Beranda » Humaniora » Menikmati Senja di Ujung Pulau Jawa
Memandang senja yang indah di Pantai Pulau Merah Banyuwangi. (Foto: Ist)

Menikmati Senja di Ujung Pulau Jawa

BANYUWANGI sebuah kabupaten di ujung Pulau Jawa yang memiliki banyak keindahan alam. Banyuwangi terletak di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini terkenal dengan adat dan istiadat suku Osing. Tapi siapa sangka kota ini juga memiliki wisata alam banyak dan terkenal yang sayang untuk kita lewatkan. Salah satunyaa Pantai Pulau Merah.

Saat itu tahun baru Masehi, 2016. Tentunya juga bertepatan dengan liburan semester sekolah. Dan biasanya kami pergi berlibur ke tempat wisata untuk mengisi liburan. Saya dan keluarga pergi berlibur ke Banyuwangi. Rumah saya terletak di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, JawaTimur, yang jaraknya membutuhkan waktu tempuh sekitar lima jam untuk sampai ke Banyuwangi.

Sebelum ke Pulau Merah, saya dan keluarga pergi ke Taman Nasional Baluran di Banyuwangi. Untuk sampai ke Taman Nasional Baluran, kami harus melewati jalan yang terletak di tengah-tengah hutan. Tiba di gerbang TN Baluran di kawasan Batangan, lalu kami menuju ke Padang Savana Bekol dengan menempuh waktu sekitar dua jam. Ketika itu jalan menuju Baluran pun tidak beraspal pada saat itu, masih sangat alami dan berlika-liku. Perjalanan yang seru dan menyenangkan.

Di sepanjang perjalanan menuju Taman Nasional Baluran  terdapat banyak hewan seperti rusa dan monyet. Di sepanjang perjalanan juga terdapat pemandangan yang sangat indah yaitu hamparan savana. Kini jalan dari gerbang TN Baluran di kawasan Batangan menuju ke Padang Savana Bekol sudah mulus, beraspal hotmix. Dan bisa dilalui kendaraan apa saja. Jika sebelum diaspal, dari pintu masuk TN Baluran menuju Savana Bekol harus ditempuh sekitar satu sampai dua jam perjalanan, kini cukup 45 menit saja. Aspal juga sudah terpasang di jalur Savana Bekol menuju Pantai Bama.

Pantai Pulau Merah

Simak juga:  Mewujudkan Perdamaian Bak Melempar Kerikil ke Telaga

Selain Taman Nasional Baluran, terdapat juga sebuah pantai yang sangat indah jika terus mengikuti jalan di Baluran sejauh sekitar 3,5 km. Pantai tersebut adalah Pantai Bama. Hamparan pasir putih yang sangat indah dan masih alami membuat kagum saya sebagai pengunjung.

Setelah menikmati indahnya Padang Savanna Bekol dan Pantai Bama di Baluran, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pulau Merah. Perjalanan menuju Pulau Merah menempuh jarak sekitar 113 km dan waktu sekitar tiga jam. Ternyata perjalanan menuju Pantai Pulau Merah agak jauh, tapi kami terus melanjutkan perjalanan. Di perjalanan, kami melewati rumah-rumah warga yang masih sangat asri dan persawahan hijau yang segar dipandang.

Saya dan keluarga sampai di Pantai Pulau Merah saat sore hari dan belum makan siang. Jadi kami mampir dulu ke salah satu warung makan yang berjejer di pintu masuk setelah area parkiran. Warung makan disini memiliki menu sea food yang beragam, mulai dari lobster, udang, cumi-cumi, ikan kakap, dan lain-lain.

Senja pun tiba saat kami telah selesai makan bersama di tepi pantai yang sangat indah ini. Lalu kami pergi menuju pinggir pantai dan bermain pasir sambil mengabadikan momen dengan berfoto. Pemandangan tak disangka pun tiba, yaitu tepat saat matahari mulai terbenam, kami dan pengunjung lainnya dibuat takjub dengan pemandangan indah ini.

Simak juga:  Kyai Haji Mas Mansur dan 'Penolakan' Gamelan

Pantai ini memiliki ciri khas dengan adanya bukit yang tingginya kurang lebih 200 meter di hadapan pantai yang dulunya bernama Pantai Wringin Pitu. Nama Pulau Merah diambil dari warna merah pada pasir dan tanah dari pulau yang berada 100 meter di depan bibir pantai sehingga warga sekitar menyebutnya dengan Pantai Pulau Merah.

Pengunjung bisa mandi di laut namun tetap pada batas aman, bermain pasir, snorkling, memancing, hingga mendaki bukit di belakang pantai untuk melihat indahnya Pantai Pulau Merah atau biasa disebut Red Island. Kita bisa menikmati pantai dari ketinggian atau sekadar bersantai dengan tidur di kursi-kursi lengkap dengan payung khas untuk berjemur di bibir pantai.

Sungguh saya merasa beruntung dan bersyukur dapat menikmati senja yang indah ini di ujung Pulau Jawa pada hari pertama di tahun 2016 lalu. Padahal tak ada niatan untuk melihat senja seindah ini. Sungguh indah ciptaan-Nya. *** (Aryanti Nur Aisah Setyaningrum)

 

* Aryanti Nur Aisah Setyaningrum, mahasiswi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *