Minggu , 16 Desember 2018
Beranda » Sastra » Setengah Abad Membaca Abjad
Novi Indrastuti

Setengah Abad Membaca Abjad

Menandai usianya ke 50, Novi Indrastuti, yang sehari-hari sebagai pengajar di Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM akan membacakan puisi-puisi karyanya yang tergabung dalam tiga buku antologi puisinya, masing-masing berjudul ‘Bingkai Kehidupan’, ‘Di Balik Lensa Kata’ dan “Kepundan Kasih’. Selain itu, Novi akan meluncurkan buku terbarunya ‘Pengantar Sastra Lisan’ yang akan diluncurkan oleh Dr. Pujiharto, Ketua Prodi Sastra Indonesia FIB UGM.

“Buku Pengantar Sastra Lisan ini merupakan buka ajar untuk mahasiswa saya” ujar Novi Indrastuti.

Sebagai pengajar dan penyair,  Novi, demikian panggilannya, memang rajin menulis puisi. Tiga antologi puisi yang sudah diterbitkan menunjukkan bahwa Novi cukup produktif menulis puisi, dan dia  sudah memeprsiapkan puisi2 barunya yang akan dibukukan untuk diterbitkan tahun depan.

Tajuk dari Malam Sastra ini ‘Setengah Abad Membaca Abjad, yang akan diselenggarakan Senin, 12 Nopember 2018, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, merupakan bentuk dari cara memaknai usia 50 tahun Novi. Karena setiap hari selalu bersentuhan dengan sastra, baik sebagai pengajar maupun sebagai kreator, Novi memilih pembacaan puisi sebagai ruang ekspresi sekaligus menandai bertambahnya usia.

Simak juga:  Sesobek Angin Ditampilkan di Tembi

Puisi-puisi Novi tidak hanya dibacakan oleh penyair, tetapi juga akan dibacakan sahabat2nya yang memiliki profesi lain, tetapi memiliki kegemaaran akan puisi, misalnya dr. Ita Fauzia, seorang dokter ahli sperma, yang memiliki kesenangan membaca puisi, dan sudah berulangkali membaca puisi di Tembi Rumah Budaya. Lagi-lagi Ita Fauzia, akan membacakan puisi karya Novi Indrastuti.

Para pembaca lain adalah guru besar dari Universita Gajah Mada, di antaranya Prof.Harno Dwi Pranowo, Prof. Koentjoro, Prof Arief Budiman, Prof. Budi Wignyosukarto, Prof. Cahyono Agus. Selain itu profesi notaris akan ikut membacakan puisi karyanya ialah Armansyah Prasakti, S.H. Sp.N.,M.H dan Heri Sabto Widodo, S.H.Sp.N, Ketua Ikatan Notaris Indonesia DIY.

“Karena suami saya seorang notaris, sehingga saya memiliki relasi notaris melalui suami’ ujar Novi sambil tersenyum.

Pembaca yang lain, seorang pengacara senior sekaligus penyair dan dimasa muda pernah menjadi wartawan, Kamal Firdaus. Beberapa kali Kamal Firdaus pernah membaca puisi di Tembi Rumah Budaya dan sering hadir acara Sastra Bulan Purnama.

Simak juga:  Diskusi Buku Puisi-Fotografi Kepundan Kasih

Pembaca lainnya. Aminoto, S.H., M.Hum, pengajar di Fakultas Hukum UGM, H. Mas Yanto Herliyanto, Ketua Kavogama UGM, Dr. Wiyatmi M.Hum, pengajar di Universitas Negeri Yogyakarta, Agus Leyloor, pengajar Prodi Teater, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogya, dan dua penyair muda Umi Kulsum dan Wahjudi Djaya.

“Puisi saya juga akan ditampilkan dalam bentuk lagu oleh Gaby-Tuhrotul-Bening” jelas Novi Indrastuti.

Novi seperti tak bisa dipisahkan dari puisi, betapa seriusnya dia dengan puisi, sehingga  skrisi S-1 da tesis S-2 berkaitan dengan puisi. Karena begiotu suntuk dengan puisi, maka terasa pas jika dia mengajar mata kulian teori puisi. Dalam kata lain, keseharian Novi memang selalu bersentuhan dengan puisi. (*)

Lihat Juga

Diskusi Buku Puisi-Fotografi Kepundan Kasih

Diskusi buku puisi yang berkolaborasi dengan karya fotografi, sehingga bisa disebut sebagai puisi-fotografi berjudul “Kepundan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *