Jumat , 14 Desember 2018
Beranda » Seni & Budaya » Tak Akan Melayu Hilang di Dunia Maya
H Mahyudin Al Mudra SH, di salah satu ruang Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta. (Ft: ist)

Tak Akan Melayu Hilang di Dunia Maya

BUDAYA Melayu merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang hingga kini masih tetap bertahan. Meskipun masih tetap bertahan, tetapi haruslah diakui masih banyak yang belum mengenal secara utuh dan mendalam tentang apa dan bagaimana bentuk budaya Melayu itu. Karenanya tidak sedikit pula yang berpandangan bahwa budaya Melayu kalah populer dengan bentuk-bentuk budaya lainnya yang ada di Nusantara ini. Padahal bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional di negeri ini berasal dari bahasa Melayu.

Untuk tetap menjaga keberadaan budaya Melayu dan memperkenalkannya secara lebih luas lagi kepada masyarakat, tidak hanya di Nusantara, tapi juga ke belahan dunia manapun, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta telah menginformasikannya lewat dunia maya, melalui portal MelayuOnline.Com. Bila dulu ada kata-kata terkenal “Tak akan Melayu hilang di dunia”, kini sepertinya harus ditambah lagi dengan “Tak akan Melayu hilang di dunia maya”.

Menurut H Mahyudin Al Mudra SH, selaku Pemangku Balai, portal yang diluncurkan sejak 2007 lalu ini menghimpun data tentang hal-ihwal dunia Melayu dari berbagai sumber dan pustaka, serta ratusan media cetak dan online dari segenap penjuru dunia.

Data tersebut diklasifikasi dalam kerangka struktur yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya secara akademik. “Himpunan dan data tersebut diharapkan dapat membantu siapa saja yang ingin mengetahui dan memahami budaya Melayu. Baik secara ringkas, sepintas, atau pun serius mendalam, seperti untuk kajian dan penulisan paper, makalah, skripsi, tesis, disertasi atau pun keperluan lainnya,” jelas Mahyudin belum lama ini di gedung BKPBM, Jl Gambiran, Yogyakarta.

Simak juga:  Tayub, dan Stigma Mesum  yang Disandangnya

 

Kesenian Melayu

Beragam hal yang berkaitan dengan budaya Melayu bisa ditemukan di MelayuOnline.Com tersebut. Seperti pandangan hidup Melayu, kesenian Melayu, sastra Melayu, seni tari, seni musik, seni tenun, seni ukir, sejarah, kerajaan-kerajaan Melayu sampai ke situs-situs sejarah.

Dikemukakan Mahyudin Al Mudra, kesenian Melayu merupakan bagian dari upaya orang Melayu untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan lingkungan, mengekspresikan perasaan, di samping untuk memahami, menafsirkan dan menjawab permasalahan yang mereka hadapi.

Menurutnya, sistem budaya Melayu yang berbeda dengan sistem budaya lain, menyebabkan pola ekspresi, tujuan dan falsafah nilai dalam kesenian Melayu juga berbeda dengan kesenian budaya lain.

Dalam pengertian ini, lanjutnya, kesenian tidak hanya sebagai ekspresi keindahan, tapi juga sebagai media penyampai pesan budaya. “Ide-ide estetika dan pesan budaya di atas terwujud dalam seni tari, seni musik, seni tenun, seni ukir, seni lukis, seni bela diri, seni teater dan permainan rakyat,” tambahnya.

Berbicara tentang seni tari Melayu, Mahyudin menguraikan, seni tari Melayu mengandung dua unsur penting, yakni gerak dan irama. Terkadang ditambah pula dengan nyanyian yang sesuai dengan makna dan tujuan tarian itu.

Simak juga:  Dua ‘Tarian Hujan’ Di Sastra Bulan Purnama

Tarian Melayu, katanya, biasanya dipertunjukkan dalam upacara adat, upacara ritual, keberhasilan panen, menyambut tamu-tamu penting, atau sekadar meramaikan peristiwa penting, seperti pesta pernikahan.

Sedangkan ciri khas tarian Melayu terletak pada motif irama yang disebut rentak. Secara umum, rentak bisa dibagi dalam tiga jenis, rentak cepat, rentak sedang dan rentak lambat. Di antara rentak-rentak tersebut, Rentak Zapin, Rentak Joget, Rentak Mak Inang, dan sebagainya. “Dalam portal ini, seni tari Melayu dengan segala rentaknya dibagi berdasarkan fase historis yakni tradisional-klasik dan modern-kontemporer serta profanitas yakni tari ritual keagamaan dan tari biasa,” jelas Mahyudin Al Mudra.

Di samping mengenalkan budaya Melayu, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu Yogyakarta, juga mengenalkan pariwisata Melayu melalui portal WisataMelayu.Com. Pada Maret 2008, diluncurkan pula RahaAliHaji.Com yang merupakan portal tentang Raja Ali Haji, seorang penulis dan budayawan Melayu asal Kepulauan Riau. Karya Raja Ali Haji yang terkenal adalah Gurindam Duabelas.*** (Sutirman Eka Ardhana)

Lihat Juga

Musik dan Tarian Dalam Srawung Anak Bangsa

Warga bangsa kita terdiri dari beragam jenis suku, etnis, keyaninan dan lainnya, yang tinggal dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *