Minggu , 29 November 2020
Beranda » Humaniora » Menyanyi, Bagian dari Hidup Saya
Ketika menyalurkan hobi menyanyi yang tumbuh lagi setelah pensiun dari pekerjaan. (Foto: Ist)

Menyanyi, Bagian dari Hidup Saya

BERMUSIK dan menyanyi adalah hobi atau kesukaan saya sejak remaja. Disamping sejumlah hobi lainnya, dunia remaja saya boleh dibilang selalu diwarnai dengan kesukaan bermusik dan menyanyi tersebut. Tapi sesungguhnya perasaan suka dengan musik dan menyanyi itu sudah tumbuh sejak kecil. Sejak di bangku Sekolah Dasar, saya sudah suka mendengarkan musik atau lagu-lagu melalui radio.

Dan, kemudian dari suka mendengarkan musik atau lagu, saya pun tertarik untuk bisa bermain gitar. Saya pun belajar bermain gitar. Belajar sendiri, dari melihat dan memperhatikan orang lain bermain gitar. Karena didorong keinginan yang besar, saya pun mulai bisa memainkan gitar.

Pada awalnya suka bermain gitar sendiri, sambil menyanyikan lagu-lagu kesukaan. Kemudian bertemu teman-teman sebaya, lalu bergitar bersama. Dari kesukaan bermain gitar, lalu jumpa teman-teman sebaya yang kebetulan punya kesukaan sama itulah kemudian muncul keinginan bermusik bersama dalam satu wadah grup band.

 

Ikut Grup Band

Saya pun bergabung bersama teman-teman sebaya dalam grup band. Jadi, sewaktu remaja saya adalah “anak band”. Sebutan sebagai anak band kala itu sungguh membanggakan hati. Pada awalnya di grup band pertama itu saya mendapat tugas untuk  membetot bas atau memegang gitar bas. Kemudian ganti posisi sebagai pemegang rhythm guitar. Sesekali ikut menyanyi, mendampingi vokalisnya, atau menyanyi sendiri.  

Hobi bermusik dan menyanyi ini lantas saya pupuk bersama teman-teman yang lain. Di antaranya dengan komunitas anak gunung, sebab saya juga punya hobi jelajah alam, dan mendaki gunung. Ketika itu, masa remaja atau masa muda saya sungguh penuh suasana menyenangkan, karena selalu diwarnai dengan musik dan menyanyi.

Simak juga:  Hobi Menyanyi Muncul, di Saat Mulai Kenal Cinta

Tapi masa remaja atau masa muda yang penuh warna menyenangkan dalam bermusik dan menyanyi itu tak berlangsung selamanya. Seiring dengan perjalanan waktu, setelah lulus kuliah, kemudian bekerja dan menikah, kegiatan atau aktivitas bermusik dan menyanyi pun perlahan surut. Walaupun  sesungguhnya perempuan yang saya nikahi, Ellies Aprillia, tidak keberatan dan sangat memahami hobi saya dalam bermusik dan menyanyi. Akan tetapi, saya memang sudah bertekad untuk fokus dengan pekerjaan, dan memperhatikan rumah tangga atau keluarga.

Kebetulan instansi tempat saya bekerja, yakni Diganti BNI ’46, membutuhkan dedikasi kerja yang tinggi. Disamping itu dalam mengarungi pekerjaan di dunia perbankan itu saya sering berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Kondisi seperti ini semakin membuat saya untuk mengenyampingkan dulu hobi bermudik dan menyanyi itu.

Terlebih setelah pasca operasi tumor di pangkal tangan kanan, yang menjadikan jari telunjuk dan jempol tangan kanan, tidak bisa ditekuk. Akibatnya, saya tidak bisa pegang gitar lagi.

 

Pensiun, Bangkit Lagi

Demikianlah, singkat cerita, sampailah pada masa pensiun, saya ditawari bergabung dalam grup vokal yang penghuninya adalah para pensiunan Bank BNI. Grup tersebut  bernama  Pens ’46, atau “Pensiunan BNI ’46”.

Simak juga:  Derap Kebangsaan XXVI: Menjaga dan Merawat Perbedaan

Keterlibatan saya di dalam grup vokal “Pensiunan BNI ’46” itu merupakan titik awal kembali untuk menekuni lagi hobi yang sempat digeluti semasa remaja atau muda dulu. Saya kembali bersemangat untuk menekuni dunia menyanyi, karena tak ada lagi beban pekerjaan yang menghambat.

Dulu sewaktu ikut band, saya dan teman selalu pilih-pilih dalam membawakan lagu. Tapi tidak demikian halnya sekarang, setelah kembali terjun ke hobi menyanyi. Sekarang tak pernah pilih-pilih lagu yangg dinyanyikan. Lagu apapun saya sambar, saya ikuti semua.

Sekarang ini saya ikut dua komunitas nyanyi yakni “Pens ’46” dan “Sensasi”. Dan dua komunitas menyanyi tersebut bernaung dalam panji “LaNosta” (Laras Nostalgia). Disamping itu, kalau pas kepingin menyanyi, saya biasa mampir ke rumah-rumah musik yang tersebar di seantero Yogyakarta.

Bagi saya menyanyi adalah kegiatan yang bisa membuat hati senang dan gembira, dapat pula membuka kembali relung kenangan, atau momen lama yang agak jarang diingat.

Bahkan, bisa jadi menyanyi memang sudah merupakan bagian hidup saya. *** (Heru Purwanto)

 

*** Heru Purwanto, pensiunan BNI ’46 ini lahir di Yogyakarta pada 19 Desember 1954. Dan bersama keluarga sekarang tinggal di Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *