Kamis , 9 April 2020
Beranda » Peristiwa » Masyarakat Harus Ikut Aktif Memerangi COVID-19

Masyarakat Harus Ikut Aktif Memerangi COVID-19

Meski sampai kini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X belum menerapkan status Kondisi Luar Biasa (KLB) COVID-19 berlaku di DIY, tetapi masyarakat diminta membatasi aktivitas. Masyarakat DIY pun diminta untuk turut aktif memerangi penyebaran virus Corona di DIY.

“Intinya, bagaimana masyarakat yang sakit bisa sehat, yang sehat tidak sakit. Kami punya harapan, masyarakat bisa mengurangi aktivitas yang sekiranya masih bisa ditunda, entah itu aktivitas kelembagaan, perorangan ataupun kelompok. Harapannya, hal tersebut bisa menghindari berkumpulnya kelompok masyarakat,” ujar Sri Sultan pada Senin (16/03).

Harapan Gubernur DIY ini diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan COVID-19 di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, maupun di hadapan awak media saat jumpa pers di Bale Kenyo. Sri Sultan menegaskan, publik harus ikut bertindak sebagai subjek dalam mengamankan diri dan keluarga.

“Kita harus membangun kesadaran bersama secara aktif. Jangan hanya jadi objek dalam menjaga kesehatan. Kalaupun terpaksa harus berkumpul, tolong bisa memastikan warga yang berkumpul itu semua dalam kondisi sehat,” imbuh Sri Sultan.

Sri Sultan mengungkapkan, pihaknya pun telah membatalkan acara budaya yang menjadi rangkaian Pengetan Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Acara budaya yang seharusnya digelar di kawasan Malioboro ini dibatalkan guna menghindari berkumpulnya warga dalam jumlah banyak di satu tempat.

“Sebagai gantinya, saya minta agar pentas budaya yang dilakukan warga dari berbagai desa ini diganti dengan bersih desa. Konteksnya, bersama-sama membersihkan desa, bisa itu dengan menggunakan desinfektan atau yang lainnya. Menurut saya ini lebih bermanfaat,” imbuh Sri Sultan.

Simak juga:  Beri Dukungan dan Hormati Hak Pribadi Pasien Korona

Sri Sultan pun mengungkapkan, aktivitas budaya pada Selasa Wage yang bulan ini jatuh di tanggal 24 Maret pun, akan ditunda. Terkait aktivitas belajar siswa di sekolah, Sri Sultan tetap beranggapan lebih baik anak-anak menghabiskan aktivitas belajar di sekolah daripada diliburkan dan kemungkinan hanya akan keluyuran.

“Untuk aktivitas belajar, biarlah tetap di sekolah. Siswa yang saat ini ujian biar tetap berkonsentrasi pada ujiannya,” kata Sri Sultan.

Terkait tes laboratorium guna pemeriksaan sampel darah Orang Dalam Pengawasan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Sri Sultan berharap Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL PPM) DIY bisa segera memiliki reagen yang digunakan untuk tes darah COVID-19. Dengan begitu, pemeriksaan bisa dilakukan di DIY.

“Semoga kita bisa segera mandiri memeriksa sampel dari masyarakat. Masalah biaya, ada yang ditanggung pemerintah pusat dan ada yang ditanggung pemerintah daerah,” imbuh Sri Sultan.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dan melibatkan semua Forkopimda DIY seperti Kapolda DIY, Danrem 072 Pamungkas, Kepala BINDA, dan Ketua DPRD DIY. Hal ini dilakukan agar penanganan COVID-19 di DIY bisa terarah dan efektif.

Simak juga:  Kemenkes Pastikan Lokasi Observasi Aman

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg. Pembayun Setyaning Astutie, M.Kes., mengatakan, sampai saat ini baru satu pasien positif COVID-19 di DIY. Pasien berusia tiga tahun ini, saat ini dirawat di RSUP Dr. Sardjito. Terkait kasus positif ini, pihaknya telah melakukan tracking dengan siapa saja pasien berinteraksi.

“Proses tracking dan screening ini masih terus kami lakukan karena belum sampai ujungnya. Kedua orang tua pasien ini juga masuk daftar PDP. Anggota keluarga lain yang pernah berinteraksi dengan pasien juga sudah kami periksa, dan dinyatakan sehat,” paparnya.

Pembayun mengungkapkan, sampai saat ini ada total 15 orang yang telah diperiksa di RSUP Dr. Sardjito, di mana tiga orang di antaranya masih menunggu hasil pemeriksaan, dan satu orang sudah dinyatakan positif. Sedangkan di RSUD Panembahan Senopati, Bantul, terdapat dua orang PDP, di RSUD Wirosaban, Yogyakarta terdapat dua orang PDP.

“Saat ini ada kabar akan ada satu pasien yang dirujuk dari rumah sakit swasta ke RSUD Wirosaban. Tapi kami minta sebelum dirujuk harus tegak diagnosa dulu, tidak asal rujuk,” imbuhnya.

 

Sumber: jogjaprov

Lihat Juga

Kelas Online: Dilema Mahasiswa Menghadapi Keadaan

AWAL Maret tahun 2020 menjadi kepanikan tersendiri di pikiran Sinta. Selain dia sudah menjadi mahasiswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *