Jumat , 22 November 2019
Beranda » Humaniora » Mengisi Hari-hari di Usia Tua dengan Hal-hal Menyenangkan
Mengisi masa lansia dengan menjadi Pekerja Sosial Masyarakat mendata lansia miskin. (Ft: Ist)

Mengisi Hari-hari di Usia Tua dengan Hal-hal Menyenangkan

MENJADI tua atau lanjut usia (lansia) itu sunnatullah. Artinya, menjadi lansia itu sesuatu yang pasti. Sesuatu yang tidak bisa diingkari. Setiap manusia bila diberi umur panjang oleh Allah, pasti akan menjalani kehidupan di hari tua. Menjalani kehidupan sebagai lansia.

Diakui atau tidak, sesungguhnya masih banyak yang tergagap ketika memasuki masa lansia. Ketergagapan itu dikarenakan ketidaksiapan secara lahir dan batin menjalani kehidupan sebagai lansia. Serta, ketidak-ikhlasan diri menjadi tua atau lansia.

Menjadi tua atau lansia itu tidak bisa ditolak. Menjadi lansia itu sesuatu yang pasti dan nyata. Nah, bila tidak memiliki kesiapan serta keikhlasan menerima realita menjadi lansia, maka masa lansia bisa membebani kehidupan kita. Bisa membuat kita menjalani masa lansia dengan perasaan cemas, dan kehilangan semangat.

 

Jalani dengan Senang

Masa-masa lansia jangan dijalani dengan perasaan cemas, was-was, risau, dan kehilangan semangat diri. Masa-masa lansia haruslah dijalani dengan perasaan senang, jiwa yang tegar, dan penuh semangat.

Untuk menumbuhkan rasa senang, bahagia, tegar dan penuh semangat itu, maka sebelum masa lansia datang diperlukan persiapan dan keikhlasan diri menerima kedatangannya. Bila sudah siap dan ikhlas, maka masa lansia tidak akan membebani jiwa dan pikiran. Masa lansia dijalani dengan enjoy.

Ya, setidaknya begitulah yang saya lakukan. Jauh-jauh hari sudah saya tanamkan keyakinan dalam diri, bahwa tak ada yang perlu dirisaukan dengan datangnya masa lansia. Dan, sebelumnya saya memang sudah bertekad untuk menjadikan masa-masa tua atau masa-masa lansia sebagai masa-masa yang indah serta menyenangkan.

Simak juga:  Mendongeng Bisa Jalin Hubungan Batin dengan Anak

Saya tetap mengisi masa-masa lansia dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Kesukaan sejak di bangku SMP, yakni membaca buku dan menulis, tetap saya lakukan sampai hari ini. Dalam setiap hari saya tetap berusaha membaca buku. Tetap setia membaca buku dan menulis di masa lansia, buat saya itu sebagai terapi agar otak atau pikiran tetap terjaga. Serta terapi agar terhindar dari kepikunan, atau setidaknya menghambat kepikunan.

Sejak di bangku SMP saya juga punya hobi menyanyi. Bahkan semasa SMA saya sempat menjadi vokalis atau penyanyi di grup orkes. Jadi ingat, ketika itu saya sering nyanyi di acara-acara hajatan pernikahan, sunatan dan lain-lainnya.

Ketika memasuki masa lansia, hobi menyanyi itu kembali saya tumbuhkan. Beruntung di Yogyakarta terdapat banyak komunitas penyuka tembang-tembang kenangan. Dan, saya pun terlibat di banyak komunitas. Buat saya, menyanyi itu hobi yang menyenangkan, sekaligus terapi jiwa agar tetap bersemangat dan bergairah menjalani kehidupan. Terapi yang menyehatkan lahir dan batin. Menyehatkan fisik dan jasmani.

Tak hanya itu. Saya juga masih punya kegiatan yang menyenangkan dan mengasyikkan. Saya menjadi relawan sosial atau Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Kelurahan. Dan sekarang saya menjadi pendamping untuk lansia miskin yang menerima bantuan Aslum (Asistensi Lanjut Usia Miskin). Oh iya, saya juga bergiat di Komisi Lansia Kelurahan, tepatnya di Komisi Lansia Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Yogyakarta.

Simak juga:  Mendongeng, Tradisi Mulia yang Mulai Ditinggalkan

Sebelumnya para lansia miskin yang menerima dana Aslum itu saya data. Sungguh menyenangkan, berkunjung dari rumah ke rumah, bersilaturahmi dengan para lansia yang masuk kategori miskin. Lansia bertemu sesama lansia, sungguh menyenangkan. Menjadi PSM ini, buat saya juga sebagai terapi agar jiwa tetap bersemangat menjalani kehidupan.

Jumpa Orang-orang Muda

Saya bersyukur, meski sudah berusia 67 tahun, aktivitas mengajar di kampus belum berhenti. Saya tetap masih dipercaya untuk berbagi pengetahuan kepada para mahasiswa, meski frekuensinya tidak lagi sebanyak dulu.

Berjumpa mahasiswa, atau berjumpa dengan orang-orang muda di kelas, buat saya sungguh sesuatu yang menyenangkan. Berbagi pengetahuan, berbincang atau berdiskusi dengan mahasiswa atau orang-orang muda, membuat pikiran tetap terasah dan terjaga.

Seringkali pula kalau bertemu dengan orang-orang muda seperti mahasiswa tersebut, saya juga merasa muda seperti mereka. Apalagi saya termasuk kategori pengajar yang suka bercanda atau bergurau dan murah senyum.

Sehingga bertemu dengan mahasiswa di kelas atau di mana pun buat saya hal yang menyenangkan. Ini juga terapi buat saya untuk tetap bersemangat. ***

 

Sutirman Eka Ardhana

Tulisan ini telah dimuat di ekaardhana.wordpress.com (7/11/2019)

Lihat Juga

Pemberdayaan Lanjut Usia Melalui Keahlian Mendongeng

DINAS Sosial Kota Yogyakarta kembali membuat gebrakan nyata dalam upaya mewujudkan Gersala atau Gerakan Sayang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x