Jumat , 18 Oktober 2019
Beranda » Humaniora » Wartawan Mulai Bersaing dengan Robot
Dr Andre Rahmanto ketika berbicara di depan peserta workshop. (ft. SEA)

Wartawan Mulai Bersaing dengan Robot

DI era 4.0 sekarang ini dalam dunia komunikasi, manusia tidak hanya berhubungan dengan sesama manusia. Tetapi, manusia juga berhubungan dengan robot. Bahkan, robot telah memainkan peran penting di dunia komunikasi.

Perihal menguatnya peran robot di bidang komunikasi ini dikemukakan Dr Andre Rahmanto, Ketua Program Magister Komunikasi FISIP UNS, di depan peserta Workshop Review Kurikulum Berbasis KKNI, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, di Hotel Safira, Magelang, Senin (29/7).

Ia mengambil contoh, bagaimana ada media massa di Amerika Serikat sudah mulai melakukan penggantian atau memberikan tugas sekretaris redaksi serta wartawan atau jurnalis kepada robot.
Menurutnya, untuk hal-hal tertentu dalam kerja jurnalistik, misalnya mengedit berita, sudah mulai dilakukan robot.
Jadi, sekarang wartawan sudah mulai bersaing dengan robot. Walau belum semua kerja kewartawanan bisa dikerjakan oleh robot, tapi perkembangan teknologi ke depan, bukan tidak mungkin tugas-tugas kewartawanan kelak digantikan robot.

Ternyata tak hanya para wartawan yang akan bersaing dengan robot, tapi juga penyiar atau pembaca berita di media televisi mengalami hal yang sama.
“China sudah mulai melakukan langkah-langkah menggantikan tugas penyiar atau pembaca berita di televisi dengan robot. Wajah robot dibuat secantik atau seganteng penyiar TV,” kata Dr Andre Rahmanto.

Simak juga:  Herlina Kasim Si Pending Emas: Bersyukur Menjadi Wartawan

 

Keahlian Baru

Era teknologi 4.0, menurut Dr Andre Rahmanto, telah menghadirkan sejumlah perubahan di antaranya perubahan regulasi dan perubahan keahlian baru.
Dalam perubahan regulasi, menurutnya, terjadinya perubahan cara pandang dalam pengelompokan industri dan lapangan kerja baru.

Sedang dalam perubahan keahlian baru, sekarang ini diperlukannya keahlian-keahlian baru seperti melakukan complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, system’ skills, negotiation.

Menurut Ketua Panitia Workshop, Dr Khadiq, Kegiatan Workshop Review Kurikulum Berbasis KKNI Prodi KPI UIN Sunan Kalijaga ini berlangsung selama dua hari, 29 dan 30 Juli 2019. (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Wartawan Zaman “Now” Tak Hanya Tukang!

WARTAWAN itu tak hanya tukang! Apalagi wartawan di zaman now. Kenapa? Soalnya, ada kesan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *