Selasa , 28 September 2021
Beranda » Hukum » MUHAMMAD IKBAL SH: Hukum Masih Jauh Dari Harapan
Muhammad Ikbal SH. (Ist)

MUHAMMAD IKBAL SH: Hukum Masih Jauh Dari Harapan

KONDISI hukum di negeri ini masih jauh dari harapan yang menggembirakan. Masih banyak hal yang mencerminkan wajah hukum belum menggembirakan. Terlebih bila hal itu dikaitkan dengan cita-cita sebagai negara hukum.

Pernyataan ini dikemukakan advokat Muhammad Ikbal, SH, seorang pekerja hukum senior di Yogyakarta, saat ditanyakan bagaimana perkembangan dan wajah hukum sekarang ini.

“Tanpa mengenyampingkan upaya pembangunan hukum yang dilakukan selama ini, terus terang dalam pandangan saya, dunia hukum saat ini masih jauh dari harapan sebagai negara hukum,” kata Ikbal, di kantornya Gg. Flamboyan, Wiyoro Kidul, Baturetno, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta, pekan lalu.

Menurut Ikbal, pandangannya itu bukan sesuatu yang mengada-ada, tapi berangkat dari realita yang ada. Di sana-sini, masih banyak ketimpangan, penyelewengan, dan penyalahgunaan terhadap hukum. Tak sedikit pula yang memanfaatkan hukum untuk kepentingan atau tujuan yang justru memperdaya hukum itu sendiri.
Bila ingin hukum berada di posisi yang terhormat, menurut Ikbal, kondisi yang seperti itu tak boleh terjadi. Hukum harus terus diperjuangkan agar senantiasa berada di posisi yang terhormat. Hukum harus berada di posisi yang diagungkan dan didambakan dalam gerakan atau perjuangan menegakkan hukum dan keadilan.

“Hukum tak boleh dilemahkan. Hukum harus tetap dikuatkan dan ditempatkan di posisi yang agung dan mulia. Semua pihak di negeri ini tak boleh tinggal diam untuk menempatkan hukum di posisi yang terhormat. Terutama para pekerja hukum, termasuk advokat memiliki tanggung jawab yang besar untuk berjuang dan menjaga kehormatan hukum. Dan profesi advokat sebagai salah satu dalam catur wangsa penegak hukum sangat diharapkan perannya. Terutama dalam perannya untuk membantu atau membela masyarakat pencari keadilan,” ujar Muhammad Ikbal yang juga memimpin Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sekar Melati tersebut.

Simak juga:  Ormas Diminta Tunduk dan Patuh pada Pancasila dan UUD 45

 

Revisi UU Advokat
Dikemukakan oleh Muhammad Ikbal, berkaitan dengan profesi advokat, ada dua hal yang dewasa ini harus menjadi perhatian agar profesi advokat benar-benar bisa berperan dalam perjuangan menegakkan kehormatan dan kemuliaan hukum. Kedua hal itu meliputi UU Advokat dan etika advokat.
Menurut Ikbal, UU Advokat atau UU No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat sudah saatnya untuk direvisi. Seiring dinamika hukum maupun dinamika kehidupan masyarakat yang terjadi sekarang ini, keberadaan UU Advokat tersebut haruslah segera disesuaikan atau diselaraskan dengan dinamika yang ada.

“Ya, UU Advokat sekarang ini harus disesuaikan dengan dinamika hukum dan dinamika masyarakat . UU Advokat perlu segera direvisi. Utamanya revisi untuk hak immunitas advokat dalam menjalankan profesinya, dan refungsi advokat yang sejajar dengan penegak hukum lainnya yakni Polisi, Jaksa dan Hakim,” tandas Muhammad Ikbal.
Bila UU Advokat itu tidak direvisi, Ikbal memandang, para advokat tidak bisa bekerja secara maksimal dalam melakukan kerja profesi, membela para pencari keadilan, serta menegakkan kebenaran hukum. Karena para advokat masih terkendala dengan lemahnya hak immunitas yang ada.

 

Menjaga Etika Profesi
Sedang tentang etika advokat, menurut Ikbal, merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan dan dijaga oleh para advokat.
Setiap advokat, tambahnya, harus senantiasa berpegang teguh dengan etika profesinya. Karena keberadaan marwah profesi advokat itu akan terletak pada seberapa jauh para advokat itu dalam menjaga dan melaksanakan etika profesinya.

Simak juga:  Wartawan, Profesi yang .....

“Kerja profesional atau sikap profesionalitas seorang advokat itu akan terlihat nyata bila dalam melaksanakan kerja profesinya sebagai advokat benar-benar menjaga serta menjunjung tinggi etika profesi advokat. Bila ada advokat yang mengabaikan etika profesi advokat, maka dia termasuk yang tidak profesional dalam kerja,” tambah Ikbal.
Untuk itu, kepada para advokat muda atau advokat-advokat baru, Ikbal berharap agar benar-benar dapat menjunjung tinggi serta menjaga etika profesi advokat.

Perjuangan untuk menjunjung tinggi dan menjaga etika profesi advokat, haruslah dilakukan sejak dini. Bila tidak dilakukan sejak dini, maka langkah untuk menjadi advokat yang mampu berperan dalam perjuangan menegakkan kehormatan dan kemuliaan hukum akan tersendat-sendat dan terkendala.

“Etika profesi advokat sesuatu yang penting untuk dijaga. Kepada advokat-advokat terutama advokat muda yang bergabung di kantor saya, perihal pentingnya menjaga etika profesi ini senantiasa saya tekankan. Karena keberhasilan seorang advokat juga akan ditentukan oleh kesetiaannya dalam menjaga etika profesi advokat tersebut,” jelas Muhammad Ikbal yang dalam melaksanakan kerja profesinya sebagai advokat sering didampingi istrinya, Sri Supadiyanti, SH, yang juga berprofesi sebagai advokat. * (Sutirman Eka Ardhana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *