Minggu , 29 November 2020
Beranda » Humaniora » Penelitian, Refleksi Keinginan Manusia Untuk Mengetahui Sesuatu
Webinar tentang Penguatan Penelitian dan Publikasi Ilmiah bagi Mahasiswa Magister. (Ist)

Penelitian, Refleksi Keinginan Manusia Untuk Mengetahui Sesuatu

PENELITIAN sangat memegang peranan penting dalam membantu manusia untuk meningkatkan kemampuannya dalam menginterpretasikan fenomena-fenomena yang terjadi di dalam masyarakat atau lingkungan sekitarnya.

DR M Zainuddin, M.Hum, peneliti senior dari Kemenag RI mengemukakan peranan penelitian itu dalam Webinar Penelitian dan Publikasi Ilmiah bagi Mahasiswa Magister, yang diselenggarakan Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin 9 November 2020.
Menurut DR M Zainuddin, penelitian merupakan upaya sistematis dan objektif untuk mempelajari suatu masalah dan menemukan prinsip-prinsip umum. Selain itu, penelitian juga berarti upaya pengumpulan informasi yang bertujuan untuk menambah pengetahuan. Hasil penelitian dapat merevisi pengetahuan-pengetahuan masa lalu melalui penemuan-penemuan baru.

Dijelaskan mantan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI ini, penelitian dipandang sebagai kegiatan ilmiah karena menggunakan metode keilmuan, yakni gabungan antara pendekatan rasional dan pendekatan empiris. Pendekatan rasional memberikan kerangka pemikiran yang koheren dan logis. Sedangkan pendekatan empiris merupakan kerangka pengujian dalam memastikan kebenaran.

Hakekat penelitian, lanjutnya, dapat dipahami sebagai refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.

Simak juga:  Diskusi Kebangsaan XI: Negeri ini Tidak Bisa Dibangun Hanya oleh Laki-laki

 

Penelitian Agama

Dalam Webinar dengan moderator Asyhari Amri, S.Sos tersebut, DR M Zainuddin juga menjelaskan tentang penelitian agama dan penelitian keagamaan.
Penelitian agama, katanya, berbeda dengan penelitian keagamaan. Penelitian agama mengutamakan pada materi agama yang elemen pokoknya seperti ritus, mitos dan majik. Sebagian menyebutnya sebagai doktrin-doktrin agama, dibedakan dengan yang praktik-praktik agama. Dalam Islam misalnya ada penelitian tentang kalam, fikih, akhlak atau tasawuf.

Sementara penelitian keagamaan, menurutnya, lebih berorientasi pada agama sebagai sistem interaksi sosial. Sasarannya terletak pada agama sebagai gejala sosial. Yakni doktrin agama yang dipahami oleh seseorang atau sekelompok orang dan diwujudkan dalam kehidupan dan lingkungan sosialnya.

DR M Zainuddin menyitir pula pendapat Juhaya S Praja yang menyebutkan penelitian agama adalah penelitian tentang asal-usul agama, pemikiran serta pemahaman penganut ajaran agama tersebut terhadap ajaran yang terkandung di dalamnya. Lahan atau objek penelitian agama ini pertama, sumber ajaran agama yang telah melahirkan disiplin ilmu tafsir dan ilmu hadis. Kedua, pemikiran dan pemahaman terhadap ajaran agama yang terkandung dalam sumber ajaran agama yang telah melahirkan filsafat Islam, ilmu Kalam, tasawuf dan fikih.

Simak juga:  Senggama Semesta di Gunung Kemukus dan Candi Sukuh Pemaknaan Teologi Pembebasan Lewat Legenda Asmara Suci (2)

Sedang penelitian tentang kehidupan agama atau penelitian keagamaan, tambahnya, adalah penelitian tentang praktik-praktik ajaran agama yang dilakukan oleh manusia secara individual maupun kolektif. Penelitian keagamaan itu meliputi: Pertama, perilaku individu dan hubungannya dengan masyarakatnya yang didasarkan atas agama yang dianutnya; Kedua, perilaku masyarakat atau suatu komunitas, baik perilaku politik, budaya maupun lainnya yang mendefinisikan dirinya sebagai penganut suatu agama; Ketiga, ajaran agama yang membentuk pranata sosial, corak perilaku, dan budaya masyarakat beragama.

Webinar tersebut juga menampilkan pembicara lain di antaranya, Prof Faisal Ismail MA (Guru Besar UII dan UIN Sunan Kalijaga), Ahmad Izudin MA (Dosen FDK UIN Sunan Kalijaga), DR Hamdan Daulay, MSi, MA (Ketua Program Magister KPI UIN Sunan Kalijaga). * (Sutirman Eka Ardhana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *