang lain yang membutuhkan pertolongan. Dengan sabar dan jiwa yang besar mereka berusaha pandemi yang terjadi.

Menjadi garda terdepan membutuhkan nyali dan keyakinan yang kuat. Semua ketakutan dan kekhawatiran dibuang jauh-jauh demi menjalankan tugas yang telah mereka emban. Konsekuensi yang berat mereka terima, salah satunya merelakan waktu bersama keluarga tercinta. Untuk sekadar mendengar suara serta melihat wajah keluarga tercinta,  mereka hanya bisa melakukan lewat panggilan video.

Setiap harinya mereka berjuang dengan resiko yang besar. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Berbicara mengenai keluhan, tentu akan banyak keluhan yang terlontar dari bibir mereka. Namun apa gunanya jika terus mengeluh tanpa melakukan sebuah tindakan, tentu usaha yang telah dilakukan selama ini akan menjadi suatu hal yang percuma.

Simak juga:  Tetap Manis di Kala Pandemi

 

Tanggung Jawab Besar

Tangung jawab yang mereka pikul sangatlah besar. Melawan ancaman virus yang bersarang di tubuh pasien, yang setiap harinya hilir mudik berdatangan ke tempat perawatan. Tanpa kenal lelah mereka terus membantu. Dalam merawat pasien juga tak boleh sembarangan. Mereka harus memperhatikan langkah-langkah yang tepat dalam perawatannya. Salah satu yang harus di lakukanya itu dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Alat Pelindung Diri (APD) menjadi alat bantu yang mereka gunakan untuk menjadi pelindung mereka ketika sedang bekerja. Mereka rela menahan berat serta panas yang mendera sekujur tubuh mereka. Keringat yang bercucuran pada tubuh mereka tak mematahkan semangat mereka untuk terus berjuang guna usaha menyelamatkan nyawa orang lain. Meski terkadang mereka merasa tidak nyaman dan kesulitan dalam bergerak, mereka harus tetap mengenakannya setiap saat ketika sedang bekerja. Karena penggunaannya hanya sekali, mereka baru bisa makan atau pun minum ketika mereka telah selesai, tidak di perbolehkan makan atau pun minum ketika tengah memakainya, sebab tidak ada yang tahu keberadaaan virus tersebut.

Berbagai apresiasi telah banyak diberikan atas jasa yang telah dilakukan. Merawat pasien yang membutuhkan di kala pandemi ini menjadi tanggung jawab utama bagi tenaga medis. Mereka rela mempertaruhkan kesehatan mereka sendiri demi kesehatan orang lain.

Simak juga:  Erupsi Abu Gunung Agung Setinggi 1.500 Meter, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Imbauan yang terus digaungkan oleh Pemerintah untuk tetap di rumah saja merupakan langkah yang tepat untuk menekan agar virus tidak semakin menular, sehingga dapat mengurangi angka positif dari orang yang terjangkit virus Corona. Dengan mematuhi aturan pemerintah, setidaknya kita telah membantu meringankan tugas tenaga medis dalam mengatasi pengurangan jumlah pasien postif covid. Jangan panik dan tetap tenang serta menjaga kesehatan dan selalu memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan memakai sabun, itulah yang harus dilakukan. *** [Kibtatun Amalia Putri]

 

         * Kibtatun Amalia Putri, lahir pada 27 Juni 1999 di kota Pacitan, Jawa Timur. Dulu waktu di bangku SMP suka menulis, namun ketika menginjak SMA rasa suka itu kian pudar, hingga akhirnya selama tiga tahun itu ia benar-benar berhenti menulis. Suka membaca, seperti bacaan yang menceritakan tentang sejarah. Kini menuntut ilmu di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam [KPI] Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x