Jumat , 22 November 2019
Beranda » Event » Pameran Mirror #3 ‘SUMPAH’
Totok Buchori sedang berkarya. (ft. Ist)

Pameran Mirror #3 ‘SUMPAH’

Mirror art community untuk ketiga kalinya kembali menyelenggarakan pameran seni rupa di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Pada pameran yang berlangsung pada 28 Oktober – 10 November ini, personil Mirror, Alex Luthfi R, Anugerah Eko T dan Nanang Garuda tidak hanya tampil bertiga. Mereka mengundang seniman tamu, dua pelukis senior Subroto Sm dan Totok Buchori, untuk bergabung bersama menggelar karya-karya kritis dan kreatif.

Pameran kali ini mengangkat tajuk ‘Sumpah’. Menurut Alex, sumpah pilihan diksi dan ekspresi manusia tatkala ingin menyampaikan isi hatinya. Pada pemaknaan yang lain, lanjut Alex, sumpah dalam konteks budaya kontemporer bisa bermakna lebih luas dan multi interpretatif.

Alex mengekspresikan sumpah melalui lukisan dan multimedia, yang merespon fenomena sosial saat ini secara satiris jenaka. Sebaliknya, Eko mengekspresikannya dengan mencekam lewat sapuan-sapuan abstrak figuratif pada close up wajah. Nanang Garuda masih terus bersetia mengembangkan wayang patriotisnya. Pada pameran Oktober 2018, Nanang membuat tokoh-tokoh wayang kulit yang berbentuk berbagai pulau di nusantara –yang disebut sebagai wayang pulau– termasuk Semar yang berpostur Kalimantan. Sekarang, pendiri dan pemilik Museum Garuda ini akan memamerkan karya terbarunya, kumpulan wayang pulau yang berbentuk burung garuda. Seperti juga tahun lalu, pada pembukaan pameran nanti Nanang akan mementaskan wayang karyanya sebagai sebuah narasi pertunjukan.

Simak juga:  Menghidupkan ‘Rumah Nin’ di Tembi

Alex, Eko dan Nanang, selain dikenal sebagai perupa, juga menjadi dosen perguruan tinggi. Alex dan Eko mengajar di Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta, Nanang mengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Bersama dengan Ketua Sanggar Bambu Totok Buchori, mereka berempat adalah alumni ISI Yogyakarta. Sedangkan Subroto Sm sudah pensiun sebagai pengajar di ISI Yogyakarta. Subroto adalah pencipta lambang ISI Yogyakarta, yang dibuatnya bersama Parsuki.

Pameran ini akan dibuka pada hari Senin, 28 Oktober, pukul 19.30. Uniknya, tanggal pembukaan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, dan ditutup pada 10 November, bertepatan dengan hari pahlawan. Uniknya lagi, pameran ini rencananya dibuka bukan oleh satu orang, tetapi oleh tiga tokoh budaya kondang, yakni Halim HD, Sumbo Tinarbuko dan Kris Budiman. (*)

 

Lihat Juga

Tedy Rendra Membaca Puisi Si Burung Merak

Puisi Rendra, yang ditulis tahun yang berbeda-beda, termasuk puisi yang ditulis tahun 1950-an seringkali dibacakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x