Senin , 29 November 2021
Beranda » Humaniora » Dakwah di Era New Normal
Poster webinar Ustad Adul Shomad (Ustadz Abdul Somad Official)

Dakwah di Era New Normal

PANDEMI Covid-19 yang masih terjadi di era new normal saat ini seharusnya tidak menghalangi gerakan dakwah. Justru sebaliknya, ini dijadikan kesempatan bagi para dai untuk semakin kreatif dalam berdakwah.

Di zaman yang serba canggih ini banyak cara untuk tetap melakukan syiar dakwah. Yang biasanya dai atau ustad melakukan syiar dakwah harus menyambangi atau mengunjungi mesjid sekitar, membuka tabligh akbar, berkunjung ke suatu daerah, tetapi dikarenakan pandemi dan era new normal, semua kegiatan terhambat. Contoh cara yang bisa dilakukan saat era new normal ini adalah Internet. Internet bukan hanya akses ke google saja, di era new normal internet sangat berguna. Contoh beberapa platform internet yang bisa digunakan, Instagram (live, IGTV), Facebook (live), Twitter (tweet), Zoom meeting, Google meet, Youtube, Live streaming.

Dari beberapa platform internet tersebut, semua rata-rata digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan tak jarang masyarakat sekarang lebih banyak menggunakan akses internet dibanding menonton televisi. Karena jangkauan internet lebih meluas dibanding televisi, walaupun ada juga beberapa masyarakat yang belum paham dan masih awam terhadap internet.

Menggunakan internet juga ada plus dan minus nya. Jika dahulu ketika ingin mengikuti tabligh akbar atau mengikuti dakwah lainnya, hanya perlu mendatangi tempat yang mengadakan tabligh akbar tersebut, tapi sekarang di era new normal hanya bermodal kuota dan jaringan yang memadai, sehingga bisa mengikuti tabligh akbar tersebut, atau lebih sering disebut dengan Webinar.

Simak juga:  Covid-19 dan Serangkai Kisah Mewaspadainya

 

 

Ulama di Syiar Online

Dua Ulama ternama di Indonesia bahkan berhasil melakukan syiar dakwah online. Berikut dua ulama di Indonesia yang menggunakan syiar online tersebut.

 

KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym

Beralihnya cara syiar agama rupanya bukan hanya cocok dengan kesan kekinian, tapi juga membuka segmen baru dakwah. Hal ini terbukti dari jumlah followers Instagram Aa Gym yang mencapai 5,4 juta. Melihat potensi tersebut, tak heran kalau pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini rajin live streaming hampir setiap hari.

 

Ustad Abdul Shomad

Kesuksesan berdakwah online juga direngkuh oleh Ustad Abdul Shomad. Berbagai kanal media sosial dirambahnya, yakni di Twitter lewat akun @tafaqquhonline dan juga di YouTube melalui akun Tafaqquh Video.

Ustad Abdul Shomad bahkan disebut sebagai ustadz dengan jutaan umat di media sosial. Sekira 1,5 juta pengikut di Facebook, 3,1 juta di Instagram @ustadzabdulshomad_official, 461.272 subscribers di YouTube, dan 12.300 di Twitter. Dari jumlah video dakwah yang ditonton pun sudah tembus lebih dari 66,6 juta kali.

Simak juga:  Rumah Sakit India dibanjiri oleh Virus Corona

Kedua ulama ini termasuk contoh sukses memanfaatkan teknologi untuk berdakwah. Lantaran sudah menahbiskan diri sebagai influencer dakwah di media sosial, ketika pandemi virus Corona yang membatasi gerak serta berkumpulnya massa, dakwah mereka tak terpengaruh.

Ada atau tidaknya pandemi virus Corona sebenarnya tak terlalu berpengaruh pada tausiyah live streaming. Sebab pasti terjadi sebuah masa dimana salah satu ikhtiar membumikan Al-Quran dan Sunah Nabi melalui ajakan kebenaran, lewat berbagai media sosial melalui tausiyah live streaming.

Pandemi virus Corona, adalah sebuah keadaan atau musibah yang menunjukkan pentingnya media baru dalam dakwah. Meski dituntut menjaga jarak atau physical distancing, tidak ada alasan bagi urusan dakwah atau mencari ilmu agama. Dakwah bisa juga tetap berjalan tanpa terhalang pertemuan langsung, yang pada saat ini harus kita hindari, demi pencegahan dan kemaslahatan, sesuai anjuran Baginda Nabi Muhammad SAW. *** [Afrilla Inzaghi Alfit]

 

* Afrilla Inzaghi Alfit, biasa dipanggil Ila. Lahir di Perawang, 20 April 1999. Saat ini sedang menempuh pendidikan S-1 di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam [KPI] Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.  Kalimat penyemangat favorite adalah “Kita diciptakan untuk nyata, bukan untuk sempurna”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *