Senin , 30 Maret 2020
Beranda » Event » Kepak Sayap Waktu di Bulan Purnama
Handrawan Nadesul. (Ft: Ist)

Kepak Sayap Waktu di Bulan Purnama

Sastra Bulan Purnama edisi 100 akan diisi peluncuran antologi puisi karya 49 penyair dari berbagai kota yang diberi judul ‘Kepak Sayap Waktu’. Edisi kali ini berkolaborasi dengan pameran seni rupa yang mengambil tajuk ‘Mozaik Kehidupan’ karya Yeni Fatmawati.

Peluncuran antologi puisi di Sastra Bulan Purnama akan dilakukan Jumat, 10 Januari 2020, pkl. 19.00  di Pendhapa Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, sekaligus pembukaan pameran seni rupa, yang akan dilakukan oleh Suwarno Wisetrotomo, pengajar Pasca Sarjana ISI Yogyakarta dan dikenal luas sebagai kurator..

Dari 49 penyair tidak semuanya bisa datang, namun ada sejumlah penyair dari kota-kota yang berbeda akan hadir dan membacakan puisi karyanya, seperti Agustina Thamrin, dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Dharmadi dari Tegal, Indri Yuswandari dari Kendal, Sus S. Hardjono dari Sragen, Marlin Dinamikanto dan Ristia Herdiana, Dhenok Kristianti, Naning Pranoto dari Jakarta, Nia Samsihono, Yanti S.Sastro, Heru Mugiarso, Sulis Bambang dan Gunoto Saparie dari Semarang, Yuliani Kumudaswari dari Sidoarjo, Dedet Setiadi dari Magelang, Sutirman Eka Ardana, Salama Elmi, Yosep Yapi Taum dari Yogya, Aming Aminoedhin, Pipie J Egbert dari Surabaya dan sejumlah penyair lainnya dari kota-kota yang berbeda.

Antologi puisi ini memuat 100 puisi karya 49 penyair. Jumlah 100 puisi untuk menandai Sastra Bulan Purnama edisi 100, dan jumlah 49 penyair sebagai tanda usia Yeni Fatmawati, yang sekaligus pameran seni rupa bersamaan dengan Sastra Bulan Purnama berusia 49 tahun. Tiga puisi Yeni Fatmawati ada dalam antologi puisi tersebut, Yeni, selain memiliki aktivitas melukis dan menulis puisi, sehari-harinya sebagai konsultan hukum.

Simak juga:  Kepada Hujan di Sastra Bulan Purnama

“Jadi, Sastra Bulan Purnama edisi 100 yang diisi peluncurkan antologi puisi dan pameran seni rupa, sekaligus untuk merayakan ulang tahun Yeni Fatmawati: ujar Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama.

Dijelaskan oleh Ons Untoro, Sastra Bulan Purnama edisi 100 ini sekaligus merupakan interaksi antara sastra, seni rupa dan musik. Karena, dalam acara ini akan ada penampilan musik jazz dari Komunitas jazz mbensenin Yogya, yang menggarap puisi-puisi Yeni Fatmawati menjadi lagu.

Pada pertunjukan, akan ditampilkan satu pertunjukan yang disebut sebagai ‘Dialog Puisi Terpasung’ dan dibawakan Naning Pranoto dan Dhenok Kristianti, keduanya perempuan penyair dari Jakarta.

“Pada Sastra Bulan Purnama edisi 100 sekaligus untuk pembukaan pameran seni rupa, saya akan membacakan satu puisi saya yang berjudul ‘Kepak Sayap Waktu” ujar Yeni Fatmawati.

Para penyair yang puisinya tergabung dalam antologi pusi ‘Kepak Sayap Waktu’ sudah dikenal luas sebagai penyair, dan sudah puluhan tahun menulis puisi, selain nama-nama yang sudah disebut di atas, ada nama-nama lain seperti, Aspar Paturusi, Adri Darmaji Woko, Handrawan Nadesul, Kurniawan Junaedhie, Bambang Widiatmoko, Kurnia Effendi dan nama-nama lainnya.

Simak juga:  Obor dan Dupa Dalam Puisi Di Tembi

Selain para penyair yang puisinya ada didalam buku antologi puisi ‘Kepas Sayap Waktu’, akan tampil membaca puisi, sebut saja sebagai, pembaca tamu Landung Simatupang, yang dikenal sebgai aktor teater sekaligus penyair. Belakangan,  Landung sering ikut tampil dalam film-film Indonesia. Ia, Landung akan membacakan 2 puisi karya Yeni Fatmawati yang ada didalam buku ‘Kepak Sayap Waktu’.

Pembaca dari Jakarta, yang dikenal sebagai penyair, sekaligus sebagai dokter, dan sudah puluhan tahun menulis puisi, Handrawan Nadesul namanya, akan ikut tampil membacakan puisi karyanya. Handrawan Nadesul adalah salah satu dari 49 penyair yang ada didalam buku ‘Kepak Sayap Waktu’. Adri Darmaji, yang menjadi kurator antologi puisi ‘Kepak Sayap Waktu’ akan hadir dan membacakan puisi karyanya.

Nama-nama penyair yang belum disebut namanya, dan puisinya masuk dalam antologi puisi ‘Kepak Sayap Waktu’ ialah: Arman Yusriadi Saleh, Daladi Ahmad, Emi Suy, Hardho Sayoko, Herisanto Boaz, Herman Syahara, Irna Novia Damayanti, Julia Daniel Kodam, M. Enthieh Mudakir, Nila Hapsari, Prasetyo Hadi Prayitno, Rismudji Rahardjo, Shinta Miranda, Sofyan RH. Zaid, Suyitno Ethex, Tengsoe Tjahjono, Umi Kulsum, Windu Setyaningsih, Yana Risdiana. (*)

Lihat Juga

Mengenang Mantan di Bulan Purnama

Sastra Bulan Purnama edisi 101 akan diisi peluncuran antologi cerpen, yang ditulis oleh 10 perempuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *