Rabu , 20 Februari 2019
Beranda » Pendidikan » Diskusi Kebangsaan XXII: Tidak Perlu Alergi terhadap Politik
Drs. HM. Idham Samawi (ft. Budi Adi)

Diskusi Kebangsaan XXII: Tidak Perlu Alergi terhadap Politik

Drs HM Idham Samawi

Bu Winarti Bupati Tulang Bawang Lampung, kebetulan kader partai PDI Perjuangan memulai karier politiknya itu sebagai sekretaris ranting. Ranting itu apa, kepengurusan ranting di PDI Perjuangan itu hanya di level desa atau kelurahan. Desa itu di kabupaten, kelurahan di kota. Sekretaris ranting. Jadi sekretaris desa, lalu naik sekretaris pengurus anak cabang itu di kecamatan, menjadi ketua pengurus anak cabang, setelah itu menjadi ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan di Tulang Bawang, lalu terpilih jadi anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang, dan menjabat sebagai Ketua DPRD dua kali.

Nah tahun 2017, tadinya maaf mau diplot untuk calon wakil bupati. Iya. Kebetulan ketua yang melakukan Fit and Proper test itu namanya Idham Samawi, nah saya bilang, sudah, ini lawannya bupati incumbent yang kuat sekali dan uangnya gak pakai seri. Terus waktu itu saya minta begini, sama suaminya, namanya Mas Kadek, Mbak Win, sowan dulu sama incumbent, sampaikan kepada incumbent, bupati incumbent namanya Pak Hanan, saudara Hanan, sampaikan, bilang kalau yang minta Pak Idham. Supaya Pak Hanan mau diwakili Bu Winarti. Tapi jawabannya mentah. Saya waktu itu memberi tahu dalam dua minggu mohon dijawab. Sepuluh hari kemudian sudah datang lagi, dan jawabannya ditolak mentah mentah. Lalu saya tanya, ibu mau maju sebagai calon bupati, berani. Iya dan saya tahu persis keuangannya sangat terbatas. 

Lawan incumbent yang dhuwitnya gak pakai seri. Bagaimana kok akhirnya memenangkan kontestasi dan menjadi Bupati di Tulang Bawang dan luar biasa sekali prestasinya. Saya tahu persis, dia ini, ketika awal, ikut pendidikan kader pratama di PDI Perjuangan, madya, utama, peserta pendidikan kader. Sekarang Bu Winarti ini pemberi materi pendidikan kader utama di PDI Perjuangan. Jadi luar biasa sekali. Tidak main-main. Semua calon kepala daerah yang dari PDI Perjuangan, itu dikumpulkan untuk menerima materi edukasi dari Bu Winarti ini. Yang dimulai dari tadi, sekretaris anak ranting. Jadi saya ingin mengajak adik-adik saya yang perempuan ini bahwa yang penting itu adalah konsistensi, jadi bagaimana dari sekretaris anak ranting, di desa. Siapa sangka akan jadi bupati, dan di PDI Perjuangan banyak perempuan yang seperti beliau ini. Salah satunya adalah Bu Risma. Jadi, sekarang tugasnya adalah memberi materi kepada calon kepala daerah, calon bupati, calon walikota, calon gubernur dari PDI Perjuangan, itu salah satunya yang memberi materi itu Bu Winarti. Jadi adik-adik sekalian, jangan alergi kepada politik. Karena apa, bangsa ini telah memutuskan, regenerasi calon pemimpin itu lewatnya partai politik. Itu putusan dari bangsa ini.

Simak juga:  Pemimpin-54

Apa indikasi yang paling konkrit. Semua calon presiden, wakil presiden itu hanya bisa dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Ini putusan bangsa ini demikian. Lalu calon bupati, calon walikota, calon gubernur, itu diusulkan oleh partai politik atau gabungan independen. Khususnya kalau kepala daerah bisa calon independen. Tapi adik-adik harus paham semua, hari ini dari 514 kabupaten kota di Indonesia, 34 provinsi di Indonesia, calon dari independen itu jumlahnya 4%. Yang 96% itu dari partai politik.

Jadi dengan demikian, kalau perkara kita semua tahu bahwa ada partai politik yang brengsek, dan sebagainya, iya. Tapi ini bagian dari kita.  Perjalanan panjang menuju Indonesia yang,  gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem, kerta raharja. Nah adik-adik sekalian, lalu kalau, ada partai politik kotor, segala macam, jangan ikut-ikutan. Karena yang benar, juga banyak. Saya ingin memberi contoh, karena ini fakta, itu tadi rivalnya Bu Win, itu pernah mencoba menyuap saya, satu setengah milyar rupiah. Kalau rekomendasi itu diberikan kepada dia. Tidak selalu bahwa partai politik itu tidak benar. Kalau ada yang busuk, kotor, dan sebagainya, itu oknumnya saja. Nanti silakan baca, saya sudah membaca AD ART sepuluh partai politik yang ada di Indonesia. sudah saya baca semuanya. Tidak ada satu pun yang jelek. Tapi yang paling baik memang PDI Perjuangan. Itulah kenapa saya memutuskan masuk ke PDI Perjuangan. Nah, adik-adik saya, khususnya perempuan Yogyakarta, ini buktinya konkrit, bu Winarti tadi. Dimulai dari sekretaris anak ranting PDI Perjuangan. Hari ini beliau Bupati Tulang Bawang, dan ini saya beritahu, bahwa beliau ini nominasi ke depan untuk Gubernur Lampung. Kapasitasnya sudah sangat memenuhi. Jadi ada yang mengatakan biar dia dua periode. Ndak. Cukup satu periode, setelah itu dia harus maju ke calon Gubernur Lampung.

Simak juga:  Cerdas

Karena apa, DPP PDI Perjuangan meyakini bahwa buktinya sekarang Tulang Bawang perubahannya sudah sangat luar biasa, ketika apa, nanti biar beliau yang cerita, selain infrastruktur, seperti yang dilakukan oleh Presiden RI Pak Jokowi, selain infrastruktur, beliau juga sedang membangun sumber daya manusia, apa itu, nyekolahke guru, semua harus S-1, nantinya bahkan calon kepala sekolah harus S-2, dan seterusnya. Itu artinya menyiapkan calon pemimpin dari Tulang Bawang, untuk dia cerdas, berakhlak mulia, tapi juga berkepribadian Indonesia. Yakinilah Indonesia kita tidak akan mencapai adil makmur sejahtera tanpa peran perempuan, tanpa peran ibu. Tidak mungkin bisa tercapai apalagi apa, percepatan menuju kesejahteraan tadi, tidak mungkin akselerasi atau percepatan ini tanpa ibu. Saudara-saudara sekalian, jumlah penduduk di Indonesia, lebih banyak ibunya, lebih banyak perempuannya. Lalu yang kedua, jumlah penduduk Indonesia itu paling banyak perempuan. Lalu yang kedua, bahwa justru kelembutan perempuan itu bisa betul-betul menyentuh bagi kepentingan kita menatap masa depan NKRI yang lebih baik. Hari ini saya tidak tahu, jumlah bupati perempuan di Indonesia ada berapa, walikota perempuan ada berapa, gubernur perempuan ada berapa, tapi tantangan ke depan, khusus adik-adik saya yang masih mahasiswa, calon pemimpin tadi, jangan alergi untuk memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara. (ASW)

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan XXII: Kanjeng Nyai Dewi Politisi

SELIRIA EPILOGUS DEWI, genderik dewa perempuan. Dewa Dewi. Kanjeng, menempati posisi sosial yang tinggi, kedudukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *