Jumat , 10 April 2020
Beranda » Peristiwa » Pekerjaan Sosial Bukan Mengambil Alih Masalah
P. Suwarsono memberikan sambutannya. (Foto: Ist)

Pekerjaan Sosial Bukan Mengambil Alih Masalah

PEKERJAAN sosial merupakan suatu cara untuk menolong seseorang, kelompok, atau pun masyarakat dengan memberikan bantuan berupa pelayanan-pelayanan atau usaha sosial guna mengatasi masalah-masalah pribadi dan masalah-masalah sosial yang tidak mereka atasi sendiri tanpa bantuan tersebut.
Hal itu dikemukakan P Suwarsono, konselor dari Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) “Teratai” Yogyakarta, di depan peserta Pelatihan Bimbingan Sosial Dasar PSM yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Yogyakarta, di Komplek Balai Kota Yogyakarta, Senin (16 Maret 2020).
Berbicara tentang Pengantar Pekerjaan Sosial, Suwarsono menegaskan adanya lima hal yang perlu di perhatikan dalam melaksanakan batasan pekerjaan sosial tersebut.

Pertama, katanya, pekerjaan sosial itu berupa pertolongan. Jadi hanya menolong memecahkan masalah, bukan mengambil alih masalah dari orang tersebut.

Kedua, pertolongan itu ditujukan untuk mengatasi masalah-masalah seseorang, baik yang berupa individu, kelompok, keluarga, maupun yang berupa komunitas atau masyarakat.

Kemudian ketiga, pertolongan itu dapat berupa penyuluhan dan bimbingan bantuan sosial dengan tujuan agar orang yang ditolong akhirnya dapat menolong dirinya sendiri.

Sedang keempat, pertolongan yang diberikan diutamakan untuk membantu orang agar ia mampu melaksanakan sosialisasi diri. Dan kelima, pertolongan itu harus dilaksanakan atau dilakukan dengan berdasarkan ilmu-ilmu yang dibutuhkan.

Simak juga:  PSM Tegalpanggung Siap Dukung Program Kecamatan Inklusi

 

Pendekatan Kemanusiaan

Menurut P Suwarsono, ada tiga pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan sosial. Meliputi, pendekatan kemanusiaan, pendekatan sosial budaya dan pendekatan kebebasan.
Pendekatan kemanusiaan, urainya, menempatkan orang yang ditolong itu tidak semata-mata menjadi obyek, tetapi juga dijadikan subyek. Artinya, ia juga harus ikut mengambil bagian dalam proses memecahkan masalahnya sendiri.
Pendekatan sosial budaya, yakni semua program kegiatan yang akan diperuntukkan orang-orang yang ditolong harus disesuaikan dengan kehidupan sosial budaya orang-orang tersebut. Termasuk di dalamnya agama dan kerohanian, adat istiadat, serta sistem nilai-nilai yang dipegang mereka. Misalnya, kekeluargaan, kegotong-royongan, dan sebagainya lagi.
Sedangkan pendekatan kebebasan, menurutnya, dalam arti kita harus menghormati pendapat dan pendirian orang yang diberi pertolongan. Kita tidak boleh melaksanakan kehendak kita sendiri. Berilah kesempatan kepada mereka untuk mengeluarkan pendapat dan sikapnya sendiri.

P Suwarsono mengingatkan PSM yang mengikuti Pelatihan Bimbingan Sosial Dasar tentang enam prinsip pekerjaan sosial yang harus selalu diingat pada saat melaksanakan kegiatan pekerjaan sosial.

Pertama, jelasnya, prinsip menerima. Prinsip menerima yaitu prinsip menerima seseorang yang ditolong itu dengan apa adanya, dalam arti dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Simak juga:  Pekerja Sosial Masyarakat Itu Pahlawan Sosial

Kedua, prinsip komunikasi. Prinsip komunikasi artinya dalam melaksanakan pertolongan harus dapat menciptakan komunikasi yang profesional, yaitu komunikasi yang mempunyai nilai therapetic.

Ketiga, lanjut Suwarsono, prinsip individualisasi. Prinsip individualisasi, dalam menolong seseorang harus kita laksanakan sesuai dengan masing-masing individu.

Kemudian keempat, prinsip kerahasiaan. Prinsip kerahasiaan, artinya kita harus merahasiakan apa yang dinyatakan oleh orang yang kita tolong. Termasuk permasalahan yang disandangnya.

Kelima, prinsip partisipasi. Dalam prinsip partisipasi ini, orang yang ditolong harus kita ajak untuk turut ambil bagian dalam proses pemecahan masalah yang disandangnya.

Sedang keenam, prinsip kesadaran diri pekerja sosial. Prinsip keenam ini artinya selama kita melaksanakan tugas harus selalu sadar bahwa kita dalam suasana proses pelayanan. Jadi kita tidak boleh mudah tenggelam atau hanyut dalam permasalahan yang disandang oleh orang yang kita tolong. * (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

PSM Bertugas Dampingi Warga yang Butuhkan Layanan Sosial

PEKERJA Sosial Masyarakat (PSM) merupakan warga masyarakat yang atas rasa kesadaran dan tanggung jawab serta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *