Minggu , 7 Maret 2021
Beranda » Humaniora » Millenial Peduli, Antusias Kumpul Donasi Untuk Lawan Pandemi
(Freepik.com)

Millenial Peduli, Antusias Kumpul Donasi Untuk Lawan Pandemi

Jika Anda tidak dapat melakukan hal-hal besar, lakukan hal-hal kecil dengan cara yang hebat. [Napoleon Hill]

SEDIKIT kutipan dari tokoh inspiratif asal Amerika Serikat yang menjadi salah satu produser genre sastra kesuksesan pribadi modern pertama. Kutipan menyentuh jiwa, yang cocok kita jalankan, terlebih di situasi pandemi saat ini. Pasalnya kita belum terlepas dari bahaya virus covid-19 yang mengintai kita di mana dan kapan saja.

Di situasi pandemi akibat merebaknya virus Covid-19 di Indonesia. Membuat banyak masyarakat geram akan kehadirannya. Banyak korban yang tumbang akibat virus yang mematikan ini, ekonomi yang terhambat, sekolah-sekolah, juga pergelaran kesenian ditutup, aktivitas dibatasi, dan hal lainnya yang banyak merugikan berbagai pihak bahkan tidak hanya di Indonesia namun seluruh dunia. Angka kasusnya yang terus bertambah setiap hari. Tentu, membuat banyak orang selalu bertanya, kapankah hal ini akan berakhir?

Kita sedang gencar-gencarnya untuk tetap bertahan hidup, menjalani segala aktivitas seperti biasanya, walau ada ketentuan yang sungguh sangat baru di kehidupan kita. Biasanya kita dapat leluasa bekerja, belajar, rekreasi bersama keluarga ke taman hiburan atau berkumpul bersama teman di kala dirundung pilu. Namun saat ini, semua terasa sirna, dan ada yang hilang dari sebagaian kehidupan umat manusia. Kita harus berdiam di rumah, memanfaatkan pertemuan virtual dan segalanya bersangkutpaut dengan teknologi.

Walaupun begitu musibah merupakan bentuk ujian yang diberikanTuhan kepada kita. Atau mungkin sebagai ajang berbenah diri atas sikap, perilaku yang tanpa kita sadari menyakiti sesama makhluk hidup entah alam, hewan dan tumbuhan.

 

Teknologi Instagram

Sejak Covid-19 menyerang Indonesia, banyak dari berbagai kalangan muncul untuk memberikan sumbangan donasi kepada mereka yang terdampak virus. Salah satunya platform Millenial Peduli.id memanfaatkan teknologi Instagram untuk menarik minat masyarakat dalam berdonasi. Hasil dari donasi tersebut akan disumbangkan, baik kepada elemen masyarakat dan pahlawan garda terdepan  kita petugas medis tercinta.

Wilton, selaku ketua gerakan donasi tersebut menyatakan misi utama platform ini agar bisa membantu instansi kesehatan dalam hal sarana dan prasarana terkait pencegahan virus Covid-19. Sumbangan mulai dari APD (Alat PelindungDiri), masker, hand sanitizer, dan alat rapid test yang sudah sesuai dengan anjuran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Salah satu rumah sakit yang dikunjungi Millenial yaitu, Puskesmas Kalijudan, Surabaya, Jawa Timur. Nampak raut wajah senang dari petugas medis dan Kepala Puskesmas walau tertutup dengan masker. Ada secercah harapan yang muncul bahwa masih banyak orang yang sangat peduli di dunia ini.

Hati manusia tidaklah terbuat dari batu, segala musibah yang menimpa sanak saudara kita pasti akan muncul rasa iba, prihatin, rasa tolong-menolong, rasa peduli, rasa ingin berbagi dan semua rasa yang hadir untuk memberikan kasih sayang dan cinta kepada mereka. Satu langkah kecil kita pun sangat berarti, yang bisa kita lakukan adalah dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak ketika berpergian. Wahai Corona, jika habis masamu, maka semua akan gembira, dan mulai mengembangkan senyum bahagia.

 

Bentuk Dakwah

Seruan langkah berdonasi, merupakan salah satu bentuk dakwah kita sebagai umat manusia. Dakwah bukan melulu membahas agama aja. Tetapi bagaimana kita dapat mengajak seseorang untuk berbuat kebaikan dan mau melaksanakan salah satu Sunnah Rasul yaitu bersodaqoh. Dengan hal ini, tanpa kita sadari mereka sudah mengamalkan kebaikan dan terjun langsung ke masyarakat.

Semua ini adalah bentuk kepedulian Millenial sebangsa dan setanah air. Maka dari itu, segala bentuk kekuatan baik materil dan non materil sungguh sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.

Salah satu organisasi sosial yang memang baru terbentuk sejak 09 April 2020 ini, sungguh memiliki rasa solidaritas yang baik. Berbekal handphone dan ajakan untuk berdonasi bagi salah satu garda terdepan kita di beberapa rumah sakit dan Puskesmas. Ia mampu melakukan satu langkah kecil dan menuai dampak besar untuk membantu perjuangan tim medis Covid-19 dan seluruh masyarakat.

Satu hal lagi Millenial mengajak masyarakat untuk yakin, bahwa Pemerintah pun juga sedang berusaha agar segala penderita anak akibat corona virus dapat segera berakhir. Maka penting bagi kita menghargai perjuangan pahlawan tim medis yang mungkin rela tidur saat larut malam, atau bahkan tidak sama sekali demi membantu penyembuhan pasien Covid. Maka baiknya kita tetap mengikuti aturan yang telah berlaku ketika berpergian dan memilih diam di rumah saja jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Banyak juga kisah sedih yang sering kita dengar, mereka para tim medis yang jauh dari sanak keluarga, tidak bisa pulang ke rumah, atau bahkan sempat dikucilkan di kampung tempat mereka sendiri tinggal. Sungguh miris jika kita tetap bersikap seperti itu. Sisi kemanusiaan kita adalah hal utama untuk menjaga hubungan yang baik antar manusia. Bukan malah untuk saling menyakiti dan mengucilkan.

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan, sayang engkau tak duduk disampingku kawan, banyak cerita yang mestinya kau saksikan di tanah kering bebatuan. Lirik lagu ciptaan Ebiet. G Ade ini  dirasa mampu membawa suasana yang menggambarkan kondisi tenaga medis saat ini. Saat kekhawatiran, rasa takut, lelah, kewajiban, juga kehidupan pribadinya yang mulai tergerus demi kepentingan masyarakat banyak. Bahkan tak ada waktu untuk berbagi cerita.

Kita tak pernah tahu di balik APD apakah ia sedang menangis, bahagia, atau tertawa. Satu-satunya jalan ia untuk berkeluh kesah adalah kembali ke Rahmat Tuhan. Memohon segala doa dengan uraian air mata. Agar segala penderitaan dapat segera dicabut dan kita semua dapat menuai senyum indah kembali. *** [Nur Rofiq Aisiyah]

 

         *** Nur Rofiq Aisiyah, gadis kelahiran Denpasat, Bali, 29 Oktober 1999 ini mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam [KPI] Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia aktif di dunia kepenulisan online KMO [Komunitas Menulis Online]. Menyukai dunia menulis seperti menulis puisi atau cerpen, travelingg, dan vidiography.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x