Sabtu , 16 Oktober 2021
Beranda » Kesehatan » Manfaat Rempah Saffron Saat Pandemi
Ilustrasi (alodokter.com)

Manfaat Rempah Saffron Saat Pandemi

COVID-19 atau yang sering kita sebut dengan istilah virus Corona adalah penyakit menular disebabkan oleh virus Corona yang baru-baru ini ditemukan. Sebagian besar orang yang tertular Covid-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang dan bisa sampai berat. Pemulihan kesehatan karena virus ini tergantung dengan daya tahan tubuh diri sendiri, kuat atau tidaknya dalam melawan Corona. Bagi orangtua ataupun orang yang mempunyai riwayat penyakit, Corona sangat mudah menyerang dan menyebabkan hal yang fatal. Saat ini pun, selain terdapat kasus positif dengan gejala ada pula OTG (Orang Tanpa Gejala). Kasus seperti inilah yang kemudian menjadikan kekhawatiran bagi masyarakat.

Kasus positif Covid-19 saat ini semakin meningkat secara pesat. Indonesia merupakan negara yang masuk ke dalam kasus tertinggi Covid di Asia Tenggara pada bulan Oktober 2020 lalu. Semakin bertambahnya angka kasus ini, membuat banyak tenaga medis kewalahan dan bertaruh nyawa demi menolong pasien-pasien yang positif Covid-19. Selain itu tak hanya tenaga medis dan rumah sakit saja, pemakaman pun penuh karena semakin hari kasus kematian akibat Covid-19 semakin bertambah.

Melihat maraknya kasus tersebut, perlu sekiranya kita untuk menjaga kekebalan tubuh agar terhindar dari bahayanya virus. Hal itu dimulai dengan menjaga pola makan, istirahat yang cukup dan kesehatan diri lainnya. Pencegahan itu juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami untuk menangkal virus dan penyakit. Bahan alami seperti rempah inilah yang bagus untuk kesehatan daripada bahan kimia yang semakin lama akan merusak organ tubuh. Saat kondisi pandemi saat ini, tidak jarang untuk ditemui penjual rempah seperti minuman jahe, minuman sereh, dan juga wedang uwuh yang memiliki harga murah meriah dan mudah untuk diperoleh.

Rempah yang mudah ditemui atau sejenis wedang uwuh ini biasanya terdiri dari gula batu, jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis dan juga kapulaga. Di samping terdapat rempah yang terbilang cukup murah, ada juga rempah yang termahal di dunia. Rempah ini berwarna merah dan harum, penelitian membuktikan bahwa rempah ini memiliki berbagai khasiat yang sangat berperan dalam kesehatan tubuh. Rempah termahal ini adalah Saffron. Saffron merupakan rempah termahal yang mempunyai harga sangat tinggi. Sejarah mencatat bahwa 3000 tahun terakhir dan pertama kali ditanam di Iran. Proses penanaman dan tumbuh tanaman ini sangat susah, saffron tumbuh satu minggu dalam satu tahun saja. Kemudian dalam satu bunga hanya terdapat tiga kepala putik yang disebut dengan saffron.

Simak juga:  Dakwah Virtual Menjadi Pilihan di Masa Pandemi

 

Khasiat Saffron        

Khasiat Saffron saat pandemi ini dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan, tetapi terutama bagi orang tua yang mempunyai riwayat penyakit maupun yang tidak mempunyai riwayat penyakit. Adapun manfaat dari Saffron ini antara lain: mencegah gangguan fungsi otak, meningkatkan daya tahan tubuh, melawan radikal bebas biang penyakit kronis, mengatasi diabetes, mengatasi kolesterol, mengatasi asam urat, mengatasi darah tinggi, dan untuk perawatan kecantikan kulit.

Di tengah kondisi tersebut, produk herbal  mendapatkan perhatian besar dari seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dimana produk herbal ini diyakini dapat membantu penanganan pasien Covid-19 dengan gejala ringan sampai sedang. Di Amerika, produk ini di setujui oleh FDA sebagai produk herbal yang dapat membantu penanganan penyakit flu. Produk ini diindikasikan untuk pasien dengan keluhan tenggorokan kering, panas dalam, dan meredakan batuk.

Namun, seiring perkembangan pandemi dan belum adanya obat yang baku dalam penanganan Covid-19, maka beberapa negara melakukan penelitian terhadap efektivitas obat herbal ini untuk penanganan Covid-19. Bahkan beberapa negara sudah memastikan penggunaan obat ini sebagai obat untuk penanganan Covid-19, seperti di negara Laos. (https://www.alodokter.com/ini-manfaat-saffron-bagi-kesehatan).

Selain manfaat tersebut, masih banyak khasiat yang terkandung dalam setiap putik bunga saffron. Dalam hal ini, saat pandemi kita dapat mengonsumsi saffron yang digunakan untuk mencegah Corona. Beberapa saat lalu, saya mencoba membagikan beberapa helai saffron yang saya miliki, lalu diberikan kepada orang tua terutama yang telah mempunyai riwayat penyakit. Saya memberikan tujuh helai saffron yang dikonsumsi selama tujuh hari. Cara mengonsumsi saffron ini sangat mudah, hanya dengan menyeduh satu atau dua helai dalam satu gelas menggunakan air hangat lalu menunggu sampai berubah warna menjadi kuning. Setelah berwarna kuning maka bisa langsung diminum.

Simak juga:  Cara Ustad Pertahankan Dakwah di Tengah Pandemi Covid-19

Saat saya memberikan beberapa helai saffron, terlebih dahulu saya berikan kepada keluarga, saudara dan tetangga sekitar rumah. Mereka mencobanya beberapa hari dan merasakan manfaatnya, yaitu merasa lebih segar dan sehat, tidur pun menjadi lebih nyenyak. Tak hanya itu saya juga memberi tahu manfaat-manfaat saffron dan rempah lain yang saya ketahui untuk kesehatan tubuh serta mengingatkan untuk menjaga pola hidup sehat.

Saffron juga saat ini bisa dijadikan untuk ladang bisnis karena banyaknya orang yang tertarik untuk pencegahan penyakit dan pengobatan. Harga saffron di Indonesia pun mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah yang bisa didapatkan melalui marketplace. Hal tersebut sebanding karena manfaat yang ditimbulkan jika dikonsumsi secara teratur dan sesuai aturan. Karena penyebaran Covid-19 ini sangat rentan mengenai orang yang berusia lanjut, maka Saffron dapat dijadikan rempah yang membantu memberikan kekebalan pada tubuh. Sehingga dengan kondisi yang fit, virus akan mental masuk ke tubuh.

Selain memberikan pencegahan melalui dalam tubuh, kita juga perlu melakukan pencegahan Corona lainnya dengan tidak lupa untuk menggunakan handsanitizer atau cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan juga menjaga jarak antar satu dengan yang lain. Melihat kenaikan kasus di sekitar wilayah tempat tinggal saya dan lingkungan sekitar, hal ini sangat penting diperhatikan untuk mencegah dan membantu orang-orang yang berperan dalam mengurus pasien Covid-19 dengan tidak menambah jumlah kasus yang terjadi.  *** [Rahmani Ngayuwanti]

 

            * Rahmani Ngayuwanti, sekarang sedang menuntut ilmu di Prodi Kamunikasi dan Penyiaran Islam [KPI] Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *