Selasa , 17 September 2019
Beranda » Humaniora » Derap Kebangsaan XXVI: Kita Pancasila
Drs. Oka Kusumayudha (ft. Ist)

Derap Kebangsaan XXVI: Kita Pancasila

Menyimak judul tulisan di atas terasa sangat klise. Kata-kata slogan yang sepertinya sudah usang. Seolah-olah tidak jamani lagi diucapkan saat ini. Namun pada kenyataannya justru yang terjadi adalah kebalikannya.

Persatuan dan kesatuan Indonesia berada dalam gempuran anasir-anasir yang menginginkan perpecahan dalam masyarakat. Bahkan Pancasila sebagai azas dasar bernegara yang sudah menjadi permufakatan dasar bangsa, ingin diganti dengan ideologi lain.

Gerakan-gerakan yang mengarah pada pengerdilan nilai-nilai Pancasila masih terus berlangsung. Baik secara terang-terangan maupun dengan strategi terselubung. Bila yang terjadi seperti ini, apakah kita yang mencintai negara ini diam saja dan hanya berpangku tangan? Semangat Bhinneka Tunggal Ika dan keteguhan hati kita mempertahankan NKRI tampaknya benar-benar sedang diuji.

Mereka yang mengalami dan memahami perjalanan sejarah bangsa ini, pasti tidak rela bangsa dan negara ini direcoki. Kemerdekaan Indonesia direbut dengan berdarah-darah dan dibangun dengan kesepakatan dasar UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, apakah kita rela begitu saja diganti dengan ideologi lain? Oleh karenanya, kita perlu dengan tidak henti-hentinya mengingatkan dan memantapkan diri bahwa “Kita Indonesia” menjadi pilihan yang pasti dan terakhir.

Kita menyaksikan satu kenyataan, bahwa paska Pemilu 2019 yang sudah berlangsung aman, lancar dan sukses masyarakat bukannya terus kembali bersatu sebagai anak bangsa. Tapi gejala semakin terbelahnya antara dua kubu yang tadinya mengusung masing-masing capres dan cawapres semakin menjadi-jadi.  Apakah memang ini kehendak masing-masing kubu atau ada pihak ketiga yang mendesign? Istilah politisnya, ada pihak-pihak tertentu yang bermain? Yang tidak ingin negara bangsa Indonesia ini aman damai untuk maju berkembang?

Simak juga:  Pemimpin-53

Berkaitan dengan permasalahan di atas, Paguyuban Wartawan Sepuh Yogyakarta mengambil inisiatip menyelenggarakan diskusi Derap Kebangsaan dengan tema “Kita Indonesia” dengan sub tema Menjaga

Kerukunan Nasional. Diskusi PWSY yang ke XXVI ini menampilkan nara sumber:

Dr. Badrun Alaena M.Si (Ketua Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga), Drs. Imam Azis (Ketua PB NU) dan Drs. HM Idham Samawi (Anggota DPR/MPR-RI).

Pemilu 2019 untuk memilih Presiden dan Wakil serta memilih anggota legislatif mulai tingkat kabupaten hingga pusat dan memilih anggota DPD pada 17 April 2019 yang baru lalu, ternyata tidak tuntas pada usainya pencoblosan. Buntutnya panjang dan nyaris menimbulkan perpecahan antar para pendukung masing-masing calon. Maka ajakan untuk rekonsiliasi antar kelompok pendukung terutama antara elite politik, sangat dinanti-nanti masyarakat yang tidak ingin bangsa ini terkotak-kotak. Kontestasi dalam rangka Pilpres dan Wakil sudah selesai.

Mari para pendukung kedua belah pihak kembali bersatu lagi. Toh acara lima tahunan ini akan kembali lagi kita hadapi lima tahun mendatang. Berarti kita akan berkontestasi lagi. Karenanya, kita tidak perlu ribut buangbuang energi untuk hal-hal yang sudah diatur oleh peraturan dan hukum yang berlaku.

Simak juga:  Pemimpin-21

Kalah ataupun menang, hendaknya dihadapi dengan rasa legawa. Kini hasil Pemilu Capres dan Cawapres tersandera di sidang Mahkamah Konstitusi. Siapapun yang nantinya dinyatakan menang dari sidang MK sepatutnya masyarakat Indonesia bisa menerimanya dengan rasa legawa. Bukankah menang dan kalah dalam suatu kontestasi adalah sesuatu yang lumrah? Maka kembalilah ke semangat awal, “Kita Indonesia”. Jaga dan rawat kerukunan nasional. Tak ternilai ongkos yang dikorbankan bila bangsa ini kembali cerai berai. Sejarah sudah menunjukkan hal itu.

Bangsa ini jangan sampai diibaratkan keledai yang terperosok pada lubang yang sama. Tuhan, tolonglah bangsa ini agar tetap bersatu. Sadarkanlah mereka yang punya agenda lain, selain commited terhadap UUD 45, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.***

 

Oka Kusumayudha

Lihat Juga

Derap Kebangsaan XXVI: Kesimpulan

Diskusi Derap Kebangsaan seri XXVI, yang menghadirkan 3 narasumber, yakni, Idham Samawi, Anggota DPR-MPR RI, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *