Jumat , 7 Mei 2021
Beranda » Humaniora » Digitalisasi Dakwah Ust Hanan Attaki di Era Covid-19
Dokumentasi digitalisasi yang dilakukan oleh Ustad Hanan Attaki. [Hanan Attaki Podcast]

Digitalisasi Dakwah Ust Hanan Attaki di Era Covid-19

USTAD Hanan Attaki, seorang ustad yang digandrungi di kalangan anak-anak gaul di era milenial ini. Penampilannya yang sederhana, cara menyampaikan tausiah yang juga cukup santai dan mudah dipahami di kalangan remaja menjadi salah satu daya tarik yang dimiliki olehnya.

Ustad kelahiran 1981 ini merupakan pendiri Gerakan Pemuda Hijrah yang aktif berdakwah di komunitas skateboard, sepeda BMX, parkour, dan juga berbagai komunitas hobi lainnya. Gerakan Pemuda Hijrah Hanan Attaki berfokus dan tertuju kepada anak-anak muda dengan menggunakan sosial media terlebih-lebih instagram.Tidak hanya melalui instagram dan youtube ia berdakwah, tapi dirinya juga sering mengunjungi masjid-masjid, salah satunya di Trans Studio Bandung. Namun sangat disayangkan aktivitas tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya dikarenakan wabah Covid-19 yang sedang berada di Bumi Pertiwi.

Pandemi Covid merupakan salah satu pengingat kepada kita semua bahwasanya jangan pernah meremehkan hal yang kecil bahkan yang tidak terlihat sekalipun, ketika Allah berkehendak apa saja bisa terjadi. Ini menjadi renungan buat kita , agar kita tetap ingat kepada Allah dan senantiasa bersyukur atas nikmat apa pun yang diberikan. Namun jangan hanya melihat dari sisi negatifnya saja, pandemi juga memberikan dampak positif, karena kita bisa lebih sering bersama dengan keluarga di rumah, bisa saling memberi nasihat, bisa saling berbagi keluh kesah dan masih banyak lagi. Bukan berarti dengan kita di rumah kita hanya bisa melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, justru banyak juga hal-hal manfaat yang dapat kita lakukan, seperti halnya yang dilakukan oleh Ustad Hanan Attaki biarpun ia tidak bisa melakukan aktifitas tausiyah seperti biasanya namun beliau juga masih aktif memberikan manfaat bagi orang lain, beliau masih semangat dalam berbagi ilmu dengan siapa pun walaupun tidak dengan bertatap muka.

 

Bisa Jadi Teladan

Semangat yang dimiliki oleh Ustad Hanan Attaki ini bisa dijadikan sebagai teladan, ketika ia tidak bisa melakukan tausiah secara tatap muka namun masih melakukannya dengan cara virtual, menggunakan media podcast sebagai salah satu sarana untuk bertausiah. Selain itu ia juga masih aktif di Instagram dan Youtube. Tausiyah yang disampaikan sangat memotivasi bagi kaum-kaum milenial yang ingin hijrah, disamping bahasannya yang cukup ringan tema-tema yang disampaikan juga sangat menarik. Selain video dan podcast yang berkaitan tentang dakwah, ia juga sering melantunkan ayat-ayat Al-Quran dan diupload di akun youtube miliknya. Model podcast yang digunakannya tidak jauh berbeda seperti live di youtube. Tutur kata yang lemah lembut, penyampaian pesan dakwah yang disampaikan menjadi salah satu daya tarik yang dimiliki.

Simak juga:  Jurnalistik Dakwah, Sejarahnya Dulu (2)

Ustad Hanan Attaki ini memang salah satu ustad yang cukup baru di dunia maya, namun ia mampu merangkul kalangan anak-anak muda saat ini. Strategi dakwah yang digunakan ustad ini memang berbeda dengan ustad-ustad yang lain, maka tidak heran kalau ia memang mampu memberikan contoh dan mampu merangkul kaum-kaum milenial saat ini. Banyak sekali yang mengagumi sosoknya, apalagi di kalangan anak muda. Maka tidak heran ketika Covid-19 belum muncul di muka bumi, setiap kali kajian Ustad Hanan Attaki di adakan selalu penuh dengan anak muda. Bahkan saat ini pun, di masa Covid-19 ia mengembangkan podcast pun banyak yang mendengarkannya, video di akun Youtube dan Instagram pun juga banyak yang mengikuti.

Digitalisasi yang digunakan Ustad Hanan Attaki memang berbeda dari yang lain. Ketika banyak publik figur yang menggunakan podcast sebagai salah satu cara sharing dan juga klarifikasi masalah, justru Ustad Hanan Attaki menggunakan podcast sebagai media dakwahnya di masa pandemi saat ini. Sehingga dengan adanya podcast tersebut juga memberikan banyak kemudahan bagi para pendengar, kita bisa tetap bisa mengikuti kajian-kajian yang beliau tanpa harus keluar dari rumah. Covid jangan dijadikan sebagai alasan buat bermalas-malasan di rumah, kita masih bisa melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat, sepertihalnya mendengarkan kajian-kajian juga bisa dilakukan. Selain menjaga imun, menjaga keimanan di masa Covid-19 juga diperlukan, agar kita juga mengetahui apa hikmah di balik                              datangnya Covid-19 di muka bumi ini. Karena pada hakikatnya Allah tidak akan pernah memberikan musibah tanpa adanya hikmah di balik musibah yang ada.

Simak juga:  Dakwah Berbagi Nasi di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi yang melanda dunia saat ini memang sangat memberikan kita banyak sekali dampak, baik itu dampak baik maupun dampak buruk. Dampak buruk yang ditimbulkan oleh Covid-19 yakni perekonomian yang ada semakin tidak karuan, sekolah bahkan perkuliahan banyak  yang  ditutup, dan masih banyak lagi. Namun di balik itu semua banyak sekali dampak positif yang ditimbulkan, kita bisa menggunakan media sosial kita sebagai salah satu cara berdakwah dengan orang lain tanpa harus bertemu. Hal tersebut sudah banyak dilakukan oleh warga milenial saat ini, mereka bisa mengcover media sosial sebagai tempat untuk berbagi ilmu, tempat untuk berbagi kebahagiaan bahkan tempat untuk sharing tentang apa pun. Maka tidak heran jika media saat ini cenderung lebih aktif dari pada tahun-tahun yang lalu. Hal tersebut juga dilakukan oleh Ustad Hanan Attaki yang lebih memproduktifitaskan media dakwahnya dengan berbagai akun. Sehingga di masa Covid-19 ini ia masih bisa menebar kebaikan kepada sesama.

Oleh sebab itu metode digitalisasi yang digunakan oleh Ustad Hanan ini memang cukup memberikan dampak yang luar biasa, kita masih bisa mengupdate kajian-kajiannya tanpa harus keluar dari rumah, hal tersebut bisa menjadi salah satu cara kita bisa menambah keimanan tanpa harus kemana-mana. Memang akun-akunnya sangat memberikan manfaat, menambah ilmu dan wawasan. Maka gunakanlah waktu sebaik mungkin, selagi kita masih bisa menggunakan media sosial sebagai media yang memberikan banyak manfaat maka gunakan sebaik mungkin jangan hanya digunakan untuk mengakses hal-hal yang tidak berguna, namungunakan dengan menonton hal-hal yang bermanfaat.

Dengan adanya podcast tersebut diharapkan akan menambah dan juga mempermudah kita untuk melakukan kebaikan, digitalisasi tersebut juga dilakukan oleh banyak ulama yang ada di Indonesia, karena metode digitalisasi yang dirasa sesuai dengan keadaan saat ini. ***  [Anis Nofitasari]

 

         * Anis Nofitasari, kini sedang menempuh pendidikan di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam [KPI] Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x