Selasa , 13 November 2018
Beranda » Nasional » TVRI dan Asian Games
Kamera, peralatan kerja dan pemancar TVRI di saat-saat pertama kehadirannya (ft. dok)

TVRI dan Asian Games

PESTA Asian Games 2018 telah usai beberapa waktu lalu. Tapi gema dan ‘demam’ Asian Games 2018, seakan belum usai. Dan, Asian Games 2018 bagi Indonesia merupakan penyelenggaraan kedua sebagai tuan rumah Asian Games. Indonesia menjadi tuan rumah pada Asian Games IV tahun 1962 yang seluruhnya diselenggarakan di Jakarta. Lalu apa hubungannya dengan TVRI?

Keberadaan Televisi Republik Indonesia (TVRI) tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan Asian Games IV. Boleh dikatakan, tanpa adanya penyelanggaraan Asian Games IV barangkali sampai awal tahun 70-an belum ada siaran televisi di indonesia.

 

Sejarah TVRI

Gagasan mendirikan stasiun penyiaran televisi muncul ketika pemerintah Republik Indonesia mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan Asian Games IV tahun 1962, pada awal tahun 1960. Presiden Republik Indonesia saat itu, Bung Karno meminta kepada panitia dan Menteri Penerangan, agar apa yang terjadi di arena Asian Games IV dapat disaksikan tidak hanya oleh mereka yang sempat datang di arena pertandingan, tetapi juga dapat disaksikan oleh mereka yang berada di luar arena, bahkan oleh masyarakat luas. Satu-satunya yang memungkinkan pada saat itu hanyalah melalui siaran televisi.

Maka atas dasar perintah Bung Karno, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen RI no.20/SK/M/61 tanggal 16 Juli 1961 yang isinya antara lain: Menetapkan Pembentukan Panitia Persiapan Televisi. Dan, pada saat Pembukaan Asian Games IV tahun 1962, siaran televisi di Indonesia sudah terwujud.

 

Kerja, Keberanian dan Kenekatan

Waktu 13 bulan bagi Panitia yang diketuai RM Soetarto yang pada waktu itu menjabat Kepala Direktorat Perfilman Negara, merupakan waktu yang sangat singkat untuk mendirikan stasiun penyiaran televisi. Tanpa modal tenaga kerja yang berpengalaman dalam bidang pertelevisian, mulailah panitia “cancut tali wanda” menyiapkan tempat, peralatan dan tenaga kerja yang diperlukan.

Simak juga:  Siaran TVRI "NOW"

Sesuai dengan tugas utamanya untuk meliput dan menyiarkan peristiwa-peristiwa olah raga di arena Asian Games IV di Senayan, maka panitia pun memilih lokasi yang hanya berseberangan jalan dengan kompleks Senayan. Peralatan dibeli dari Pabrik Siemens Jerman, sedangkan tenaga kerja profesi kepenyiaran sebagian besar dipinjam dari RRI dan Direktorat Perfilman Negara.

Benar-benar kerja yang penuh keberanian dan “sedikit” kenekatan. Namun berkat dukungan dari Yayasan Olah Raga Bung Karno yang bertanggung jawab menyelenggarakan Asian Games IV, dan dilandasi semangat itulah yang akhirnya memberikan hasil yang luar biasa, karena pada bulan Agustus 1962 siaran televisi di Indonesia terwujud.

 

Masamasa Siaran Pertama

Siaran televisi pada saat itu sudah menyatakan diri sebagai Televisi Republik Indonesi (TVRI) walaupun operasionalnya masih berada di bawah Biro Radio dan Televisi yang bernaung dibawah Organizing Committe Asian Games IV.

Siaran pertama masih bersifat percobaan, yaitu menyiarkan secara langsung Upacara Kenegaraan pada tanggal 17 Agustus 1962 dari halaman Istana Negara, yang berjalan lancar.

Siaran kedua tepat pada pembukaan Asian Games IV dari Gelora Bung Karno Senayan pada tanggal 24 Agustus 1962 berupa siaran langsung mulai pukul 15.30 sampai selesai. Selanjutnya setiap hari TVRI menyiarkan berita berita Asian Games IV hingga saat penutupan pada tanggal 4 September 1962.

Karena itu pulalah tanggal 24 Agustus 1962 ditetapkan sebagai hari lahir TVRI dan tanggal  24 Agustus sebagai Hari Televisi.

Demikianlah, sejarah keberadaan TVRI yang tidak dapat dilepaskan dari penyelenggaraaan Asian Games IV. Boleh dikatakan, TVRI adalah buah dari penyelenggaraan Asian Games IV dan buah pemikiran Presiden Sukarno, yang tetap lestari hingga kini. *** (Iman Santosa St, SIP)

Lihat Juga

Diskusi Kebangsaan XIX: Kepemimpinan Masih Jauh dari Pancasila

DRS. HM IDHAM SAMAWI Saya kira apresiasi cukup dari Pak Kaelan kepada teman-teman wartawan sepuh, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.