Kamis , 14 November 2019
Beranda » Humaniora » Karya Foto akan Aktual Sampai Kapanpun
Ini foto lama saya dan keluarga di kampung kelahiran. Foto di depan rumah tempat masa kecil saya bermain ini dibuat tahun 1989. (ft. SEA/dok)

Karya Foto akan Aktual Sampai Kapanpun

DALAM khasanah fotografi, termasuk fotografi jurnalistik, dikenal ada enam sifat yang dimiliki karya foto. Jadi, pada selembar foto yang kita lihat itu memiliki sifat-sifat yang khas. Keenam sifat itu meliputi: mudah dibuat, akurat, universal, visual, kompak, dan selalu aktual.

Saya tertarik untuk bicara tentang sifatnya yang keenam, yaitu sifat selalu aktual. Kenapa begitu? Ya, karena disadari atau tidak, di antara kita sampai hari ini masih banyak yang tidak menghargai karya foto-foto lama. Misal, foto yang dibuat puluhan tahun lalu atau bahkan beberapa tahun lalu, tak sedikit yang memperlakukannya sebagai foto lama, sudah usang, ketinggalan zaman, tak bernilai, dan sebagainya. Ironisnya, ada juga yang memandangnya hanya sebagai sampah atau barang bekas yang harus dibuang begitu saja. Hal seperti itu terjadi, karena banyak yang belum memahami bahwa karya foto itu memiliki sifat selalu aktual.

 

Selalu ‘Baru’

Selembar foto memang akan memiliki nilai informasi yang selalu aktual. Artinya, nilai informasi dan daya pesona yang dimiliki selembar foto akan senantiasa aktual atau ‘baru’ sampai kapanpun.

Seperti foto di atas, foto saya bersama keluarga (istri, dua orang anak saya, dua saudara sepupu) itu, yang dibuat pada tahun 1989. Ketika itu saya sedang pulang kampung ke kota kelahiran, Bengkalis.

Simak juga:  Etika Dalam Fotografi

Saya dan keluarga berfoto di depan rumah. Rumah kayu semi panggung itu, rumah kenangan buat saya. Karena itu rumah tempat masa kecil saya bermain.

Lantas di mana letak sifat selalu aktual foto tersebut? Ya, itu memang foto lama. Foto di tahun 1989. Bertahun-tahun foto itu tersimpan. Bertahun-tahun seakan terlupakan begitu saja. Bertahun-tahun hanya diperlakukan sebagai foto lama yang usang.

Tapi, begitu menemukannya dan melihatnya lagi, foto lama itu telah memunculkan kembali suasana baru dalam hati, jiwa, pikiran, dan semangat saya. Kenangan saat berada bersama keluarga di kampung halaman, di depan rumah itu, kembali ‘baru’ dalam ingatan saya. Di dalam hati dan ingatan saya, momen itu seakan baru saja terjadi, terasa masih hangat.

Tak hanya itu. Memandang foto lama itu lagi, terasa ada hal baru yang muncul dalam kenangan saya. Ada suasana baru yang bermain-main di dalam imajinasi kenangan. Saya kembali merasakan suasana damai dan nyamannya kampung kelahiran, kampung tempat dibesarkan.

Saya pun kembali merasakan betapa sejuknya desau angin di kebun karet. Betapa senangnya mencari ikan di parit-parit. Betapa gembiranya mandi dan terjun di parit-parit besar dan dalam bersama kawan-kawan sepermainan. Lalu, saya pun seakan kembali menikmati damainya kota kelahiran saya, yang di tepi pantai dan berhadapan dengan selat atau laut itu. Nah, itulah sesuatu yang ‘baru’ atau aktual dari selembar karya foto lama.

Jadi, mulailah dari sekarang kita membangun kesadaran tentang arti penting dari selembar karya foto, selama apa pun usia foto itu. Ya, selama apa pun usianya, selembar foto tetap memiliki sifat dsn selalu batu atau aktual.

Simak juga:  Mengenal Fotografi Jurnalistik

Sekadar contoh lagi. Misalnya, kita menemukan foto kakek dan nenek kita di album keluarga yang nyaris tak terawat. Padahal ketika kita lahir, kakek dan nenek sudah tiada. Artinya kita belum pernah melihat wajah kakek dan nenek semasa hidup.

Nah, ketika menemukan dan melihat foto kakek dan nenek itu, foto tersebut benar-benar sesuatu yang baru buat kita. Foto kakek dan nenek itu sesuatu yang aktual, sesuatu yang baru. Karena kita memang baru melihatnya. ***

Sutirman Eka Ardhana

Tulisan ini telah dimuat di cahayakatablog.wordpress.com (13/10/2019)

Lihat Juga

Foto Human Interest Mampu Menggugah Emosi

KITA berbincang lagi mengenai fotografi, khususnya fotografi jurnalistik. Dan, perbincangan kali ini tentang foto human …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x