Jumat , 18 Oktober 2019
Beranda » Pariwisata » Saka Pariwisata Sleman Dikukuhkan
Saka Pariwisata Sleman ketika dikukuhkan. (ft. Ist)

Saka Pariwisata Sleman Dikukuhkan

Pendidikan dasar Saka Pariwisata Sleman yang meliputi kepribadian, karakter, dan keterampilan harus menjadi kawah candradimuka bagi tunas wisata Sleman. Saka Pariwisata harus siap mengemban tugas baik yang berasal dari Dinas Pariwisata Sleman maupun program internal. Adik-adik harus berani ambil setiap momentum untuk berbakti sebagaimana janji yang kalian ucapkan.
 
Pesan ini disampaikan Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman Kak Nyoman Rai Savitri, S.Psi., M.Ec.Dev, selaku Pimpinan Saka Pariwisata Sleman di Bumi Perkemahan Desa Wisata Budaya Rajeg Wetan (Dewi Rawe) Tirtoadi Mlati Sleman (Minggu 29/9/2019).
 

Ditandaskan, Satuan Karya Pramuka Pariwisata Kab Sleman harus menjadi ujung tombak pemberdayaan dan pengembangan wisata. “Mereka mempunyai kompetensi, keahlian, dan bakat diri yang bisa didedikasikan untuk masyarakat dalam mengembangkan potensi wisatanya. Melalui pendidikan dasar, pengukuhan dan pelantikan ini Dinas Pariwisata Kab Sleman berharap agar jiwa dan karakter yang dimiliki segenap anggota Saka Pariwisata Sleman bisa lebih membumi, bermanfaat dan berdaya guna” paparnya.

Pelantikan dan Pengukuhan Saka Pariwisata Sleman Angkatan VII di Bumi Perkemahan Desa Wisata Budaya Rajek Wetan (Dewi Rawe) Tirtoadi Mlati Sleman (Minggu 29/9/2019) dilaksanakan selama dua hari Sabtu-Minggu 28-29 September 2019. Diksar diikuti 70 peserta dari seluruh Sleman dimaksudkan sebagai penggemblengan mental dan watak segenap anggota Saka Pariwisata yang baru.
 
Menurut Ketua Pantia Diksar, Dias Oktri, kegiatan ini dioreientasikan agar peserta memiliki jiwa pejuang, bermental pionir dan sanggup mengabdi secara nyata di masyarakat. “Selama dua hari itu kami isi dengan Sarasehan Sadar Wisata yang menghadirkan Jajang Sukendar dan Maria Inawati dari Asita Yogyakarta di Museum Sastrosudarman, Dewi Rawe. Sabtu malam kami adakan pengukuhan anggota baru dan pelantikan digelar Minggu pagi” tandas mahasiswa Geografi UGM ini. Diksar meliputi pengembangan kepribadian, presentasi kerajinan mendong dll, pembuatan flog pariwisata, booklet pariwisata Sleman.
 

Pelantikan dan pengukuhan anggota baru Saka Pariwisata Sleman ditandai dengan tata upacara tradisi. Empat perwakilan dibasuh dengan air bertabur bunga setaman dan dilanjutkan pemasangan pin. Selain sakral, momen ini juga menjadi tradisi khas Saka Pariwisata Sleman.

Kegiatan Diksar Saka Pariwisata Sleman di Dewi Rawe ini diawali dengan sepeda santai, jelajah museum, tracking wisata, jerit malam, dan pengukuhan serta sarasehan Sapta Pesona. Menurut Kak Susanto (Litbang Kwarcab Pramuka Sleman) kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun secara berkesinambungan untuk menyiapkan sumber daya yang tangguh, tak mudah menyerah, dan mampu memberikan andil nyata kepada masyarakat.
“Kita berharap agar Saka Pariwisata Sleman selalu siap dalam mensuport beragam kegiatan yang diadakan Dinas Pariwisata maupun berani berkolaborasi dengan desa wisata yang ada di Sleman” tandas pegawai Dishub Sleman ini.
 
Tuan rumah sekaligus fasilitator Desa Wisata Budaya Rajeg Wetan (Dewi Rawe) Tirtoadi Mlati Sleman, Wahjudi Djaja, S.S., M.Pd menyambut baik digelarnya Diksar Saka Pariwisata Sleman ini. “Kami seperti mendapat energi dan momentum baru bagi pengembangan Dewi Rawe sebagai desa wisata budaya. Dengan suport Saka Pariwisata Sleman, ada banyak agenda yang bisa kita kolaborasikan seperti susur jejak sejarah dan festival Selokan Mataram” tandas dosen STIEPAR Yogyakarta ini. (SEA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *