Jumat , 18 Juni 2021
Beranda » Humaniora » Media Massa, Masyarakat dan Pasar
Ilustrasi. (opolah.com)

Media Massa, Masyarakat dan Pasar

KONSEP dasar Manajemen Media Massa tidak bisa lepas dari bagaimana peran media massa dalam kehidupan masyarakat.
Di era modern, media massa sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia atau masyarakat. Masyarakat modern merasa kehidupannya tidaklah lengkap tanpa kehadiran media massa.
Dewasa ini rasanya tidak ada warga masyarakat (publik) yang mampu menjalani hidupnya tanpa media massa (termasuk media sosial).

Di abad ini, siapakah yang dengan tegar dan lantang bisa mengatakan bahwa dirinya tidak memerlukan media massa (termasuk media digital, media daring, media sosial)?
Dan, siapakah yang berani mengatakan bahwa kehidupannya tidak dipengaruhi oleh media massa?
Media massa dan masyarakat merupakan dua hal yang saling membutuhkan satu sama lain. Media massa tak akan bisa menegakkan eksistensinya, tanpa bantuan atau uluran tangan kesediaan masyarakat. Masyarakat pun memerlukan bantuan media massa dalam menegakkan eksistensi dan kehidupannya.
Media massa membutuhkan masyarakat sebagai tempat menyalurkan atau menyampaikan produknya, yang sekaligus juga sebagai pangsa pasarnya.

Sedang masyarakat membutuhkan media massa sebagai pemberi informasi, pendidik masyarakat, penghibur, dan pengontrol sosial, yang sekaligus juga sebagai pelengkap eksistensi sosialnya.
Meminjam pendapat William L. Rivers, dkk, pada hakikatnya media adalah perpanjangan lidah dan tangan yang berjasa meningkatkan kapasitas manusia untuk mengembangkan struktur sosialnya.

 

Masyarakat Konsumen Abadi
Di dalam manajemen bisnis perusahaan apa pun, termasuk perusahaan Media Massa, masyarakat senantiasa diposisikan sebagai konsumen yang abadi. Dalam pengertian, bagi media massa apa pun, setiap produk informasinya pasti ditujukan kepada masyarakat. Masyarakat merupakan tujuan atau sasaran utama.
Meskipun diposisikan sebagai konsumen abadi, tetapi dalam prakteknya konsumen abadi itu dibagi dalam tiga kriteria lagi. Tiga kriteria itu meliputi: konsumen potensial, konsumen setengah potensial dan konsumen tidak potensial.

Pembagian masyarakat yang telah diposisikan sebagai konsumen abadi itu dalam tiga kriteria dikarenakan tidak semua orang yang ada di dalam masyarakat tersebut memiliki kemampuan yang sama. Baik, kemampuan secara ekonomi kurang kemampuan sosialnya. Secara ekonomi, ada yang memiliki daya beli tinggi, daya beli sedang dan daya beli rendah. Dan, secara sosial, setiap orang memiliki kepribadian, keinginan, cara pandang, dan gaya hidup yang berbeda satu sama lain.

Simak juga:  Dakwah, Media Sosial, dan Pandemi Covid-19

Di dalam Manajemen Media Massa, keberadaan masyarakat yang telah dibagi dalam tiga kriteria itu haruslah menjadi perhatian utama. Media massa tidak bisa hanya memberikan perhatian kepada masyarakat yang masuk dalam kriteria konsumen potensial, dan setengah potensial saja. Dalam kapasitasnya sebagai pemberi informasi, pendidik masyarakat, penghibur dan alat kontrol sosial, media massa juga harus tetap memberikan perhatian kepada masyarakat yang masuk dalam kriteria konsumen tidak potensial.

Di dalam Manajemen Media Massa, masyarakat sebagai konsumen yang dibagi dalam tiga kriteria itu haruslah menjadi tumpuan tujuan dalam membuat atau menyampaikan produk-produk informasinya.
Dalam konteks bisnis, unggulannya tentu pada masyarakat yang masuk kriteria konsumen potensial. Konsumen potensial dipastikan memiliki kemampuan atau daya beli tinggi. Sehingga pencapaian target bisnis sangat bisa diperoleh dari konsumen potensial tersebut. Untuk itu produk-produk yang dibuat haruslah memiliki daya goda atau daya tarik bagi konsumen potensial. Sehingga konsumen potensial yang memiliki kemampuan secara ekonomi itu dapat memberikan kontribusi tinggi bagi upaya media massa untuk berhasil atau survive dalam capaian sasaran bisnis.

Masyarakat yang diposisikan sebagai konsumen setengah potensial juga harus mendapat perhatian. Konsumen setengah potensial ini oleh media massa bisa diposisikan sebagai sasaran cadangan. Sebagai sasaran cadangan, bukan berarti konsumen setengah potensial ini tidak bisa memberikan kontribusi yang besar bagi capaian bisnis media massa. Konsumen setengah potensial ini bisa berperan besar dalam upaya media massa untuk survive dalam bisnis, bila keberadaan mereka dikelola secara cerdik dan jeli. Karenanya, bila ingin survive secara bisnis, maka media massa juga harus memberikan perhatian lebih kepada konsumen setengah potensial itu.
Meskipun secara bisnis keberadaan konsumen tidak potensial tidak bisa diharapkan oleh media massa untuk menunjang tercapainya sasaran bisnis, tetapi mereka tetap harus diberi ruang untuk diperhatikan. Pemberian ruang perhatian kepada konsumen tidak potensial merupakan cara media massa dalam menunjukkan eksistensinya sebagai pemberi informasi, pendidik masyarakat, penghibur, dan alat kontrol sosial. Untuk konsumen tidak potensial itu media massa menang harus mengenyampingkan fungsinya sebagai lembaga ekonomi.

Simak juga:  Menyikapi Informasi Media Sosial

 

Pasar
Berdasar pada peran media yang besar bagi masyarakat, serta peran masyarakat yang besar pula bagi eksistensi media massa, sebagai usaha bisnis maka media massa haruslah selalu berorientasi ke pasar.
Pasar yang dimaksud bukanlah kawasan perbelanjaan, baik itu tradisional maupun modern, atau tempat berlangsungnya transaksi jual-beli. Melainkan, pasar yang dimaksud adalah semua hal yang berkaitan dengan kepentingan dan kesukaan publik.

Kepentingan dan kesukaan publik atau masyarakat itu harus dikelola oleh media massa dengan semaksimal mungkin, sesuai target dan sasaran yang ingin dicapai. Karena kepentingan dan kesukaan publik itu bisa diolah atau dikemas menjadi produk jual atau produk informasi yang kemudian disampaikan lagi ke publik (masyarakat).
Produk-produk media massa yang berisi atau berkaitan dengan kepentingan dan kesukaan publik cendrung akan lebih disukai serta dipilih oleh publik (masyarakat). Karena masyarakat merasa apa yang dicari dan diinginkan ada di dalam produk-produk media tersebut.

Atas dasar itu maka Manajemen Media Massa haruslah selalu diarahkan untuk meraih kemenangan dalam ‘pertarungan’ merebut pasar tersebut.
Untuk itu, tak ada pilihan lain bagi media massa, Manajemen Media Massa harus dipersiapkan, dilakukan atau dirancang demi meraih keberhasilan bisnis.
Dan, keberhasilan bisnis sangat tergantung pada seberapa besar kemampuan media mempengaruhi dan menguasai pasar. Jadi, keberhasilan media massa akan terwujud berdasarkan kemampuannya memenuhi apa yang menjadi kebutuhan atau keinginan pasar.

Di dalam bisnis media massa, pasar memiliki peran yang sangat penting. Bisnis media akan sukses jika mampu menguasai pasar. Tapi bila tak mampu menguasai pasar, sudah dapat dipastikan media massa itu akan sulit mencapai sasaran bisnis, dan bisa gagal.
Tak ada pilihan lain bagi media massa bila ingin sukses atau berhasil dalam segi bisnis, selain berupaya semaksimal mungkin menguasai pasar. Untuk bisa menguasai pasar, maka Manajemen Media Massa haruslah dilakukan dengan langkah-langkah yang profesional, dan berkualitas, sesuai prinsip-prinsip ekonomi di era globalisasi sekarang ini. *
(Sutirman Eka Ardhana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x