Sabtu , 17 April 2021
Beranda » Pariwisata » Geopark Rinjani
Kawasan Geopark Rinjani . (Ist)

Geopark Rinjani

SENANG sekali hati ini ketika bisa menikmati keindahan Geopark Rinjani di Pulau Lombok. Dengan demikian empat Unesco Global Geopark atau Geopark World di Indonesia yang di bawah pengawasan Unesco sudah aku datangi. Sebelumnya aku sudah mendatangi Geopark Global Batur di Bali, Geopark Ciletuh di Sukabumi, Geopark Sewu yang membentang dari Wonogiri hingga Yogyakarta, dan Geopark Rinjani di Pulau Lombok.

Perjalanan ke Geopark Rinjani bisa tercapai karena bantuan Nyimas Rosita dan suami serta anak-anak. Dari rumah Dek Rosita di Bubur Gadung keelokan Rinjani terlihat sangat menggoda. Apalagi dari lantai tiga, saat subuh suara adzan bersautan dan disusul dengan terbitnya matahari yang malu-malu bersinar. Keindahan itu makin nyata dengan gemerlapan lampu masjid yang bertebaran di seluruh kampung.

Menuju ke Sembalun, tempat yang bisa dari dekat melihat bekas pecahan kaldera di Rinjani dapat ditempuh hanya dengan waktu sekitar 30 menit dari Bubur Gadung. Dengan kanan kiri hutan tropis diselingi kebun penduduk. Hingga di Puncak Pusuk semua keindahan itu membuat terpaku. Sungguh Maha Besar Sang Pencipta. Kesempurnaan pagi dengan hamparan gunung menghijau dan subur di depan mata. Meski angin pagi itu cukup kencang tidak mengurangi ucapan rasa syukur, betapa Allah mencipta bumi Nusantara dengan berbagai limpahan keindahan.

 

Jadi Geopark World 2018
Kawasan Rinjani resmi menjadi Geopark World tahun 2018. Dan kawasan ini menjadi wajib dikunjungi jika berwisata ke Lombok. Geopark World sebagai konsep yang terbaik saat ini dalam pemanfaatan sumber daya alam geologi yang berkelanjutan. Terbukti hingga saat ini telah terdapat 120 kawasan Geopark Global yang tersebar di 46 negara.

Geopark secara resmi diakui sebagai salah satu program Unesco bernama International Geoscience and Geopark Pragramme (PGGP). Dan pedoman operasional Geopark Global Internasional tersebut termuat dalam dokumen 38C/14 Unesco.

Sejak tahun 2008, Indonesia menerapkan konsep Geopark dalam pemanfaatan sumber daya alam. Konsep tersebut dirasakan sangat cocok untuk dikembangkan, terbukti dengan perkembangan yang cukup pesat di Indonesia dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Pada tahun 2011, Asia Tenggara memiliki dua Global Geopark yaitu satu di Malaysia dan satu di Vietnam. Hingga akhir tahun 2016 Indonesia memiliki empat Geopark Nasional (Kaldera Toba, Merangin Jambi, Ciletuh Pelabuhan Ratu dan Rinjani Lombok) serta dua kawasan Geopark Global Unesco (Gunung Batur dan Gunung Sewu).
Geopark Rinjani Lombok diinisiasi ke dalam program Geopark sejak 2008. Dalam perkembangannya diakui sebagai Geopark Nasional pada 7 Oktober 2013, dan pada tahun 2016 diusulkan menjadi Unesco Global Geopark (UGG), kemudian diresmikan 2018.

Potensi Geopark Rinjani Lombok dari yang sudah diidentifikasi terdiri 22 situs Geologi (Geo harritage), delapan situs Biologi (Bio harritage), dan 17 situs Budaya (Culture harritage). Persebarannya meliputi wilayah Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur dan Kota Mataram.
Berwisata ke kawasan Geopark tidak hanya menikmati keindahan alamnya, tapi lebih bermakna mengenai proses panjang perjalanan bumi yang dipijak. *** (Dewi Gustiana)

 

* Dewi Gustiana, dulu sempat menjadi wartawan di Harian “Suara Pembaharuan”. Kini ia penyuka traveling. Berbekal pengalamannya sebagai wartawan, ia selalu mengabadikan kawasan-kawasan wisata yang dikunjunginya itu dalam tulisan-tulisan yang menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x