Rabu , 21 November 2018
Beranda » Sastra » Tiga Penyair di Sastra Bulan Purnama
Ket. gambar searah jarum jam: Bambang Widiatmoko - Handry TM - Sulis Bambang (ft. Ist)

Tiga Penyair di Sastra Bulan Purnama

Tiga penyair dari kota yang berbeda akan tampil di Sastra Bulan Purnama. Masing-masing akan meluncurkan buku puisinya. Ketiga penyair tersebut Sulis Bambang, Handry TM (Semarang), Bambang Widiatmoko (Bekasi). Ditambah satu kumpulan cerpen karya Ahmad Tohari.

Tiga kumpulan puisi karya dari 3 penyair dan satu kumpulan cerpen, akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama edisi 78, Jumat, 2 Maret 2017, pkl. 19.30  di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Ketiga penyair yang akan meluncurkan puisi, Sulis Bambang (Semarang) dengan buku puisi berjudul ‘Hanya Untukmu”, Handry TM (Semarang) bukunya puisinya berjudul ‘Eventide’ dan Bambang Widiatmoko (Bekasi), kumpulan puisinya berjudul ‘Silisilah Yang Gelisah’. Satu buku cerpen karya Ahmad Tohari (Banyumas) berjudul ‘Tawa Gadis Padang Sampah”.

Dari ketiga buku puisi yang akan diluncurkan, buku puisi karya Sulis Bambang yang berjudul ‘Hanya Untukmu’ nampak berbeda dari puisi Bambang Widiatmoko dan Handry TM. Karena pada buku puisi Sulis Bambang dipadukan dengan fotografi, sehingga karya kolaboratif puisi dan fotografi memberikan visual yang berbeda pada puisi-puisinya.

Sulis Bambang selain menekuni menulis juga menekuni fotografi, dan keduanya dipadukan dalam karya puisi. Sehari-harinya, selain sebagai ibu rumah tangga dan nenek dari 5 cucu, Sulis Bambang mengelola “Bengkel Sastra Taman Maluku”.

“Kegiatan utama dari Bengkel Sastra Taman Maluku adalah apa yang kami sebut sebagai sedekah budaya dengan konsep sinau bareng dan mengerjakan musikalisasi puisi dan novel” ujar Sulis Bambang.

Selain menampilkan penyairnya untuk membacakan puisi karyanya, akan dihadirkan pembaca puisi karya dari Bambang Widiatmoko dan Handry TM. Mereka adalah Choen Supriyatmi, Ida Fitri, Margono, Nunung Rita, Latifah dan Tosa Santosa. Sedang Endah Raharja akan membacakan satu cerpen karya Ahmad Tohari.

Ahmad Tohari, yang tinggal di Tinggarjaya, Purwokerto dikenal sebagai seorang novelis dan cerpenis. Novelnya yang berjudul ‘Ronggeng Dukuh Paruh’ dikenal luas dan sudah beberapa kali cetak ulang. Kumpulan cepen yang akan diluncurkan ini merupakan buku terbarunya, namun cerpennya sudah dipublikasikan di media cetak.

Bambang Widiatmoko, seorang penyair dari Yogyakarta dan sekarang tinggal di Bekasi. Sejak tahun 1980-an sudah menerbitkan buku puisi. Buku puisi yang diberi judul Silsilah Yang Gelisah’ merupakan buku puisi terbaru karya Bambang Widiatmoko.

Handry TM, penyair yang tinggal di Semarang, selain menulis puisi juga menulis novel dan cerpen. Sejumlah puisinya sidah diterbitkan dalam bentuk buku, dam novelnya juga pernah diterbitkan Gramedia. Buku puisi berjudul ‘Eventide’ yang akan diluncurkan ini merupakan puisi pilihan yang ditulisanya sepanjang 1981-2017.

Joko Pinurbo, seorang penyair memberikan perhatian pada puisi-puisi Handry TM. Kata Joko Pinurbo; “Modus berpuisi Handry TM adalah menyerap alam luar kedalam imajinasinya, menyulingnya menjadi pengalaman personal dan ketika dipancarkan kembali melalui kata-kata yang sudah diolah, pantulannya bisa menyentuh rasa dan kesadaran banyak orang”.

“Dari melankoli pribadi puisinya bergerak menuju melankoli yang bisa dibagi” ujar Joko Pinurbo.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama mengatakan, keempat sastrawan, yang menulis karya sastra dalam hal ini puisi dan cerpen, lahir dari generasi yang berbeda, namun karya-karyanya, terutama pada puisi, aroma nafasnya sama.

“Hanya Ahmad Tohari yang berbeda,  kerena sejak awal dia tidak memilih puisi, melainkan novel dan cerpen sebaagi ruang ekspresinya” kata Ons Untoro (*)

Lihat Juga

Menjunjung Peradaban Nusantara

HANTAMAN globalisasi sebagai dampak berpadunya kekuatan modal dan kemajuan ilmu teknologi super canggih mengumandangkan musik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.