Kamis , 26 November 2020
Beranda » Peristiwa » Aksi Demo Tengah Malam di Kantor Partai Golkar Yogya
Pengurus 12 PK di depan spanduk yang mereka pasang di pintu Kantor DPD Partai Golkar Kota Yogya. (Foto: SEA)

Aksi Demo Tengah Malam di Kantor Partai Golkar Yogya

AKSI demo atau unjuk rasa pada siang hari itu hal yang lumrah dan biasa. Tapi kalau aksi demo berlangsung tengah malam, ini layak disebut sebagai sesuatu yang luar biasa.
Nah, aksi yang di luar kebiasaan atau luar biasa itu terjadi Rabu malam, 5 Agustus 2020, di Kantor Partai Golkar Kota Yogyakarta. Aksi terjadi tepat pukul 23.00 malam.

Aksi tersebut merupakan buntut dari kondisi Partai Golkar Kota Yogyakarta kini sedang kembali dilanda ketidaknyamanan itu. Dalam aksi itu sebanyak 12 Pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar di wilayah Kota Yogyakarta memprotes kebijakan DPD Partai Golkar Kota Yogyakarta yang menarik stempel kepengurusan PK.
Aksi protes ditandai dengan pemasangan spanduk-spanduk protes di teras dan pintu masuk Kantor DPD Partai Golkar Kota Yogyakarta di Jl Argolobang, Yogya. Spanduk-spanduk itu di antaranya ada yang bertuliskan “Kembalikan Demokrasi Partai Golkar”, dan “Golkar Bukan Milik Pribadi”. Selain spanduk, di teras kantor digantungkan pula benda berbentuk pocongan. Bisa

 

Sejak Juni 2020
Menurut koordinator aksi, Yugo Saputro SE yang merupakan Ketua PK Kraton, sejak Juni 2020 para Pengurus Kecamatan Partai Golkar Kota Yogya merasakan suasana ketidaknyamanan.
Suasana ketidaknyamanan itu dipicu dari langkah pengurus DPD Partai Golkar Kota Yogya menarik stempel-stempel kepengurusan PK, dengan alasan yang tidak jelas.

Simak juga:  Demokrasi Pancasila dan Islam

Menurut Yugo, menjelang Musda memang biasa ada pengecekan terhadap kondisi stempel-stempel PK untuk mengetahui apakah masih layak digunakan atau tidak. Tapi biasanya langsung dikembalikan.
“Tapi pada pertemuan 23 Juni lalu, stempel-stempel itu tidak dikembalikan. Stempel-stempel PK itu ditahan. Sudah sebulan lebih stempel-stempel itu ditahan, sehingga sudah sebulan lebih pula aktivitas kepengurusan PK terhambat. Ketika ditanyakan kenapa tidak dikembalikan, alasannya bermacam-macam dan tidak jelas,” jelas Yugo Saputro setelah memimpin aksi para pengurus atau 12 ketua PK tersebut.

Yugo menduga, pengumpulan stempel-stempel itu ada kaitannya dengan proses rencana Musda atau pergantian pengurus DPD Partai Golkar Kota Yogya.
Atas dasar itu, kata Yugo lagi, sebanyak 12 Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kota Yogya menuntut agar stempel-stempel PK itu segera dikembalikan lagi, agar para pengurus PK bisa menjalankan kerja organisasi dengan maksimal.

Disebutkan Yugo, di Kota Yogya ada 14 PK. Dari 14 PK itu hanya dua PK yang tidak ikut dalam aksi memprotes kebijakan DPD Partai Golkar Kota Yogya tersebut, yakni PK Mergangsan dan PK Kotagede.
Dari tulisan-tulisan pada spanduk yang dibentang di depan pintu Kantor DPD Partai Golkar Kota Yogya itu jelas terbaca kalau iklim demokrasi di Partai Golkar Kota Yogya sedang keruh. * (Sutirman Eka Ardhana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *