Selasa , 28 September 2021
Beranda » Peristiwa » DENNY JA: Para Penulis, Dari Aceh Hingga Papua, Berhimpunlah!
(Ist)

DENNY JA: Para Penulis, Dari Aceh Hingga Papua, Berhimpunlah!

DENNY JA, penulis yang baru saja menerima Lifetime Achievement Award 2021 dari persatuan penulis Indonesia Satupena, mengajak para penulis untuk kembali ke khitah. Di samping itu ia juga mengajak para penulis dari Aceh hingga Papua untuk berhimpun.
Di dunia penulis, menurutnya, kembali ke khitah itu berarti kembali kepada tradisi awal para penulis.
Ajakan dan sekaligus pernyataan itu disampaikan Denny JA dalam sambutan nya setelah dirinya dinyatakan terpilih sebagai Ketua Umum Satupena periode 2021-2026, Kamis, 19 Agustus.
Dinyatakan Denny, awalnya para pendiri bangsa, para pembentuk batin Indonesia juga seorang penulis. Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, RA Kartini, Mohamad Yamin, semua mereka juga seorang penulis.

Menurutnya, kembali ke khitah menjadi inspirasi bagi para penulis untuk kembali mengambil peran signfikan untuk mewarnai batin zamannya.

“Cetusan ini yang menggugah saya ketika menerima amanah. Delapan dewan formatur, di luar diri saya, adalah Chappy Hakim, Azyumardi Azra, Ilham Bintang, Wina Armada, Didin S Damanhuri, Nasir Tamara, Inda Citraninda Noerhadi dan Swary Utama Dewi akalamasi memilih saya selaku Ketua Umum,” jelasnya.

Dikemukakan Denny, dirinya tak hanya menjadi ketua umum perhimpunan penulis Satupena yang baru selesai melaksanakan kongres nasional tanggal 15 Agustus 2021.Tapi juga dipilih menjadi ketua umum organisasi baru yang dimaksudkan menghimpun komunitas penulis Indonesia, bernama Hati Pena.

 

Efek Ganda Revolusi Informasi
Denny JA menegaskan, dewasa ini era ketika raksasa revolusi informasi memberikan efek ganda kepada penulis. Di satu sisi, luapan informasi dan kemudahan akses membuat internet berubah menjadi surga. Sekaligus memberikan kemudahan kepada penulis untuk melakukan riset.

Sisi lain, tambahnya, revolusi informasi juga menyediakan begitu banyak bacaan yang gratis. Itu tak hanya dalam bentuk teks, tapi juga audio visual.

“Akibatnya nilai ekonomis banyak buku menurun drastis. Publik justru semakin jarang membeli buku,” tandasnya.

Untuk kasus Indonesia, tegas Denny, situasi lebih parah lagi. Pembajakan buku terjadi secara telanjang di depan mata. Royalti dan pajak buku yang juga tak membuat penulis tersenyum.

Simak juga:  Pidato Presiden Sukarno pada HUT Ke-1 Kemerdekaan RI 17 Agustus 1946 di Yogyakarta (1): Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!

Oleh karena itu, ia mengajak para penulis perlu berhimpun, menyatukan aspirasi. Sangat sering terjadi, organisasi bersama lebih kuat dan lebih mampu melakukan lobi-lobi untuk kebijakan publik yang lebih ramah kepada penulis.

“Di samping itu, himpunan dan komunitas dapat menjadi samudra. Jika penulis adalah ikan-ikannya, samudera menyediakan lingkungan, ekosistem yang sehat dan kaya bagi ikan- ikan itu,” kata Denny JA.

 

Tujuh Program Unggulan
Dalam sambutanya itu Denny JA juga menyampaikan tentang tujuh program unggulan yang akan dilakukannya selaku ketua umum. Juga disertakannya tiga sistem pendukungnya untuk Satupena dan Hati Pena.

1. Award bagi sejumlah penulis terbaik

Setiap tahun menyambut 17 Agustus, Satupena/ HATI PENA membentuk dewan juri untuk memberikan award bagi sejumlah penulis terbaik. Hadiah berupa sertifikat dan dana

2. Perpustakaan Dunia Bagi Anggota Satupena/HATI PENA secara gratis

Satupena/Hati Pena akan menyediakan akses perpustakaan kepada ribuan jurnal akademik di JSTOR, dan akses kepada perpustakaan terbaik dunia (dijajaki library of congres di AS, Inggris). Juga dijajaki akses pada perpustakan nasional dan DPR.

