Selasa , 29 September 2020
Beranda » Musik » Mengemas Program Menyanyi di Radio
Sedang mendampingi penyanyi yang menyanyi di Radio Swara Kenanga. (Foto: Ist)

Mengemas Program Menyanyi di Radio

MENYANYI  di Radio, tentu saja juga harus diiringi dengan ‘musik’. Karena unsur siaran  radio itu terdiri atas  ‘Music’, ‘Voice’ dan ‘Sound Effect’.

 

Musik

Musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, nada, dan keharmonisan terutama dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik adalah merupakan hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.

Saya yakin bahwa Anda pasti pernah mendengarkan musik, bahkan mungkin setiap hari selalu mendengarkan lagu- lagu favorit. Mungkin salah satu alasan mengapa orang-orang sering mendengarkan musik karena salah satu manfaat dan fungsi musik adalah membuat perasaan pendengarnya menjadi senang.

 

Menyanyi

Menyanyi berasal dari kata dasar ‘nyanyi’.Menyanyi memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga menyanyi dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Berikut ini adalah arti menyanyi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] atau pun juga rangkuman dari berbagai sumber lainya.

Arti kata nyanyi adalah nyanyi, menyanyi, bernyanyi, bersenandung, berkidung, berdendang, menembang, bersuara, berlagu, melantun, merinai.

Kata dengan ‘kata dasar’ nyanyi. Arti kata bernyanyi adalah mengeluarkan suara bernada. Bernyanyi juga berarti berlagu (dengan lirik atau tidak). Arti kata menyanyikan adalah melagukan. Menyanyikan juga berarti menyuarakan (lagu).

Contoh: Ia menyanyikan sebuah lagu

Arti kata nyanyian adalah hasil menyanyi. Nyanyian juga berarti yang dinyanyikan. Nyanyian juga berarti lagu.

Arti kata penyanyi adalah orang yang (pekerjaannya) menyanyi. Penyanyi juga berarti biduan. ‘Menyanyi’ di Radio berbeda dengan menyanyi di panggung (di hadapan khalayak), atau di Televisi. Artinya kecuali ‘didengar’ juga ‘dilihat’. Sedangkan ‘menyanyi’ di  Radio hanya ‘didengar’ saja.

Tetapi justru hanya didengar inilah yang menjadikan media Radio memiliki keunggulan ‘Imajinatif’. Sehingga akan membangkitkan daya khayal bagi para pendengarnya. Ketika mendengarkan seseorang sedang menyanyi di Radio, maka pendengar akan membayangkan seperti apa penyanyi yang sedang menyanyikan sebuah lagunya. Sehingga terkadang membikin penasaran pendengar ingin hadir ke studio untuk menyaksikan secara langsung, “Seperti apa sih penyanyinya?”

Demikian pula ketika mendengarkan program ‘Sandiwara Radio’, pendengar akan membayangkan para pemeran dan suasana yang dikisahkan, sesuai dengan imajinasinya.

Misal: Pemeran Brama Kumbara dalam Serial Sandiwara radio ‘Saur Sepuh’, tatkala diangkat dalam layar film, imajinasi pemirsa akan sangat berbeda bila dibanding ketika mendengarkan di Radio.

Pengalaman saya dalam mengemas program menyanyi di Radio diawali dengan menyelenggarakan lomba nyanyi pada tahun 1986. Diselenggarakan di Radio MBS yang diselenggarakan setiap tahun hingga tahun 2000-an.

Lomba terdiri atas berbagai jenis lagu ( Pop , Keroncong, Dhangdhut, Campursari ). Lomba yang diberi tajuk ‘Bintang Radio MBS’ tersebut  disiarkan baik langsung maupun rekaman.

Dalam lomba tersebut peserta wanita dibedakan dengan peserta pria. Masing-masing peserta membawakan 1 (satu ) Lagu Wajib  dalam ‘Babak Penyisihan’ dan pada ‘Babak Final’ membawakan 1 (satu) Lagu Wajib dan 1 (satu ) Lagu Pilihan. Judul  lagunya  berbeda antara peserta wanita dan peserta pria. Peserta diberikan notasi dan syair dari lagu yang dinyanyikan.

Musik pengiring disediakan oleh panitia dengan nada dasar yang dapat disesuaikan.

Dewan juri ‘dirahasiakan’. Juri memilih finalis melalui hasil rekaman (tidak menyaksikan penampilan peserta). Dewan juri baru menyaksikan langsung pada babak final. Dalam babak final dipastikan seluruh finalis akan mendapatkan predikat kejuaraan (Juara I, II, III,  Juara Harapan I dan Juara Harapan II). Jadi dalam babak final ditampilkan 5 (lima) peserta wanita dan 5 (lima) peserta pria.Masing-masing membawakan lagu wajib dan lagu pilihan.

Simak juga:  Pelatihan Menulis Puisi Untuk Napi di Lapas Karawang

Untuk menghindari gangguan tehnis, mikropon tidak boleh dipegang (sudah terpasang stasioner pada stand mic yang flexible).

Dalam  pertemuan teknik disampaikan hak dan kewajiban peserta termasuk hal-hal apa saja yang dinilai (Materi Vokal, Harmoni, Pembawaan, Notasi  dan Syair ) yang masing-masing memliki faktor pengalian yang berbeda.

Sedangkan Penampilan hanya dinilai pada saat tampil di babak final saja. Untuk menentukan Penampilan Terbaik dihadirkan ‘juri khusus’ yang memiliki kompetensi. Yang dinilai dalam penampilan adalah busana, etika, dan akting. Penampilan Terbaik diberikan penghargaan khusus yang dipisahkan dengan Lomba Menyayi, dan hanya diberikan kepada 1 (satu) pemenang.

Pada saat babak final yang disaksikan oleh penonton. Sebelumnya disampaikan tata tertib untuk peserta , juru foto maupun penonton.

 

Inspirasi Program Nyanyi di Radio

Pada tahun 1977 sebenarnya telah mengenal musik elekton  merk ‘Allan’, Keyboard yang digunakan oleh OM.MBS  saat itu, kebetulan yang memainkan saya. Hanya saja tombolnya masih manual, style musiknya masih sangat terbatas (8 beat, cha cha, rumba, swing, waltz ), untuk chord minor dan chord 7 harus diinjak dengan kaki.

Pada tahun 1987, mengenal ‘Musik Elekton’ yang sudah mengacu ‘Computer System’, sebuah alat musik yang bisa dimainkan hanya di bawah ‘telapak tangan’ satu orang. Ketika itu yang dikenal merk ‘Roland’ tipe E 35.

Kemudian timbul inspirasi untuk “mengemas program menyanyi di Radio” dengan iringan musik elekton. Alat musik elekton yang sebelumnya dikenal  dengan bass yang dimainkan dengan kaki, ternyata telah berkembang. 

Elekton merk ‘Roland’ tipe E tersebut ternyata terus berkembang, mulai dari E 12. E 16, E 28, E 35, E 36, E 38, E 56, E 66, E 86, E 96 dan disusul dengan seri G, G 800 & G 1000. Setelah itu musik elekton menjamur disusul oleh merek-merek lain, seperti Korg, National tipe KN, Casio, dan Yamaha yang muncul belakangan tapi justru lebih inovatif. Sehingga sampai sekarang lebih banyak digunakan oleh para player, khususnya di Yogyakarta, di lain daerah ‘Korg’ lebih diminati.

Pada tahun 1990-an, di Radio MBS dicoba mengemas program ‘Karaoke Udara’, pada awalnya hanya mengiringi pendengar yang menyanyi  via pesawat telepon. Namun dengan meningkatnya peserta dan berbagai kendala bila menyanyi via telepon, maka acara ini dikembangkan dengan menyanyi langsung di studio.

Dengan menyanyi di studio akan didapat berbagai keuntungan, antara lain: Studio jadi dikunjungi monitor, suara penyanyi secara tehnis menjadi lebih baik bila dibanding via telepon, mereka juga bisa saling mengenal satu sama lain dan akhirnya terbentuklah sebuah komunitas untuk sarana menyalurkan hobi , rekreasi dan silaturahmi.

Karaoke Udara pada mulanya diiringi langsung dengan Elekton Roland tipe E 86 yang saya mainkan. Seiring dengan perkembangan tehnologi di bidang musik digital, selanjutnya bisa didapatkan program aplikasi ‘Midi Player’ yang diakses ke komputer siaran, sehingga musik pengiring dapat diprogram terlebih dahulu dalam format ‘ Midi File’

Sehingga operator siaran bisa melayani para penyanyi via program ‘Midi Player’, jadi tidak harus dengan elekton atau pun tidak harus bisa main elekton.

Pada tahun 1993-an mulai bisa didapatkan musik karaoke dalam bentuk kaset di pasaran, kemudian direkam  dengan aplikasi komputer, dirubah dalam bentuk digital “MP3 File “, jenis lagunya pun mulai bervariasi kecuali lagu pop nostalgia, ada karaoke dhangdhut, karaoke campursari, karaoke keroncong dan bahkan karaoke lagu daerah. Maka kecuali melayani penyanyi dengan ‘MIDI Player” juga sudah bisa menggunakan aplikasi untuk siaran radio yang dapat memutar “MP3 File”.

Karaoke dengan musik pengiring “MP3” ini berlangsung cukup lama, bahkan hingga saat ini pun masih banyak stasiun Radio Siaran yang menggunakannya.

