Sabtu , 20 April 2019
Beranda » Pendidikan » Buku yang ‘Membunuh’
Buku Mein Kampf (ft. wikimedia)

Buku yang ‘Membunuh’

BUKU, dari awal kemunculannya, hingga hari ini memang punya peran besar dalam mengubah perilaku manusia. Dengan kata lain, buku memiliki kemampuan yang besar dalam mengubah atau membentuk kehidupan manusia. Sehingga tak heranlah beragam pendapat, sanjungan dan sebutan ‘istimewa’ diberikan kepada buku. Misalnya, banyak yang menyebut buku sebagai “jendela dunia”. Ada yang menyebut, buku itu “belantara ilmu”. Tak sedikit pula menyebut buku sebagai “makanan bergizi bagi jiwa dan pikiran”. Tapi jangan lupa, tak sedikit pula pernah ada yang menyebut buku bisa jadi senjata pembunuh manusia.

Dengan bahasa bombasnya, buku bisa mengubah dan membangun peradaban manusia. Bisa membuat manusia dari tak mengerti menjadi mengerti tentang sesuatu. Bisa menumbuhkan semangat untuk membangun keutuhan bangsa, atau juga sebaliknya, memporakporandakan kesatuan bangsa. Bisa menumbuhkan rasa kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi. Dan, bisa pula sebaliknya, menghancurkan rasa serta semangat kebangsaan atau nasionalisme itu. Buku bisa menumbuhkan rasa cinta, tapi juga sebaliknya, menumbuhkan rasa benci. Bisa membangun, dan bisa menghancurkan, atau bisa menjadi ‘alat’ untuk membunuh manusia, kehidupan dan peradaban.

Simak juga:  Menulis Bisa Sampaikan Pesan Tentang Menjaga "Ke-indonesiaan"

Salah satu contoh buku yang memiliki pengaruh dahsyat bagi peradaban dan kehancuran kemanusiaan adalah buku berjudul Mein Kampf yang ditulis Adolf Hitler, pemimpin Nazi Jerman. Buku yang ditulis Hitler di dalam penjara tahun 1923, dan kemudian diterbitkan saat Nazi berkuasa, beberapa tahun menjelang meletusnya Perang Dunia II tersebut benar-benar buku yang dahsyat. Dalam waktu relatif sungkat buku itu terjual lebih dari lima juta eksemplar. Jutaan eksemplar lagi dibagikan secara cuma-cuma kepada rakyat Jerman.

 

Enam Juta Jiwa Tewas

Dan, dahsyatnya lagi, buku yang berisi tentang keunggulan atau kehebatan ras Aria (bangsa Jerman) serta rendahnya ras Yahudi itu telah memicu terjadinya Perang Dunia II. Buku itu telah mempengaruhi Jerman untuk menguasai atau menundukkan negara-negara lain. Di dalam buku itu disebutkan, bahwa bangsa Jerman adalah bangsa yang terhormat dan berderajat tinggi. Peradaban bangsa Jerman ketika itu benar-benar telah dipengaruhi oleh buku Mein Kampf tersebut.

Buku Mein Kampf itu telah membawa akibat yang sangat dahsyat. Perang Dunia II berkobar di Eropa, juga Asia. Setidaknya 16 juta jiwa telah menjadi korban tewas dalam perang. Dan, setidaknya enam juta orang Yahudi tewas dibantai Nazi Jerman. Pembantaian terhadap ras Yahudi itu sebagai akibat dari provokasi buku Mein Kampf.

Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II pada tahun 1945, buku Mein Kampf dilarang beredar, dan dilarang diterbitkan lagi. Pemerintah Jerman setelah itu mengambil hak ciptanya. Tapi beberapa tahun lalu, hak cipta buku tersebut telah dikembalikan ke penerbitnya. Jadi selama 70 tahun lebih, buku Mein Kampf merupakan buku yang dilarang di Jerman. *** (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

TBM Gubug Pintar Semanu, Gunungkidul: Dari Desa, Membangun Bangsa Melalui Budaya Baca

BANYAK cara untuk membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju, sukses, berkembang, pintar dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *