Kamis , 23 Januari 2020
Beranda » Humaniora » Foto Lama Bisa Bercerita tentang Kehidupan
Ini foto lama yang sudah kusam dan penuh bercak-bercak putih. Tapi foto ini punya nilai nostalgik yang tinggi. (Ft: SEA/dok).

Foto Lama Bisa Bercerita tentang Kehidupan

SERINGKALI foto-foto lama atau foto-foto ‘zadul’ (zaman dulu) dianggap sebagai sesuatu yang tidak berharga. Bahkan tidak sedikit pula menganggapnya sebagai barang sampah, barang rongsokan, yang bisa dibuang begitu saja ke tempat sampah. Anggapan seperti itu, sungguh keliru, dan merugikan.

Padahal sesungguhnya, foto-foto lama itu bisa memiliki arti yang sangat berharga bagi kehidupan kita. Foto-foto lama itu tidak hanya bisa memiliki nilai nostalgik atau kenangan, tapi juga punya nilai sejarah. Karena foto-foto lama atau ‘zadul’ itu bisa bercerita banyak tentang perjalanan kehidupan seseorang. Bisa perjalanan kehidupan seseorang yang dihormati, dikagumi, dicintai dan semacamnya. Dan, juga perjalanan kehidupan kita sendiri, maupun keluarga.

Foto di atas, walau sudah berwarna kusam, penuh jamur atau bercak-bercak putih, tapi buat saya sungguh sangat berarti. Betapa tidak. Karena di foto yang dibuat di sekitaran tahun 1946, 1947 dan 1948 atau setelah itu (sebelum tahun 1950), terdapat orang-orang yang berarti dalam kehidupan saya.

Di foto itu, paling kanan adalah Ayah saya (alm), di sampingnya Nenek saya (ibunya Ayah) Ni Rantes (alm), balita yang di gendongan Nenek adalah adik Ayah paling bungsu, Manisam. Paling kiri kakaknya Nenek, Ni Surip (alm), sedang anak lelaki yang di depan adalah Paman saya atau adik Ayah, Supandi (alm). Sayangnya, saya tidak sempat tahu, di studio foto kota mana foto itu dibuat. Apakah di kota Binjai, Sumatera Utara, atau di Bengkalis, Riau.

Simak juga:  Sekilas Memahami Foto Berita

Walau tidak tahu secara detail, tapi semasa saya kecil, Ayah pernah bercerita tentang sedikit perjalanan kehidupan keluarganya. Ayah dan kedua orangtuanya berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Tapi kemudian, keluarga Ayah merantau ke Binjai, Sumatera Utara.

Hanya saja Ayah tidak lama tinggal di Binjai. Beberapa tahun menjelang kemerdekaan di tahun 1945, Ayah pindah atau merantau sendiri ke Bengkalis, Riau. Sedang kedua orangtuanya dan adik-adiknya masih tinggal di Binjai. Kedua adik Ayah yang di foto itu lahir di Binjai, Sumatera Utara.

Dari foto lama tersebut, setidaknya saya bisa mengetahui bagaimana wajah dan gaya Ayah semasa muda dulu. Dalam pandangan saya, Ayah lelaki ganteng. Dan, gayanya cukup trendy. Coba lihat model celananya, pasti model celana lelaki muda yang sedang ngetren kala itu.

Sedang Nenek saya, Ni Rantes, dari gaya busananya, terlihat jelas kalau dia adalah perempuan desa yang sederhana dan bersahaja. Demikian pula kakaknya, Ni Surip. Dan, saya jadi tahu bagaimana wajah serta gaya Paman dan Bibi saya sewaktu kecil.

Simak juga:  Foto Human Interest Mampu Menggugah Emosi

 

Arsip Berharga

Jadi, satu hal yang harus dipahami, seburam atau sekusam apa pun foto-foto lama, janganlah dianggap sebagai sesuatu yang tidak berharga. Marilah kita mencoba menghargai arti dan manfaat arsip dalam kehidupan. Dan, karya foto merupakan arsip-arsip yang berharga dalam kehidupan.

Arsip yang berharga dalam kehidupan? Ya, begitulah realitanya. Dari sebuah karya foto, kita jadi tahu sesuatu yang sebelumnya tidak tahu. Misal, tidak pernah tahu bagaimana wajah Ayah, Kakek dan Nenek kita semasa mereka muda. Tapi setelah melihat foto-foto lama mereka, kita jadi tahu. Dan kita pun merasa bangga, kagum, senang serta bahagia melihat semuanya.

Nah, perjalanan kehidupan orang-orang yang berharga dalam kehidupan kita adalah kenangan dan catatan sangat berarti. Karena itu bila memiliki foto-foto lama dari keluarga, orang-orang tercinta, orang-orang yang berarti, orang-orang terdekat, atau siapa pun, rawatlah foto-foto itu dengan baik. Jangan sia-siakan.

Ingat, suatu karya foto bisa menjadi sangat berarti bagi kehidupan kita, bila kita mau menghargainya. Mari jadikan karya foto sebagai arsip kehidupan yang berharga. ***

 

Sutirman Eka Ardhana

Tulisan ini telah dimuat di cahayakatablog.wordpress.com (30/12/2019)

 

Lihat Juga

Foto Human Interest Mampu Menggugah Emosi

KITA berbincang lagi mengenai fotografi, khususnya fotografi jurnalistik. Dan, perbincangan kali ini tentang foto human …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *