Sabtu , 24 Oktober 2020
Beranda » Event » Pameran Drawing Karya Vincensius Dwimawan ‘Wajah-Wajah Para Sahabat’

Pameran Drawing Karya Vincensius Dwimawan ‘Wajah-Wajah Para Sahabat’

Vincensius Dwimawan, yang lebih dikenal dengan panggilan Si Us, telah membuat banyak drawing, yang menyajikan visual para wartawan dan seniman di Yogya, jumlahnya lebih dari 200 gambar. Dua tahun lalu, ia pernah pameran drawing di Tembi Rumah Budaya, menampilkan wajah-wajah para wartawan, terutama yang ikut dalam satu paguyuban, yang disebut Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS), ada sekitar 70 drawing dipamerkan.

Pameran akan diselengarakan 10-13 Oktober 2020 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, dan akan diakhiri bincang-bincang dalam program Afternoon Tea, yang tiap selasa diselenggarakan di Tembi. Bincang-bincang bersama Si Us, Selasa 13 Oktober 2020, pkl. 16.00-17.00.

“Karena situasi Pandemi, pameran sengaja tidak ada pembukaan seperti selama ini pembukaan pameran dilakukan. Karena tidak boleh mengumpulkan banyak orang, maka pameran tanggal 10 Oktober 2020 mulai dipajang dan publik boleh melihat dengan mengikuti protokol kesehatan. Hanya pada 13 Oktober 2020, sekaligus sebagai penutup ada acara bincang2 dengan Si Us di Afternoon Tea” Ujar Ons Untoro, yang menyelenggarakan pameran.

Pameran diselenggarakan kerjasama  Paguyuban Wartawan Sepuh dengan Tembi Rumah Budaya. Dua tahun lalu, di tempat yang sama, pameran drawing Si Us juga diselenggarakan kerjama dua lembaga disebut di atas.

Simak juga:  WAYANG, INSPIRASI TANPA BATAS: Memburu Sarangnya Wayang

Kali ini Si Us kembali akan memamerkan 48 karya drawingnya, yang menyajikan sahabat-sahabatnya yang dia  kenal, atau paling tidak masing-masing saling mengenal, dan memiliki profesi beragam, tidak hanya wartawan, tetapi memang sebagian besar wartawan, yang ikut tergabung dalam PWS.

“Saya memang sengaja membuat drawing wajah-wajah yang saya kenal, dan mengambil dari sisi yang berbeda, sehingga penampilannya terlihat lain dari drawing yang pernah saya buat, misalnya saya membuat drawing wajah Ashadi Siregar dari sudut yang lain, dan terlihat lebih otentik” ujar Vincensius Dwimawan.

Karena sebagian drawing yang dia buat menggambar sahabat yang dia kenal, maka pameran drawing kedua karya Si Us ini diberi tajuk ‘Wajah-Wajah Para Sahabat’, terutama yang tergabung dalam PWS. Mereka di antaranya ialah, Ashadi Siregar, Imam Anshori Shaleh, Sugeng Wiyono, Roso Daras, Suharno PA, Purwadmadi, Hermuningsih, Dyah Kecono Puspito, Kriswahyuni, Made Suarjana, Agus Widhartono, Khocil dan sejumlah nama lain, yang dulu pernah aktif menjadi wartawan.

Para wartawan yang tergabung dalam PWS ada yang sudah pensiun, namun ada yang masih aktif sebagai wartawan dan terikat dengan salah satu media cetak, atau media daring. Namun kebanyakan sudah pensiun sebagai wartawan, tetapi aktivitas menulisnya tidak berhenti, bahkan aktif menulis karya sastra seperti Sutirman Eka Ardhana, yang masih rajin menulis puisi dan beberapa buku puisinya sudah terbit.

Simak juga:  Misteri Sumur Tiban di Makam Ronggowarsito Peziarahnya dari Pengangguran Sampai Caleg

Selain pernah menjadi wartawan, anggota PWS ada yang memiliki profesi lain, misalnya seperti Imam Anshori Shaleh, pernah menjadi anggota DPR RI,  Wakil Ketua Komisi Yudisial, Pengacara. Suharno PA, setelah tidak aktif menjadi wartawan juga pernah menjadi anggota DPR RI dan sekarang staf ahli Korlantas. Ashadi Siregar, selain permah menjadi wartawan dan dikenal sebagai pendidik para wartawan, dikenal sebagai novelis. Novel yang terakhir terbit (2018)  berjudul ‘Menolak Ayah’. Sumbo Tinarbuka, pengajar ISI Yogya dan Ahmad Syaify, ketika masih muda aktif  sebagai wartawan dan sekarang menjadi Dekan FKG UGM.

Selain para wartawan anggota Paguyuban Wartawan Sepuh, ada wajah-wajah lain yang digambar Si Us, dan mereka memiliki aktivitas yang berbeda-beda, ada pengajar, praktisi IT, youtuber, dokter gigi, pegiat difabel, anggota IKWI Yogya, pegiat sosial, penyair dan lainnya.

“Jadi, pameran drawing karya Si Us kali ini, menyajikan wajah-wajah dalam aneka aktivitas, tidak hanya para jurnalis” ujar Ons Untoro. (*)

Lihat Juga

Di Tempat Berbeda, Penyair Saling Membaca Puisi Untuk 9 Tahun Sastra Bulan Purnama

Penyair dari kota yang berbeda, seolah saling bertemu, padahal masing-masing di tempatnya sendiri, mengambil lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *