Kamis , 12 Desember 2019
Beranda » Pariwisata » Kelola Desa Wisata Jangan Hanya Bermodal Semangat
Para pengelola Desa Wisata yang meraih juara dalam Festival Desa Wisata se-Kabupaten Sleman 2019 bersama Wabup Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun M.Kes dan Kepala Dinas Pariwisata Sleman Dra. Hj. Sudarningsih M.Si. (Ft: WD)

Kelola Desa Wisata Jangan Hanya Bermodal Semangat

Dalam mengelola desa wisata tidak hanya bermodal semangat belaka. Desa wisata harus dikelola dengan baik, profesional dan harus bisa memberikan kepuasan kepada wisatawan. Potensi yang dimiliki desa wisata harus dikemas dengan apik dan menarik. Kedepan desa-desa wisata yang ada di Sleman harus dapat berkembang dengan baik dengan tetap mempertahankan ciri khas, karakter keunikan dan keunggulan masing-masing. Karakter desa wisata yang beragam harus tetap dipertahankan karana disitulah letak daya tarik utama bagi pengunjung.
 
Demikian arahan Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si yang dibacakan Wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes saat membuka Festival Desa Wisata Kabupaten Sleman 2019 di area Embung Kaliaji Desa Wisata Sangurejo Wonokerto Turi (Minggu 17/11/2019). Lebih jauh dijelaskan, kebijakan pengembangan desa wisata yang dilakukan Pemkab Sleman adalah memberdayakan masyarakat agar dapat mengelola desanya, serta memacu mengembangkan potensi yang ada di desanya sehingga mampu menjadi daya tarik wisata dan bisa meningkatkan produktivitas masyarakat.
 
“Pengembangan desa wisata sangat mendesak untuk dilakukan mengingat saat ini wisata lingkungan atau ekowisata sedang menjadi trend wisata yang digemari. Peluang ini merupakan kesempatan yang strategis untuk mengembangkan potensi yang ada di pedesaan” jelasnya.
 
Sebelumnya, dalam laporan pelakasanaan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Dra. Hj. Sudarningsih, M.Si menyampaikan, pariwisata terbukti mampu mengangkat kehidupan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian di segala lapisan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan. Selain itu juga mampu mendorong pertumbuhan pembangunan dan pengembangan wilayah.
 
Dilaporkan bahwa festival desa wisata sudah digelar sejak 15 Oktober 2019 melibatkan 24 desa wisata dari tiga kategori, yakni tumbuh, berkembang, dan mandiri. Dewan juri festival desa wisata terdiri lima orang mewakili kompetensi masing-masing, yakni Erwan Widyarto (pemerhati lingkungan), Wahjudi Djaja (STIE Pariwisata API Yogyakarta), Niken Sinthawati (PPJI), Muhaiminul Adlil Haq (BPPS) dan Muhammad Dzulkifli (STORM).
 
Menurut Sudarningsih, festival desa wisata 2019 digelar dengan tujuan selain untuk mengevaluasi desa wisata di Sleman dan mendorong desa wisata agar secara aktif melakukan fungsinya sebagai pengungkit perekonomian masyarakat dengan memantapkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona, juga memberikan penghargaan kepada desa wisata yang dinilai terbaik dalam melaksanakan fungsinya. Desa wisata yang meraih juara dalam festival kali ini sesuai kategori sebagai berikut. Kategoru mandiri berturut-turut desa wisata Pancoh (1), Blue Lagoon (2) dan Grogol (3), sedang juara harapan meliputi Gamplong, Kelor, Sukunan. Dari kategori berkembang, keluar sebagai juara desa wisata Gabungan (1), Garongan (2) dan Sangurejo (3), sedang juara harapan diraih Tunggul Wulung, Pulewulung dan Nawung. Sementara itu kategori tumbuh, keluar sebagai juara desa wisata Plosokuning (1), Nganggring (2) dan Rajek Wetan (3) sedang juara harapan diraih desa wisata Sempu, Bromonilan, Gamol.
 
Dalam penjelasannya, salah satu dewa juri Muhaiminul Adlil Haq dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) mengatakan, festival tahun 2019 merupakan kesempatan bagi desa wisata untuk segera membenahi diri. “Kekurangan atau kelemahan terbesar adalah hilangnya ‘ruh’ desa. Ingat, orang mau ke desa wisata itu bukan sekedar mau selfie atau menikmati kuliner, tetapi menemukan kembali kehidupan yang bisa jadi telah lama ditinggalkan. Tanpa ruh budaya, desa wisata akan kehilangan makna”, tandas pria asal Mataram NTB ini. Oleh karena itu, lanjutnya, para pengelola desa wisata harus segera bergerak bersama masyarakat untuk mengeksplorasi potensi alam, seni, budaya, sejarah, kuliner, kerajinan dll untuk dijadikan identitas dan karakter desa wisata yang bersangkutan. (*)

Lihat Juga

Desa Wisata Budaya Rajek Wetan Segera Ramaikan Pariwisata Sleman

PERKEMBANGAN pariwisata di Kabupaten Sleman segera disemarakkan dengan kehadiran Desa Wisata Budaya Rajek Wetan (Dewi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x