Minggu , 29 November 2020
Beranda » Event » Ajang Winner 2020 Tampilkan 152 Narasumber
Sejumlah narasumber dari LIPI yang diwakili Agus Haryono, Inaya Rakhmani dari ALMI dan Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl ketika berbincang dengan wartawan secara daring. (Ist)

Ajang Winner 2020 Tampilkan 152 Narasumber

MINGGU depan, tepatnya 24-26 November 2020 akan berlangsung pekan kerjasama pendidikan dan penelitian Indonesia-Belanda yang diberi judul WINNER 2020, singkatan dari Week of Indonesia-Netherlands Education and Research. Acara ini digelar secara daring oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dewan Riset Belanda (NWO), Nuffic Neso Indonesia dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.
Acara yang pertama kalinya diselenggarakan ini bertema “Achieving the SDGs: from Knowledge to Practice”. Sebanyak 152 narasumber yang terdiri dari menteri, professor, dosen dan peneliti dari kedua negara akan turut berpatisipasi di WINNER.

Melalui penyelenggaraan WINNER 2020, LIPI mendorong kolaborasi riset global khususnya yang melibatkan mitra dengan Belanda. Para peneliti LIPI telah memiliki kerja sama dan kolaborasi dengan para peneliti di Belanda, khususnya di bidang hayati dan teknik (TI dan elektro). “Ke depan LIPI ingin memperkuat kolaborasi dengan Belanda yang berfokus pada big data, hal ini terkait mulai dilaksanakannya program RIN (Repositori Ilmiah Nasional),” ungkap Kepala LIPI, Dr. Laksana Tri Handoko.

Mengingat sejarah panjang kerja sama penelitian dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda, Pekan Pendidikan dan Riset Indonesia-Belanda diharapkan akan menjadi tanda bersejarah dalam kerja sama penelitian dan pendidikan antara kedua negara.
Sementara Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) mengangkat isu tentang bagaimana sains dapat memperkaya proses pembuatan kebijakan dan mendorong perubahan perspektif pada masyarakat mengenai biodiversitas dan perubahan iklim.

Sebagai bagian dari WINNER 2020, para ilmuwan ALMI memainkan peran aktif dalam memperkaya diskusi panel mengenai biodiversitas dan perubahan iklim. ALMI turut mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan nasional dan lokal, pengusaha sosial, organisasi masyarakat sipil, dan jurnalis sains untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana sains menjadi landasan dalam proses pembuatan kebijakan, advokasi dan inovasi, serta bagaimana sains dikomunikasikan ke publik dalam talk show mengenai perubahan iklim.
Acara ini terbuka untuk khalayak dari Indonesia dan Belanda. Khalayak yang tertarik untuk menjadi peserta dapat mendaftarkan diri di situs www.winner.or.id.

Simak juga:  Diskusi Kebangsaan XXII: Perempuan, Politik dan Demokrasi

 

Tanpa Biaya

Peserta dapat mengikuti acara ini tanpa dipungut biaya.
Hari pertama, 24 November 2020 Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E, M.U.P, PhD dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid Katharina van Engelshoven akan membuka kegiatan WINNER. Selanjutnya, akan hadir dua pembicara kunci yakni Prof. Bernard Lucas Feringa, University of Groningen (penerima Nobel di bidang kimia 2016) yang akan membahas tentang the features of a knowledge economy dan Prof. Daniel Murdiyaso, IPB-Bogor serta ilmuwan utama di Center for International Forestry Research (CIFOR) yang akan membahas perubahan iklim. LIPI sebagai pemegang kewenangan ilmiah dalam bidang keanekaragaman hayati sesuai Keputusan Presiden nomor 103 Tahun 2001 akan berkontribusi pada sesi diskusi panel mengenai keanekaragaman hayati.

Hari kedua, 25 November 2020, ada enam sesi pararel tematik yang menampilkan para peneliti dan pemangku kepentingan dari kedua negara. Berbagai tema diangkat, seperti keanekaragaman hayati, tata kelola perubahan iklim, energi terbarukan, urbanisasi dan perencanaan wilayah, kesehatan, pariwisata, identitas dan budaya, serta kerjasama penelitian dan pendidikan lintas disiplin.

Simak juga:  Fenomena Zombie Company

Hari ketiga, 26 November 2020 peneliti-peneliti LIPI akan hadir dalam lima talkshow pararel terkait sains, pendidikan, kerjasama dan kebijaka yaitu Dr. Ocky Karna Radjasa, Dr. Agus Haryono, Dr. Dudi Hidayat, dan Dr. Puspita Lisdiyanti. Di penghujung acara WINNER 2020, akan dilangsungkan wawancara bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim, B.A, M.B.A. dengan topik From Knowledge to Practice: How to achieve effective public-private collaboration?

Di ajang WINNER 2020 tersebut ilmuwan Belanda dan Indonesia akan memperkuat diplomasi sains untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan perubahan iklim yang mempengaruhi kedua negara dan seluruh dunia.
Menurut Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, acara WINNER ini terbuka untuk umum. “Bahkan pada hari kedua kami membuka kesempatan kepada siapa saja untuk mempresentasikan hasil penelitian atau kegiatan pendidikannya kepada peserta WINNER di sesi Networking. Melalui platform zoom, kami akan membuka 30 ruangan secara parallel (breakout rooms) dan siapa saja boleh reservasi ruangan ini untuk berekpresi ataupun membangun relasi. Seperti misalnya, jaringan alumni Belanda dalam program Holland Alumni Connect akan membuka ruangan di sesi networking ini untuk alumi yang aktif membuat start up dan pengembangan komunitas (community development) . Begitu pula Tim Stuned dari Nuffic Neso Indonesia akan membuka ruangan untuk memberikan berbagai informasi tentang beasiswa stuned, kiprah alumni stuned dan juga membuka peluang kerjasama co funding bagi institusi,” katanya. * (Laksmi Wuryaningtyas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *