Kamis , 12 Desember 2019
Beranda » Humaniora » Mendongeng, Tradisi Mulia yang Mulai Ditinggalkan
Sukardjo, Wakil Ketua Komisi Lansia Kelurahan Kotabaru. (Ft: SEA)

Mendongeng, Tradisi Mulia yang Mulai Ditinggalkan

MENDONGENG, dulu boleh disebut sebagai suatu kebiasaan atau tradisi yang dilakukan para orang tua kepada anak-anaknya, maupun kakek-nenek pada cucu-cucunya.
Tapi, menurut Sukardjo, Wakil Ketua Komisi Lansia Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta, kebiasaan atau tradisi mendongeng itu sekarang mulai ditinggalkan.

“Mendongeng yang dulu sering dilakukan para orang tua, kakek dan nenek itu sekarang mulai ditinggalkan. Para orang tua, seperti sibuk dengan dunianya sendiri, tak lagi punya kesempatan untuk mendongeng atau bercerita tentang cerita-cerita yang mendidik kepada anak-anaknya,” kata Sukardjo, di rumahnya, Jl Krasak, Kotabaru, Yogya, Rabu (13 November).
Padahal, menurut Sukardjo, mendongeng kepada anak-anak atau cucu-cucu merupakan tradisi mulia. Karena dengan mendongeng para orang tua dapat mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang positif kepada anak-anaknya melalui cerita-cerita dongeng yang mendidik. Termasuk para kakek dan nenek, bisa memberikan pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan kepada cucu-cucunya.

 

Lomba Mendongeng

Menurut Sukardjo yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi Lansia Kecamatan Gondokusuman tersebut, untuk mengingatkan kembali manfaat dan arti penting mendongeng pihaknya di tahun 2017 lalu sempat menyelenggarakan lomba mendongeng kepada cucu.
“Ya, tiga tahun lalu Komisi Lansia Kelurahan Kotabaru sudah mencoba membangkitkan kembali tradisi mendongeng itu melalui lomba mendongeng kepada cucu. Pesertanya tentu para lansia, para eyang atau kakek dan nenek. Di dalam lomba, para peserta diharuskan membawa cucu-cucunya. Jadi, ketika lomba para peserta benar-benar mendongeng di depan cucu-cucunya,” ujarnya lagi.

Membaca Buku Dongeng

Tradisi mendongeng, lanjut Sukardjo, memang harus dibangkitkan kembali. Tradisi ini tidak boleh punah. Dan, lomba mendongeng hanya salah satu cara saja untuk menumbuhkan lagi kesukaan untuk mendongeng.
Cara lain yang bisa dilakukan para lansia dalam membangun kesadaran pentingnya mendongeng, menurut Sukardjo, adalah dengan menggalakkan kesukaan membaca kembali buku-buku tentang dongeng atau cerita-cerita rakyat.
“Ya, mari kita galakkan kembali minat untuk membaca. Kalau kita ingin membangun kembali semangat mendongeng, maka harus rajin lagi membaca buku-buku dongeng atau cerita-cerita rakyat. Tentu dongeng atau cerita rakyat yang sesuai untuk anak-anak atau cucu-cucu-cucu kita,” jelas Sukardjo. * (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Mengisi Hari-hari di Usia Tua dengan Hal-hal Menyenangkan

MENJADI tua atau lanjut usia (lansia) itu sunnatullah. Artinya, menjadi lansia itu sesuatu yang pasti. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x