3. Print on Demand Menerbitkan Karya Anggota

Satupena/ Hatipena membuat usaha atau sekurangnya bekerjasama dengan usaha Print on demand.

Dibentuk satu tim kurator membantu teman teman anggota menerbitkan bukunya hingga ke layout dan ISBN.

Lalu bisa jual on demand. 75 persen keuntungan untuk penulis.

Bisa juga dijual secara PDF bekerjasama dengan satu usaha yang sudah berdiri.

4. Akun YouTube Satupena/Hati Pena “Semua Tentang Penulis.”

Satu pena/Hati Pena membentuk tim untuk membuat akun youtube, dua minggu sekali mewawancarai penulis yang berprestasi, atau yang baru saja menerbitkan karya menarik, menggali proses kreatif penulis yang bersangkutan

Ini dimaksudkan untuk memberi inspirasi dan tukar pengalaman sesama penulis

5. Diskusi dua Mingguan Webinar Soal Buku

Satupena/Hatipena membentuk tim sebagai forum anggota untuk bisa aktif mengikuti perkembangan terbaru soal buku ataupun peristiwa menarik setiap dua minggu.

Diskusi ini bisa juga diikuti melalui Facebook dan YouTube

Simak juga:  Diskusi Kebangsaan XXI: Dialog

6. Koneksi ke Industri

Satupena/Hatipena akan membentuk tim mencari pola kerjasama dengan Netflix, dan sejenisnya, juga industri lain, menyalurkan karya penulis: skenario, dan lainnya agar ikut meramaikan dunia industri masa kini

7. Lingkungan Kebijakan Yang Ramah Penulis

Satupena/Hatipena membentuk tim agar dalam jangka panjang terbentuk kebijakan yang ramah kepada penulis (pemerintah menyetop/mengurangi pembajakan, pajak penulis yang lebih friendly, dan juga royalti penulis yang lebih memuaskan)

 

Tiga Supporting Sistem
Menurut Denny JA, selaku ketua umum ia juga menyediakan tiga supporting sistemnya.
Pertama, bertanya secara reguler apa yang anggota usulkan sebagai program.

Setiap enam bulan, tim mengedarkan kuesioner bertanya pada anggota soal apa program yang dibutuhkan.
– program apa yang diharap
– Berapa bayangan dana
– Darimana sumber dana
Program dibuat berdasarkan ketersediaan dana
Dari sini dirumuskan tambahan program

Kedua, Tim Profesional.
Agar program berjalan, Satupena/Hatipena akan mempekerjakan tim profesional yang digaji untuk menjadi supporting teknis agar program berjalan

Ketiga, dana awal.
Tentang dana awal ini, dinyatakan Denny, agar program bergerak, ia secara pribadi, selaku ketua umum, akan menyisihkan dana sekitar 500 juta- satu milyar rupiah dalam waktu lima tahun

Satupena/Hati Pena juga akan membuka program donasi yang 100 persen digunakan untuk kepentingan anggota

Pada bagian akhir sambutannya, Denny menyatakan, ibarat orkestra, dirinya hanyalah komposer dan dirigen. Musik kesuluruhan menjadi bagus jika para pemain biola, piano, trompet bermain dengan harmoni.

Ditambah lagi, orkestra lebih semarak jika para penyanyi tenor, sopran, alto dan bas menyanyi koor sesuai dengan nada.

“Ketua Umum hanyalah satu gerbong dari kereta api yang panjang. Tapi memang, saatnya para penulis, dari Aceh hingga Papua, untuk berhimpun!” tandasnya.

Badan Pengurus Satupena periode 2021-2026 terdiri Ketua Umum Denny JA, Wakil Swary Utami Dewi, Sekretaris Jenderal Satrio Arismunandar dan Bendahara Ajisatria Soelaiman.
Sedangkan Dewan Penasehat terdiri: Chappy Hakim, Azyumardi Azra, Ilham Bintang, Wina Armada, Didin S. Damanhuri, Nasir Tamara, dan Inda Citraninda Noerhadi. * (SEA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *