Kamis , 14 November 2019
Beranda » Pariwisata » Desa Wisata Budaya Rajek Wetan Segera Ramaikan Pariwisata Sleman
Sapi-sapi yang siap menyemarakkan parade Grobag Sapi "Manunggal Lestari" di Desa Wisata Budaya Rajek Wetan. (ft. Ist)

Desa Wisata Budaya Rajek Wetan Segera Ramaikan Pariwisata Sleman

PERKEMBANGAN pariwisata di Kabupaten Sleman segera disemarakkan dengan kehadiran Desa Wisata Budaya Rajek Wetan (Dewi Rawe) Tirtoadi, Mlati, Sleman merupakan wisata pedesaan yang berkarakter budaya. Berdiri sejak 16 Februari 2019 seiring terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Dewi Rawe). Karakter budayanya terbentuk secara alami meliputi sejarah, seni, budaya, kerajinan, pertanian, pemukiman, keragaman flora, fauna, transportasi tradisional, serta sejumlah kearifan lokal.

Kawasan ini terletak di selatan Selokan Mataram (dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono IX tahun 1942), di tepi Kali Bedog yang merupakan urat nadi sejarah sejak era Mataram, dan di tengah kawasan persawahan, sehingga menjadikan Dewi Rawe memiliki posisi historis-sosiologis yang unik dan sulit dicarikan padanannya.
Menurut Wahjudi Djaja selaku fasilitator Desa Wisata Budaya Rajek Wetan, potensi itu diberdayakan, dikelola, dan dikembangkan secara swadaya dan mandiri melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT) yang bersendikan penjelajahan (adventure travel), wisata budaya (cultural tourism), dan ekowisata (ecotourism). Seluruh aktivitas itu dikerjakan oleh warga di empat RT secara simultan dengan penuh kegotongroyongan.

Potensi Dewi Rawe antara lain meliputi nDalem Sastrosudarman yang diubah fungsinya menjadi Pusat Kebudayaan “Sastro Sudarmo” dan Museum Budaya Rawe. Tempat ini pernah menjadi markas Batalyon Susilo Sudarman saat Clash II 1948-1949 dan markas Pamong Praja. Ada pula Wanadesa, Taman Drembombok, Pasar Papringan Rawe, dan Wahana Kali Bedog.

Selain itu ada delapan pendopo tua yang masing-masing kapasitasnya di atas 100 orang. Jumlah homestay siap pakai sementara ada 20 buah dengan kapasitas 42 kamar (100-an orang). Satu diantanya adalah Limasan Wongso yang berstandar internasional dengan 6 buah kamar.

“Masyarakat Rajek Wetan yang bersendikan agraris memiliki kerajinan anyaman bambu atau kepang, sedang kesenian yang dimiliki antara lain cokekan, panembromo, karawitan, ketoprak, jatilan, tarian, wayang dan seni lukis,” jelas Wahjudi Djaja, baru-baru ini.

Daya tarik lainnya, urai Wahjudi, di sudut dusun bisa ditemukan sejumlah flora langka seperti kepel, mundu, jambe, kolang kaling, pace, blimbing wuluh, kokosan, serut, dan kemuning. Beberapa warga masih memiliki moda transportasi tradisional seperti andong, sepeda, dan gerobag. Satwa langka yang endemik antara lain burung drembombok, biawak, deruk lumut, drodot, garengpung, kunang kunang, samberilir, kuntul, lebah madu.

Dijelaskan, sebagai desa lama Rajek Wetan menyisakan jejak sejarah seperti yoni, saluran air (ledeng), mata air (belik) Lengki, pleret, bug Krawak, dan Kali Mlangi. Kuliner khas Dewi Rawe antara lain gudeg rebung, bobor rebung, gulai rebung, bening kelor, resoles rebung, lumpia rebung dengan minuman wedang sere, wedang jahe, gula asem, secang, dan telang. Fasilitas tambahan yang dikembangkan antara lain Wanadesa sebagai camping ground dan arena bermain, pasar kreatif Dewi Rawe, taman bunga, dan wahana air Kali Bedog.

“Dengan potensi yang sedemikian lengkap, langka dan unik, kami berniat mengelola untuk kepentingan pariwisata. Untuk itu, kami menggelar launching Dewi Rawe dengan tujuan merayakan dan melaksanakan di antaranya Merti Dusun Rajek Wetan, Launching Dewi Rawe, Memetri Kali Bedog, Launching Pusat Kebudayaan Sastro Sudarmo dan Museum Budaya Rawe, dan Peringatan HUT 103 Tahun Kabupaten Sleman.

 

Agenda launching

Serangkaian agenda acara yang dilaksanakan dalam launching Desa Wisata Budaya Rajek Wetan menurut Ketua Pokdarwis setempat Agus Yoko Sunartono dan dibenarkan oleh Kepala Dusun Rajek Wetan Widiarto meliputi:

  • Kamis, 2 Mei 2019 pukul 19.30-22.00 Salawat Budaya berisi prosesi Kenduri Massal warga dari masing-masing RT menuju Makam Daeng Ekalaya dipimpin R Bambang Nursinggih lengkap Bergodo Sekar Pangawikan yang menyajikan geguritan dan puji mantra.
  • Jumat, 3 Mei 2019 pukul 06.00-10.00 berisi Sadranan di Makam Daeng Ekalaya oleh seluruh warga Rajek Wetan. Kegiatan ini meliputi bersih makam dan doa bersama.
  • Jumat, 3 Mei 2019 pukul 13.00-17.00 berisi Kirab Sadran Agung. Ini merupakan puncak acara yang berisi kirab bergodo dengan menampilkan simbolisasi Dewi Rawe dan ogoh-ogoh. Bergodo yang terlibat kirab secara urut adalah Sekar Pangawikan, Pamong Desa, Bergodo RT 01, Bergodo RT 02, Bergodo RT 03, Bergodo RT 04, Bergodo Rawe Rantas, diikuti kontingen TK Putra Harapan, SDN Gombang, SMPN 1 Mlati, SMPN 3 Mlati, SMAN Mlati, dan Jatilan Bocah Rawe. Kirab berangkat pukul 13.00 dari depan Makam Daeng Ekalaya susuri jalan dusun melewati panggung kehormatan di simpang tiga Rajek Wetan menuju Pusat Kebudayaan Sastro Sudarmo, dilanjutkan menuju Lapangan Wanadesa untuk mengikuti upacara lengkap.
  • Jumat, 3 Mei 2019 pukul 20.00-23.30 Sadranan Sastra berisi pentas seni, musik dan sastra antara lain menampilkan Humawara Yogyakarta, Indri Yuswandari (Ini Hampir Hampir Pukul Tiga dan Teka Teki Catatan Kaki), Ari Kaysha (Sajak Belantara, Aloysia, Jejak Peristiwa, Pencatat Laku), Kelompok Bathi Putra, dan Komunitas Mentaok di Taman Drembombok Wanadesa.
  • Sabtu, 4 Mei 2019 pukul 09.00-12.00 Launching Pusat Kebudayaan Sastro Sudarmo dan Museum Budaya Rawe. Menampilkan Diskusi Publik “Seni Tradisi vs Industri Pariwisata” menampilkan Vlad Pitaya, S.E.T., M.Sc., (Dosen Program Studi Diploma Pariwista SV UGM), Cunduk Bagus S (PT Java Bagus) dengan moderator Wahjudi Djaja (STIE Pariwisata Api Yogyakarta).
  • Sabtu, 4 Mei 2019 pukul 19.30-selesai Gelar Seni Rawe. Menampilkan Tari Klasik, Panembromo, Ketoprak “Muda Budaya”, Wayang Kulit “Hadeging Wanadesa Rajeg Wesi” bersama Ki Juwaridi di Pusat Kebudayaan Sastro Sudarmo.
  • Minggu, 5 Mei 2019 Rawe Pungkasan berisi Parade Grobag Sapi “Manunggal Lestari” dan kesenian rakyat jatilan di area Wanadesa ditutup Padusan Kali Bedog. *** (SEA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x