Minggu , 25 Juli 2021
Beranda » Hukum » Forum Persaudaraan Advokat, Gebrakan Baru dari Yogyakarta
Advokat Aprillia Supaliyanto SH saat bicara di acara deklarasi Forum Persaudaraan Advokat Yogyakarta. (Ist)

Forum Persaudaraan Advokat, Gebrakan Baru dari Yogyakarta

YOGYAKARTA dari dulu dikenal sering menghadirkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru yang berkaitan dengan persoalan apa pun di negeri ini. Tak sedikit ide-ide atau gagasan-gagasan cemerlang tentang kehidupan berbangsa dan bernegara muncul dari daerah yang memang dikenal sebagai kota perjuangan ini.

Dan, awal April 2021 sebuah gagasan baru yang berkaitan dengan persoalan profesi advokat telah dimunculkan di Yogyakarta.
Gagasan atau layak disebut sebagai gebrakan baru tersebut berupa terbentuknya Forum Persaudaraan Advokat Yogyakarta (Forperyog). Kehadiran forum itu dideklarasikan di Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Acara pendeklarasiannya dihadiri para advokat dari berbagai organisasi advokat. Dan, Advokat Aprillia Supaliyanto SH dipercaya untuk memimpin forum tersebut.

 

Kembalikan Identitas Yogya
Menurut Aprillia Supaliyanto, ide pembentukan Forum Persaudaraan Advokat Yogyakarta tersebut dilatarbelakangi adanya kerinduan pada suasana kerja keadvokatan dan kehidupan advokat Yogyakarta di era tahun 1980-an dan 1990-an.

“Sebagai advokat, kami rindu pada kerja keadvokatan dan suasana kehidupan advokat Yogyakarta di era 1980-an dan 1990-an. Terus terang, sekarang ini kami merasa kehilangan identitas Yogyakarta seperti yang dimiliki pada era 80-an dan 99-an itu. Ketika itu Yogyakarta punya identitas sebagai kota atau daerah yang banyak memberikan ide-ide dan pemikiran-pemikiran cemerlang tentang beragam persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan khususnya, dalam persoalan-persoalan hukum,” ujar advokat senior Aprillia Supaliyanto ketika menjelaskan latar belakang lahirnya forum persaudaraan advokat tersebut, di kantornya Jl. Gedongkuning, Yogyakarta, pekan lalu.

Simak juga:  Adv. Aprillia Supaliyanto: Organisasi Profesi Advokat Sudah Overdosis

Dijelaskan Aprillia Supaliyanto yang kini menjabat sebagai Vice President Konggres Advokat Indonesia (KAI), para advokat yang berkumpul di dalam Forum Persaudaraan Advokat Yogyakarta berupaya untuk mengembalikan identitas membanggakan yang dimiliki Yogyakarta pada masa 80-an dan 90-an tersebut. Di masa itu, hubungan kerja profesi dan pergaulan sesama advokat terasa sangat menyenangkan, guyub dan begitu harmonis. Semua mengayunkan langkah yang sama ketika bicara atau melaksanakan kerja profesi advokat. Dan semua merasakan senasib, sepenanggungan dan seperjuangan dalam kerja penegakan serta pembelaan hukum.

 

Saling Bersaing
Aprillia melihat, suasana kebersamaan dalam pergaulan sesama advokat maupun dalam kerja profesi itu dewasa ini sungguh merisaukan. Ia pun merasa miris melihat keberadaan organisasi advokat sekarang ini. Kebijakan yang ada sekarang ini membuat organisasi-organisasi advokat yang baru terus bermunculan.

“Ya, terus terang, saya dan kawan-kawan advokat yang berkumpul di forum persaudaraan advokat merasa risau dan miris melihat kondisi yang demikian. Para advokat dan organisasi advokat kini saling bersaing satu sama lain. Bukan bersaing untuk memajukan profesi advokat, justru bersaing melakukan hal-hal yang merugikan citra profesi advokat itu sendiri. Organisasi-organisasi advokat bersaing untuk merekrut atau mendapatkan anggota sebanyak-banyaknya, bukan bersaing bagaimana meningkatkan kualitas para advokat yang menjadi anggotanya. Kondisi inilah yang terjadi sekarang. Dan ini sungguh merisaukan,” ujar Aprillia Supaliyanto.

Simak juga:  Advokat Harus Profesional, Tapi Jangan Lupakan Idealisme

Untuk itulah, lanjut Aprillia, para advokat yang berasal dari berbagai organisasi advokat yang berkumpul di dalam Forum Persaudaraan Advokat Yogyakarta berusaha untuk mencari jalan keluar guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang merisaukan itu.

 

Tempat Mengkaji Isu Hukum
Dikemukakan Aprillia, isu-isu hukum nasional termasuk isu-isu yang berkaitan dengan dunia advokat akan jadi bahan kajian secara berkala atau periodik di dalam forum.

“Jadi, Forum Persaudaraan Advokat Yogyakarta ini merupakan forum silaturahim tempat berkumpulnya para advokat dari berbagai organisasi profesi advokat untuk membahas atau memperbincangkan beragam isu hukum, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan profesi advokat. Forum ini juga akan dijadikan ajang untuk membangun empati secara bersama kepada para advokat senior. Selain itu juga akan dijadikan ajang untuk mengembangkan dan membangun advokat-advokat muda menjadi advokat yang benar-benar berkualitas serta mumpuni dalam kerja pembelaan serta penegakan hukum,” tandas Aprillia Supaliyanto, SH.

Dan yang terpenting, menurut Aprillia, melalui forum persaudaraan advokat ini akan diupayakan kembalinya identitas Yogyakarta sebagai daerah atau kota tempat lahirnya beragam ide dan pemikiran-pemikiran cemerlang, terutama yang berkaitan dengan kerja pembelaan dan penegakan hukum. Termasuk tentang bagaimana menjaga harkat dan martabat profesi advokat, serta mengenai keberlangsungan hidup organisasi profesi advokat. * (Sutirman Eka Ardhana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x