Simak juga:  Serat Sabda Tama Petunjuk Utama Kehidupan

Pada tahun 2015-an , mulai menjamur ‘Karaoke Video’, kalau menyanyi diiringi dengan ‘Karaoke MP3’ atau diiringi dengan elekton, penyanyi  bila tidak hapal liriknya, maka masih harus membaca teks liriknya. Namun dengan ‘Karaoke Video’ lirik lagu sudah ditampilkan di layar monitor, bahkan sudah ada petunjuk warna yang mengikuti lirik yang harus dinyanyikan, atau bisa juga lirik lagu dimunculkan sebaris demi sebaris sesuai dengan musik yang mengiringi. Hal ini akan lebih memudahkan penyanyi dalam melantunkan lagunya. Kendala awal dari karaoke video ini, nada nya tidak bisa diatur.

Seiring dengan perkembangan tehnologi, maka didapatkan ‘Video Player’ yang bisa mengatur nada, sehingga penyanyi bisa menyesuaikan nadanya  dengan musik pengiring.

Program ‘Menyanyi di Radio’ kualitasnya akan lebih baik jika ‘direkam lebih dahulu’, karena bila ada kesalahan bisa diulang, hasil rekaman bisa diedit atau diproses agar menghasilkan kualitas yang lebih maksimal.

 

Tehnik Microphone

Bagaimana kita memperlakukan ‘Microphone’ pada saat kita berbicara atau bernyanyi dengan menggunakan Microphone? Perlu diketahui bahwa microphone yang menghasilkan audio yang bagus itu berdasarkan kualitas microphone yang digunakan. Kualitas microphone itu bervariasi selaras dengan harganya, mulai dari yang harganya ribuan sampai dengan yang harganya jutaan.

Microphone juga terdiri atas berbagai jenis, sesuai dengan peruntukannya. Sebagai pengguna microphone sudah selayaknya kita harus mengetahui dan memahami berbagai hal yang terkait dengan microphone, agar bisa memperlakukan sebaik mungkin dan menggunakan sebagaimana mestinya.

 

Memahami karakteristik Microphone

– Uni Directional (satu arah)
Artinya microphone tersebut hanya dapat menerima getaran suara secara sempurna, hanya pada satu arah terhadap membrant/kapsul microphone.

Karakteristik microphone semacam ini yang biasa untuk penyiar, penyanyi, pidato.

 

– Omni Directional (semua arah )
Artinya microphone tersebu dapat menerima getaran suara secara sempurna  pada skop yang lebih luas terhadap membrant/kapsul microphone.

Karakteristik microphone semacam ini biasa digunakan untuk panggung.

 

Memahami jenis Microphone

– Dynamic Microphone – tidak memerlukan catu daya
– Condenser Microphone – karena ada komponen aktif, maka diperlukan catu daya.
– Karbon/kristal Micophone àmic  telepon
– Wireless MicrophoneàClip On’

Wire = kabel   less = tanpa    Didalam cassing Wire Less Microphone ini terdapat rangkaian pemancar mini (biasanya menggunakan  Frekwensi UHF), serta dilengkapi dengan pesawat penerima khusus untuk dihubungkan ke Audio Mixer.

 

Dilarang / Jangan melakukan :

–  Meniup Microphone 
Karena kapsul microphone merupakan membrant yang sangat tipis, bila mendapatkan tekanan yang kuat akan rusak, sehingga kualitasnya akan berubah. Oleh sebab itu kapsul microphone kadang juga dilindungi dengan ‘Wind Screen’ (tabir penahan tiupan/tekanan).

–  Mengetuk Microphone
Seperti halnya ditiup, diketuk pun juga bisa mengakibatkan rusaknya membrant microphone.

– Hindarkan terjadi benturan pada Microphone
Oleh sebab itu Microphone jangan sampai  jatuh.

 

Mengatur jarak dengan Microphone agar dihasilkan suara yang optimal.
Bila power suara keras, maka harus menjauh dari microphone. Sebab kalau terlalu dekat, dengan suara yang keras, maka akan dihasilkan suara yang ‘distorsi’/cacat. Sebaliknya jika suara lemah akan dihasilkan suara yang sempurna, maka harus mendekat ke microphone.

 

Cara memegang Microphone

Bila Microphone dipegang, maka peganglah pada bagian tengahnya. Jangan menutup kapsulnya.

Bila Microphpone memakai kabel, maka jangan ‘mempermainkan’ kabelnya dengan melipat-lipat atau menggulungnya, sebab bila koneksinya terganggu, hasil suaranya juga mengalami gangguan.

“Semoga yang sekelumit ini bisa menambah wawasan Anda”. *** [Martan Kiswoto]

 

*** Martan Kiswoto, pengelola Program Menyanyi di Radio, Radio Swara Kenanga Jogja.

Lihat Juga

Menyanyi Sambil Membayangkan . . . . .

SAAT ini, menyanyikan sebuah lagu tidak diharuskan untuk hafal liriknya. Sudah banyak sekali fasilitas yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *