Kamis , 12 Desember 2019
Beranda » Humaniora » Musik Menyegarkan Jiwa dan Mencerahkan Pikiran
Menyanyi yang menyegarkan jiwa, diiringi player Iman Santosa. (Ft: Ist)

Musik Menyegarkan Jiwa dan Mencerahkan Pikiran

RASANYA tidaklah berlebihan jika ada yang mengatakan, musik tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Musik selalu ada dalam kehidupan manusia, di belahan dunia mana pun manusia itu berada. Dan, rasanya semua jenis dan bentuk kebudayaan bangsa mana pun di dunia ini, mengenal atau memiliki musik.

Suara musik atau nyanyian, sudah sejak lama diyakini bisa mempengaruhi kejiwaan manusia. Suara musik atau nyanyian (boleh juga disebut lagu) bisa membuat manusia terhibur, riang, gembira, bahagia, nyaman, tenteram, damai dan semacamnya. Juga sebaliknya, bisa membuat terharu, sedih, duka, rasa kecewa, terpuruk, kehilangan semangat, dan lainnya lagi.

Karena begitu besarnya kemampuan musik atau nyanyian dalam mempengaruhi rasa dan jiwa manusia, maka tidaklah heran jika musik atau nyanyian digunakan juga dalam ritual peribadatan beberapa agama. Hampir semua agama, termasuk Islam, memiliki suara musik atau nyanyian berupa pujian-pujian yang mengagungkan kebesaran Allah, serta kecintaan kepada Rasul.

 

Memprovokasi Semangat

Salah satu kemampuan yang dimiliki suara musik atau nyanyian, memprovokasi semangat. Memprovokasi semangat? Ya, saya memiliki pengalaman bagaimana musik atau nyanyian telah mampu memprovokasi semangat untuk terus memacu diri dalam kerja.

Baiklah, saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman bagaimana musik atau nyanyian telah memprovokasi semangat.

Simak juga:  Cerpen dan Puisi Bersentuhan Musik di Tembi

Begini. Setiap orang atau pribadi punya cara tersendiri dalam menjalani kehidupan atau menjalankan kerja profesionalnya. Saya 40 tahun lebih bergelut dalam pekerjaan di media massa, sejak 1974. Mengawali dari bawah sebagai reporter, kemudian sempat sampai juga ke puncaknya.

Bekerja di media adalah bekerja di bawah tekanan. Selalu diburu-buru waktu deadline. Bahkan bekerja di media, bisa dibilang waktunya 24 jam. Meski bekerja di bawah tekanan dan berkejaran dengan waktu, saya tetap harus fokus dengan pekerjaan. Terlebih ketika di pundak ada tanggung jawab menggerakkan aktivitas kerja pekerja lainnya.

Tapi saya tidak ingin larut dan suntuk begitu saja dalam kerja. Saya tetap senantiasa berusaha menjaga keseimbangan diri, agar dalam kerja, jiwa dan pikiran selalu terasa segar. Sehingga perasaan bekerja di bawah tekanan dan kejaran deadline bisa diabaikan.

Maka dalam suasana kerja, di ruang kerja, tetap selalu ada alunan suara musik atau nyanyian yang sesuai dengan suasana kerja. Musik yang menghibur menenteramkan jiwa.

Bahkan kalau ada waktu longgar sedikit, bersama kawan-kawan mencari tempat untuk menyanyi atau karaokean, dan semacamnya. Setelah pikiran dan jiwa segar kembali lagi untuk menyelesaikan pekerjaan. Semangat saya terprovokasi untuk terus melanjutkan dan meneruskan pekerjaan yang menjadi amanah dan tanggung jawab. Begitulah, bertahun-tahun dulu semua itu saya lakukan.

Dibawa ke Kampus

Simak juga:  ‘Teror’ Rolland di Panggung Musik

Ketika di tahun 2004 dipercaya mengajar di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, kesukaan terhadap musik musik itu pun saya bawa ke kampus.

Setiap kali akan memulai perkuliahan, saya awali dengan memperdengarkan satu atau dua lagu di depan kelas.

Saya bilang ke mahasiswa, “Mari kita awali perkuliahan ini dengan terlebih dulu mendengarkan satu atau dua lagu. Mari kita segarkan jiwa dan pikiran dengan mendengarkan musik atau lagu ini. Musik atau nyanyian bisa menyegarkan jiwa dan mencerahkan pikiran. Nah, kuliah akan lancar bila jiwa dan pikiran kita sudah segar dan cerah.”

Mahasiswa pun tampak senang, dan mengikuti kuliah dengan wajah ceria. Sampai saat ini hal seperti itu masih saya lakukan. Karena saya memang meyakini, musik atau nyanyian mampu membuat jiwa jadi merasa segar, dan pikiran pun menjadi cerah.

Dan, di masa lansia, jangan tinggalkan kesukaan terhadap musik. Karena musik atau nyanyian akan membuat jiwa serta pikiran tetap bersemangat menjalani kehidupan di masa-masa lansia.

Kalau tidak percaya, cobalah. ***

 

Sutirman Eka Ardhana

Tulisan ini telah dimuat di ekaardhana.wordpress.com (11/11/2019)

Lihat Juga

‘Teror’ Rolland di Panggung Musik

Rolland, satu group musik keras, yang selama ini tidak terdengar, kembali hadir di panggung musik. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x