Rabu , 27 Maret 2019
Beranda » Event » Noorca, Yudhis dan Rayni Dalam Novel yang Berbeda
Yudhis, Rayni, Noorca dan Ons Untoro (ft. Ist)

Noorca, Yudhis dan Rayni Dalam Novel yang Berbeda

Noorca dan Yudhis, kedua pria kembar ini bukan hanya dikenal sebagai sasrtawan, tetapi juga wartawan, bahkan Noorca dikenal juga sebagai dramawan sekaligus penulis naskah drama. Meskipun keduanya tidak lagi sebagai wartawan, tetapi aktivitas menulis tidak pernah berhenti. Sebagai sastrawan keduanya telah menerbitkan karya sastra, tidak hanya buku puisi, tetapi juga novel.

Di tahun 2019 ini keduanya kembali menerbitkan novel. Ini menunjukkan bahwa keduanya, sebagai sastrawan tidak mau berhenti menulis. Di tengah sejumlah novelis yang lebih muda bermunculan, Noorca dan Yudhis terus menulis. Bukan  karena keduaya tidak mau kalah kepada penulis yang lebih muda. Keduanya menyadari tugas seorang sastrawan adalah menghasilkan karya sastra, dan oleh keduanya, di usianya yang sudah 65 tahun, tugas itu terus dilakukan. Bahkan khusus untuk Noorca, novel yang dia tulis kali ini berkolaborasi dengan putri sulungnnya, Cassandara Massardi, sehingga novel yang diberi judul ‘Simvlacrvm’ ditulis oleh Noorca bersama putri sulungnya. Tak mau ketinggalan, istri Noorca, Rayni Massardi di tahun yang sama juga menulis novel yang diberi judul ‘Rainbow Cake’ yang ditulis bersama dengan seorang anak muda, Chrystyan namanya.

Kedua novel karya Noorca dan Yudhis diluncurkan di Sastra Bulan Purnama yang diselenggarakan Tembi Rumah Budaya. Keduanya pernah tampil di Sastra Bulan Purnama di tahun yang berbeda, dan kali ini, secara bersamaan, meluncurkan novel terbarunya, termasuk novel karya Rayni Massardi.

‘Penari dari Serdang’ novel karya Yudhistira Massardi dan ‘Simvulacrvm’ novel karya Noorca Massardi, keduanya Rabu, 20 Februari 2019 diluncurkan dalam acara Sastra Bulan Purnama di Tembi Rumah Budaya. Ditambah satu lagi, yang secara spontan dihadirkan novel berjudul ‘Rainbow Cake’ karya Rayni Massardi ikut diluncurkan sebagai opening. Jadi, tiga novel diluncurkan bersama.

Dalam peluncuran, ketiga novel dibacakan sebagai tanda bahwa novel telah diluncurkan di depan publik. Novel berjudul ‘Rainbow Cake’ dibacakan oleg Christyan, dan Novel berjudul ‘Penari dari Serdang’ dibacakan Yudhistira Massardi,  novel berjudul ‘Simvlacrvm. Dibacakan Nunung Deni  Puspitasari, seorang pemain teater.

Simak juga:  Kampus Biru di Bulan Purnama

Masing-masing novel dibacakan pethikannya, karena tidak mungkin membacakan seluruh isi novel. Noorca tidak ikut membacakan pethikan novel, tetapi hanya memberikan pengantar menyangkut novel yang ditulis. Simvlacrvm ditulis bersama dengan putri sulungnya Cassandra Massardi.

Noorca mengawali menjelaskan novelnya dengan mengatakan, “Dunia milenium ketiga adalah dunia yang telah menyatu. Dunia yang mampu meleburkan ruang dan waktu. Sehingga tak ada lagi jarak. Tak ada lagi batas. Masa lalu, masa kini, dan masa depan jadi makin tersamar. Tanda dan penanda tak mudah dibedakan. Media dan pesan tak lagi terpisahkan. Dunia nyata dan jagad maya terhampar secara bersamaan”.

“Impian dan kenyataan berjalan paralel, berkelindan dan berpadu di depan mata. Kehidupan telah berubah. Tata nilai, etika, norma, moral, agama, budaya, tinggal sebagai cookies. Hanya disimpan sebagai bookmark. Ibarat pakaian di dalam rak. Bukan untuk dipakai sekaligus sepanjang hari. Tergantung pada klik dan kebutuhan. Tergantung pada sistem dan aplikasi.”, kata Noorca Massardi

Pethikan novel karya Noorca dibacakan Nunung Deni Puspitasari, seorang pemain teater, yang sudah sering menggarap karya sastra menjadi satu pertunjukan di Sastrra Bulan Purnama, bukan hanya karya Noorca, tetapi karya penyair lain, bahkan termasuk geguritan dia garap menjadi pertunjukan tari, yang dia sebut sebagai geguritan-tari.

Ini kali, dia membava pethikan novel karya Noorca, dia tidak menggarap sebagai satu pertunjukan teater, melainkan sepenuhnya dia bacakan. Mengenakan, t’shirt warna putih yang bertuliskan simvlacrvm warna merah dan celana jeans, ia tampil secara bagus, sehingga terasa sekali, bahwa Nunung berusaha ‘menghidupkan’ novel dalam satu pertunjukan.

Yudhis, yang dikenal sebagai sastrawan dan wartawan, membacakan pethikan novelnya. Mungkin karena dia telah menghayati karakter tokoh dalam novel yang dia tulis, sehingga seolah tokoh tersebut seperti dihadirkan dalam pertunjukan.

Karena Noorca dan Yudhis tidak hanya menulis novel, tetapi juga menulis puisi, maka peluncuran novel karya keduanya juga diiisi dengan penampilan lagu puisi karya Noorca dan Yudhis oleh penampil yang berbeda. Dua puisi Noorca dilagukan dengan petikan gitar oleh Yopi Smong.

Simak juga:  Landung Simatupang Akan Membaca Puisi Darmanto Yatman di Sastra Bulan Purnama

Sedang 4 puisi karya Yudhis dilagukan dengan pilihan musik yang berbeda. Pada penampilan pertama, dua puisi disajikan laiknya lagu puisi, dan pada penampilan kedua, sekaligus sebagai penutup acara, dua puisi Yudhis disajikan dalam bentuk keroncong. Puisi Yudhis, seringkali ditafsirkan dalam bentuk yang berbeda, terutama dalam interaksinya dengan musik. Bahkan biasanya, disajikan dalam pilihan rock, yang ia sebut sebagai puisi rock.

Khusus novel Rainbow Cake yang ditulis Rayni Massardi dan Christyan AS, sengaja ditampilkan secara spontan tanpa sepengetahuan Rayni, tapi Christian tahu. Begitu secara spontan Rayni diberi hadiah dari Tembi, dia agak kaget dan tidak tahu  untuk apa diberi hadiah, dan ketika dibuka isinya novel Rainbow Cake dan t’shirt warna hitam bertuliskan Rainbow Cake, Rayni tak bisa berkata-kata. Dalam situasi seperti itu, Christyan muncul dari belakang untuk membacakan pethikan novel karyanya yang ditulis bersama Rayni.

Noorca, suami Rayni yang memberikan spontanitas pada istrinya tersenyum, dan lagi-lagi, Rayni terlihat masih galau, mungkin sekaliguis jengkel dikerjain, juga sekaligus bahagia, karena novelnya sudah tersedia, dan diluncurkan bersama.

Maka, malam peluncuran novel karya Noorca dan Yudhis dalam judul yang berbeda, digenapi novel karya Rayni. Jadi ketiganya, yang semua nama belakangnya ada kata Massardi, meluncurkan novel secara bersama. Dua novel, yakni karya Noorca dan Yudhis sudah dipersiapkan agak lama, dan sudah dipublikasikan disejumlah media cetak dan online, termasuk media sosial, khusus novel karya Rayni Massardi, dalam publikasi tidak disebutkan. Secara surprise, tentu tanpa sepengetahuan Rayni, bahkan Yudhis juga tidak diberi tahu, novel Rainbow Cake karya Rayne dan Christyan dihadirkan untuk sekaligus diluncuncurkan. (*)

Lihat Juga

Puisi dan Geguritan di Sastra Bulan Purnama

Puisi dan geguritan bukan dua hal yang berbeda. Perbedaan dari keduanya hanya dari segi bahasa. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *